<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680116619736146152</id><updated>2012-02-16T19:42:01.548-08:00</updated><category term='Ritual Islam'/><category term='Akhlak dan Adab'/><category term='pendidikan umum'/><title type='text'>Islam dan Pendidikan</title><subtitle type='html'>Menggapai Keridhaan Ilahai sebagai Pendidik Anak Islami</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Madrasah as-Salaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423014485433985106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680116619736146152.post-1843148622330026985</id><published>2009-06-29T02:32:00.001-07:00</published><updated>2009-06-29T02:35:43.829-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Selamat bertemu kembali di Newsletter Hypnoparenting. Edisi&lt;br /&gt;kali ini edisi #09 berjudul "Orangtua Batu vs Orangtua Air".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang anda dapatkan dari newsletter edisi ini:&lt;br /&gt;Memahami perbedaan Orangtua Batu dan Orangtua Air serta menilai&lt;br /&gt;kita ini termasuk kategori orangtua yang mana dalam mendidik dan&lt;br /&gt;mengasuh anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sudah siap untuk membaca newsletter ini selengkapnya??&lt;br /&gt;Mari kita simak penjelasan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua Batu vs Orangtua Air&lt;br /&gt;-----------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah anda melihat batu? Bagaimanakah bentuknya? Bagaimanakah &lt;br /&gt;permukaannya? Bagaimanakah kekerasannya? Bagaimanakah ketahanannya &lt;br /&gt;terhadap erosi? Ya, batu mempunyai banyak bentuk; dan rata-rata &lt;br /&gt;permukaannya keras kecuali batu apung. Tetapi sekeras-kerasnya &lt;br /&gt;jika batu tersebut terjatuh dan terbentur benda keras lainnya &lt;br /&gt;maka batu itu akan terkikis dan jika sering terjatuh atau terbentur,&lt;br /&gt;maka ia akan mengecil juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga jika batu tersebut ditetesi air terus menerus, maka &lt;br /&gt;lambat laun batu tersebut akan lubang juga. Walaupun permukaannya &lt;br /&gt;sangat keras namun batu tidak memiliki kelenturan dan sangat mudah &lt;br /&gt;tergores ataupun terkikis jika terbentur benda keras lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu juga sulit memindahkan dirinya sendiri kecuali ada energi sangat &lt;br /&gt;besar mendorongnya. Batu akan berpindah jika disapu angin ribut &lt;br /&gt;ataupun air bah. Perpindahannya akan menimbulkan kesakitan karena &lt;br /&gt;batu tersebut akan tercabut dari tempatnya semula dan jatuh terbanting &lt;br /&gt;ke tempatnya yang baru. Ia akan terbentur-bentur dan terkikis melewati &lt;br /&gt;proses perpindahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan air? Air sangatlah luwes dan lembut. Ia bisa &lt;br /&gt;menyesuaikan diri dengan berbagai situasi. Tetapi di balik &lt;br /&gt;kelembutannya ia menyimpan tenaga yang sangat besar. Ia bisa &lt;br /&gt;mengikis batu yang sangat keras dengan penuh kesabaran. Ia bisa &lt;br /&gt;memindahkan batu sebesar apapun. Ia juga bisa berpindah dari satu &lt;br /&gt;tempat ke tempat lain dengan sangat mudahnya. Ia bisa menyerap &lt;br /&gt;panas ataupun dingin dengan sangat cepat. Ia mengalir kemanapun &lt;br /&gt;dengan tanpa beban, dengan sangat mudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orangtua yang mendidik anak dan diri sendiri, sifat manakah &lt;br /&gt;yang kita miliki? Apakah kita memiliki sifat-sifat batu yang sangat &lt;br /&gt;keras dan sulit berubah menyikapi kondisi sekitar? Ataukah kita &lt;br /&gt;memiliki sifat-sifat air yang lemah lembut dan luwes namun mempunyai &lt;br /&gt;kekuatan yang sangat besar jika diperlukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua yang memiliki sifat-sifat seperti batu, kita sebut Orangtua &lt;br /&gt;Batu, sangatlah keras dalam mendidik dan menyikapi berbagai perilaku &lt;br /&gt;anaknya. Mereka berpikir dan melihat tingkah laku anak dari &lt;br /&gt;kacamatanya sendiri. Akibatnya mereka mengalami kesulitan dan tidak &lt;br /&gt;bisa menerima perbuatan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua Batu menjalani hidup dengan penuh ketegangan sehingga &lt;br /&gt;memiliki tingkat stress yang tinggi. Mereka seringkali menyalahkan &lt;br /&gt;tindakan anaknya. Mereka selalu meminta anaknya bersikap seperti &lt;br /&gt;apa yang diinginkannya. Mereka selalu menuntut anaknya untuk berbuat &lt;br /&gt;sesuatu. Jika tidak, mereka akan marah dan menganggap anak-anaknya &lt;br /&gt;selalu tidak becus dan tidak menurutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua Batu sering menyulitkan dirinya sendiri dan anaknya. Jika &lt;br /&gt;ia diminta harus mengubah pendekatannya maka ia akan menderita dan &lt;br /&gt;mengalami kesakitan. Perubahan adalah sesuatu yang membuat Orangtua &lt;br /&gt;Batu mengerang dan menjerit. Secara mental ia sendiri akan mengalami &lt;br /&gt;kesakitan luar biasa. Baginya perubahan adalah ketidaknyamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat dari sikapnya yang keras seperti batu ini maka tingkat stress-nya &lt;br /&gt;sangat tinggi. Dan ini menyulitkan dirinya sendiri dan anak-anaknya. &lt;br /&gt;Ketika anaknya berubah ke arah yang lebih baik, ia sendiri gagal &lt;br /&gt;mengubah dirinya untuk merespon perubahan anaknya. Dan akhirnya anaknya &lt;br /&gt;yang tidak melihat perubahan dari respon orangtuanya merasa frustrasi. &lt;br /&gt;Ujung-ujungnya si anak kembali ke sikap semula dan bahkan tidak bisa &lt;br /&gt;respek pada orangtuanya. Dan ini memicu perselisihan baru yang tidak &lt;br /&gt;akan ada penyelesaiannya. Orangtua mengatakan anak tidak mau berubah &lt;br /&gt;tetapi si anak, yang telah berubah namun tidak mendapat respon, &lt;br /&gt;mengatakan orangtua yang tidak mau berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua Batu menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh kemarahan &lt;br /&gt;dan tuntutan. Mereka tidak tahu kapan harus menggunakan kekuatannya. &lt;br /&gt;Jika ia dipaksa berubah maka ia akan merasa hancur lebur. Orangtua Batu &lt;br /&gt;memiliki ego yang sangat besar tetapi negatif. Ego inilah yang akan &lt;br /&gt;menghancurkan dirinya sendiri dan akhirnya anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Orangtua Air? Orangtua Air memiliki keluwesan yang &lt;br /&gt;luar biasa tetapi bukan berarti mudah dipermainkan. Orangtua Air tahu &lt;br /&gt;kapan harus menggunakan kekuatannya untuk mendisiplinkan anaknya. &lt;br /&gt;Mereka juga tahu kapan harus mengubah diri menyesuaikan dengan &lt;br /&gt;perubahan yang terjadi dalam diri anaknya. Mereka cepat sekali merespon &lt;br /&gt;tindakan anak dan menghargainya. Memuji dengan tulus perbuatan baik &lt;br /&gt;anak dan meminta maaf ketika dirinya berbuat salah pada anak adalah &lt;br /&gt;hal yang mudah dan tidak akan menghacurkan ego Orangtua Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua Air adalah orangtua yang mengerti dan menerima dirinya &lt;br /&gt;sendiri dengan baik. Mereka memiliki harga diri yang sehat sehingga &lt;br /&gt;mampu memperlakukan anak-anaknya dengan penuh respek. Akibatnya mereka &lt;br /&gt;juga menerima respek dari anak-anaknya. Ketika anaknya berbuat di luar &lt;br /&gt;pengharapannya, mereka tetap respek pada pilihan anaknya. Kemudian &lt;br /&gt;akan mencari tahu dulu masalahnya dan membantu anak untuk berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua Air mencintai dirinya sendiri sehingga ia mampu memberikan &lt;br /&gt;cinta pada anak-anaknya. Akibatnya anak-anaknya tumbuh dengan penuh &lt;br /&gt;kasih sayang dan merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Anak-anaknya &lt;br /&gt;tumbuh dengan percaya diri dan harga diri yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua Air menjalani kehidupan bersama anak-anaknya dengan penuh &lt;br /&gt;kegembiraan dalam suasana yang saling menghargai. Mereka saling &lt;br /&gt;mendukung perubahan diri masing-masing. Mereka sangat toleran dan &lt;br /&gt;sabar dalam menyikapi berbagai hal. Orangtua Air dan anaknya adalah &lt;br /&gt;pelaku tata tertib yang patuh namun fleksibel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita sendiri? Termasuk dalam kategori manakah kita &lt;br /&gt;dalam mendidik anak? Orangtua Batu atau Orangtua Air? Andalah yang &lt;br /&gt;bisa secara jujur menjawabnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membaca atau memberikan komentar tentang artikel ini,&lt;br /&gt;silakan isi form komentar dengan meng-klik alamat di bawah&lt;br /&gt;ini. Terimakasih sebelumnya!&lt;br /&gt;http://getresponse.com/click.html?x=a62a&amp;lc=qmOe&amp;mc=3&amp;s=HtZGB&amp;y=9&amp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan anda membaca Newsletter Hypnoparenting&lt;br /&gt;edisi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses,&lt;br /&gt;Ariesandi dan Sukarto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SekolahOrangtua.com&lt;br /&gt;Pusat Pendidikan Keluarga&lt;br /&gt;Wisma Permai Tengah FF-2&lt;br /&gt;Surabaya 60115&lt;br /&gt;Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680116619736146152-1843148622330026985?l=ummuzakariya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/feeds/1843148622330026985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4680116619736146152&amp;postID=1843148622330026985' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/1843148622330026985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/1843148622330026985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/2009/06/selamat-bertemu-kembali-di-newsletter_4891.html' title=''/><author><name>Madrasah as-Salaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423014485433985106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680116619736146152.post-2455153199253152467</id><published>2009-06-29T02:24:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T02:26:19.500-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>PENDIDIKAN GIZI DAN KESEHATAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. ANAK SEHAT DAN CERDAS&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;Dr. Najmi Puspasari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehat Menurut WHO Thn.1981&lt;br /&gt;Health is a state of complete physical, mental and social well-being, andnot merely the absence of disease or infirmity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHO mendefinisikan pengertian sehat sebagai suatu keadaan sempurna baik jasmani, rohani, maupun kesejahteraan sosial seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU No.23–Thn.1992 Tentang Kesehatan&lt;br /&gt;Kesehatan : Keadaan Sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi.(Fisik, Mental, Sosial ; Termasuk Jiwa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli antropologi&lt;br /&gt;Kesehatan dipandang sebagai disiplin biobudaya yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosial budaya dari tingkah laku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya sepanjang sejarah kehidupan manusia yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi sakit&lt;br /&gt;Seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit yang baru (akut), menahun (kronis), atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja / kegiatannya terganggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah Kesehatan&lt;br /&gt; Bersifat kompleks &lt;br /&gt; Resultante lingkungan alamiah &lt;br /&gt; Masalah buatan manusia&lt;br /&gt; Sosial budaya&lt;br /&gt; Perilaku&lt;br /&gt; Populasi penduduk&lt;br /&gt; Genetika&lt;br /&gt; Dan sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derajat Kesehatan Masyarakat (Psycho Socio Somatic Health well being)&lt;br /&gt;Terdiri dari 4 faktor :&lt;br /&gt;1. Environment atau lingkungan. &lt;br /&gt;2. Behaviour atau perilaku, (ecological balance). &lt;br /&gt;3. Heredity atau keturunan (populasi, distribusi penduduk, dan sebagainya). &lt;br /&gt;4. Health care service (program kesehatan yang bersifat preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma Sehat&lt;br /&gt;Cara pandang atau pola pikir pembangunan kesehatan yang bersifat holistik, proaktif antisipatif, dengan melihat masalah kesehatan sebagai masalah yang dipengaruhi oleh banyak faktor secara dinamis dan lintas sektoral, dalam suatu wilayah yang berorientasi kepada peningkatan pemeliharaan dan perlindungan terhadap penduduk agar tetap sehat dan bukan hanya penyembuhan penduduk yang sakit &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri Anak Sehat&lt;br /&gt; Bahagia dan Responsif&lt;br /&gt; Rambut Sehat Berkilau&lt;br /&gt; Gigi Cemerlang&lt;br /&gt; Gusi merah muda, tidak mudah berdarah&lt;br /&gt; Kulit Bersih, luka mudah sembuh&lt;br /&gt; Kuku merah muda dan tidak rapuh&lt;br /&gt; Suhu tubuh normal (36,5-37,5؛C)&lt;br /&gt; Makan Lahap&lt;br /&gt; Tidur lelap, waktu cukup&lt;br /&gt; Buang air besar/kecil lancar&lt;br /&gt; Sesuai KMS&lt;br /&gt; Aktif bermain&lt;br /&gt; Anggota gerak normal&lt;br /&gt; Bau harum / normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia&lt;br /&gt;• Bertambah umur maka bertambah berat badan dan tumbuh tinggi.&lt;br /&gt;• Postur tubuh tegap dan otot padat&lt;br /&gt;• Rambut berkilau dan kuat.&lt;br /&gt;• Kuku dan kulit bersih dan tidak pucat. &lt;br /&gt;• Wajah ceria, mata bening dan bibir segar. &lt;br /&gt;• Gigi bersih dan gusi merah muda.&lt;br /&gt;• Nafsu makan baik dan buang air besar teratur. &lt;br /&gt;• Bergerak aktif dan berbicara lancar sesuai umur. &lt;br /&gt;• Penuh perhatian dan bereaksi aktif. &lt;br /&gt;• Tidur nyenyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesehatan dalam Pandangan Islam&lt;br /&gt;Berobatlah wahai hamba-hamba Allah, karena sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit, kecuali telah diturunkan pula obatnya, selain penyakit yang satu, yaitu penyakit tua (pikun).” HR.Ahmad, Ibnu Hibban,Hakim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima perkara ini sebelum datang lima perkara (HR. Ahmad dan Baihaqi):&lt;br /&gt;1. Hidupmu sebelum datang ajalmu; &lt;br /&gt;2. Jagalah kesehatanmu sebelum datang sakitmu;&lt;br /&gt;3. Manfaatkan sebaik-baiknya kesempatanmu sebelum datang kesibukanmu; &lt;br /&gt;4. Manfaatkan masa mudamu sebelum datang masa tuamu; &lt;br /&gt;5. Manfaatkan kekayaanmu sebelum datang masa fakirmu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjuran Memberikan ASI&lt;br /&gt; Qs. Al-Baqoroh : 233 : Para ibu hendaklah menyusukan anaknya selama dua tahun penuh yaitu yang bagi ingin menyempurnakan penyusuan. &lt;br /&gt; Qs. Al-Ahqof : 15 : Mengandungnya sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola Hidup Bersih&lt;br /&gt;Tujuan Islam mengajarkan hidup yang bersih dan sehat adalah menciptakan individu dan masyarakat yang sehat jasmani, rohani, dan sosial sehingga umat manusia mampu menjadi umat yang pilihan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola Hidup dalam Islam&lt;br /&gt;A. Kebersihan, membersihkan dan menyucikan diri &lt;br /&gt;B. Penanggulangan dan penanganan epidemi penyakit &lt;br /&gt;C. Makanan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Makanan yang diharamkan.&lt;br /&gt;Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. 2. Al Baqarah, 2:173 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Makanan sehat dan halal:&lt;br /&gt;Islam memerintahkan umatnya untuk makan makanan yang baik dan halal, misalnya daging, ikan, madu dan susu. Makanan-makanan yang baik dan halal bermanfaat bagi tubuh. Islam menolak paham vegetarian. Pola konsumsi yang hanya tergantung pada jenis sayuran belaka tidak sehat bagi tubuh karena kebutuhan protein tidak dapat tercukupi hanya dari konsumsi sayuran saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menjaga perilaku muslim ketika makan:&lt;br /&gt;Islam menegaskan kepada orang muslim untuk menjaga etika ketika makan. Allah memerintahkan kita untuk makan tidak berlebih-lebihan sedangkan Rasulullah SAW mengatakan bahwa “perut adalah seburuk-buruk tempat untuk diisi”. Sebagian besar penyakit bersumber dari perut. Oleh karenanya Maha Benar Allah SWT dalam Firman-Nya :&lt;br /&gt;“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi”. (QS 4. An Nisaa’ : 79) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga &lt;br /&gt;Islam menegaskan pentingnya olahraga untuk menciptakan generasi Rabbani yang kuat dan sehat. Oleh karenanya, Islam mengajarkan setiap muslim untuk mengajarkan anak-anaknya bagaimana cara memanah, berenang, dan berkuda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesehatan seksual &lt;br /&gt; pengaruh bagi kesehatan dan perilaku manusia&lt;br /&gt; Pendidikan seksual sejak dini&lt;br /&gt; Menjaga kebersihan dan kesucian organ-organ seksualitas, misalnya bersuci setelah buang air besar dan buang air kecil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HR. Bukhari dan Muslim&lt;br /&gt;.., Ketahuilah bahwa didalam jasad manusia ada segumpal daging. Apabila ia baik baiklah seluruh jasad. Apabila ia buruk maka buruklah seluruh jasad. Segumpal daging itu adalah hati”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. PENYAKIT ANAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;Dr. Najmi Puspasari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit anak&lt;br /&gt;Bayi dan anak menjadi kelompok rentan penularan penyakit. Daya tahan tubuh mereka masih lemah karena sel-sel sistem pertahanan tubuhnya belum berkembang dengan baik, sehingga rentanterkenainfeksi.&lt;br /&gt;Indonesia termasuk negara dengan angka kematian bayi tertinggi akibat infeksi. Empat hal yang harus dilakukan secara terpadu :&lt;br /&gt;• Mengontrol&lt;br /&gt;• Mengeliminasi sumber infeksi&lt;br /&gt;• Memotong mata rantai penularan penyakit&lt;br /&gt;• Serta meningkatkan kekebalan individu dengan imunisasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit yang sering ditemukan &lt;br /&gt;• Penyakit infeksi saluran pernapasan&lt;br /&gt;• Diare &lt;br /&gt;• Penyakit tropik lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pneumonia (Infeksi Radang Paru) &lt;br /&gt;Merupakan kasus infeksi saluran napas akut, ditandai dengan pernapasan cepat dan berat paling sering melanda balita.&lt;br /&gt;Pneumonia adalah infeksi akut pada paru-paru, ketika paru-paru terisi oleh cairan sehingga terjadi ganguan pernapasan, akibat kemampuan paru-paru menyerap oksigen berkurang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab&lt;br /&gt;Infeksi bakteri, sejenis bakteri, yang dikenal sebagai streptococcus, atau virus yang sama dengan virus penyebab pilek. &lt;br /&gt;Bakteri Streptococcus pneumoniae (pneumokokus), yang menyebar melalui darah dan bersifat merusak (invasif). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala&lt;br /&gt;batuk, pilek, demam, sesak napas / napas cepat (normal &lt;2 bln 60x/mnt, balita 50x/mnt), dahak berwarna kehijauan atau seperti karet &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Resiko&lt;br /&gt;• Bayi berumur dibawah 2 bulan&lt;br /&gt;• Gizi kurang&lt;br /&gt;• Berat badan lahir rendah&lt;br /&gt;• Tidak mendapat ASI memadai&lt;br /&gt;• Udara lingkungan rumah kurang baik / Polusi udara&lt;br /&gt;• Kepadatan tempat tinggal&lt;br /&gt;• Imunisasi yang tidak memadai&lt;br /&gt;• Kurang vitamin A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TBC (Tuberculosis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuberculosis yang disingkat TBC atau TB - adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Umumnya TB menyerang paru-paru, sehingga disebut dengan Pulmonary TB. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala&lt;br /&gt;• Berat badan turun selama 3 bulan berturut-turut tanpa sebab dan tidak naik dalam 1 bulan dengan gizi baik. &lt;br /&gt;• Nafsu makan tidak ada (anorexia), gagal tumbuh dan berat badan tidak naik (failure to thrive). &lt;br /&gt;• Demam lama / berulang tanpa sebab yang jelas, (bukan tifus, malaria atau infeksi saluran nafas akut). &lt;br /&gt;• Dapat disertai keringat malam. &lt;br /&gt;• Pembesaran kelenjar getah bening yang tidak sakit, di leher, ketiak dan lipatan paha. &lt;br /&gt;• Batuk lama lebih dari 30 hari, (batuk bukan sebab lain), nyeri dada ketika bernafas atau batuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala Lanjutan&lt;br /&gt;• Kaku kuduk, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran pada TBC otak &amp; saraf (meningitis TB) &lt;br /&gt;• Gibbus, pembengkakan tulang pinggul, lutut, kaki dan tangan, pada TBC tulang &amp; sendi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda lain&lt;br /&gt;• Riwayat interaksi dengan penderita lain&lt;br /&gt;• Hasil pemeriksaan dokter (fisik, laboratorium, foto rontgen, uji bakteri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan&lt;br /&gt;• Berobat teratur ke tempat pelayanan kesehatan&lt;br /&gt;• Menjaga kondisi tubuh&lt;br /&gt;• Hindari penyebaran / penularan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diare&lt;br /&gt;Diare adalah buang air besar encer lebih dari tiga kali sehari dengan/tanpa darah dan / atau lendir dalam tinja.&lt;br /&gt;Diare menyebabkan kehilangan air dan elektrolit secara berlebihan melalui BAB. &lt;br /&gt;Adapun diare akut adalah diare yang terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari tujuh hari pada anak yang sebelumnya sehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diare Akut&lt;br /&gt;Adapun diare akut adalah diare yang terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari tujuh hari pada anak yang sebelumnya sehat. &lt;br /&gt;Bayi biasanya memiliki volume BAB sampai dengan 5 gram per kg BB-nya.&lt;br /&gt;Orang dewasa sekitar 200 gram per 24 jam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab&lt;br /&gt;Penyebab diare pada anak sangat beragam. Secara umum dibagi menjadi : &lt;br /&gt;• Infeksi: virus, bakteri, parasit, cacing perut. &lt;br /&gt;• Gangguan penyerapan makanan: karbohidrat (intoleransi laktosa), lemak, protein. &lt;br /&gt;• Makanan: makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan. &lt;br /&gt;• Imunodefisiensi. &lt;br /&gt;• Gangguan psikologis: rasa takut dan cemas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala &lt;br /&gt;Gejala sangat berfariasi :&lt;br /&gt;• Anak akan menjadi cengeng, gelisah&lt;br /&gt;• Suhu badan mungkin meningkat&lt;br /&gt;• Nafsu makan berkurang atau tidak ada&lt;br /&gt;• Tinja makin cair, mungkin mengandung darah dan / atau lendir, atau kehijauan&lt;br /&gt;• Anus dan sekitarnya lecet&lt;br /&gt;• Bisa disertai muntah sebelum dan / atau sesudah&lt;br /&gt;• Kehilangan air dan elektrolit : dehidrasi, berat badan turun, ketegangan dan kekenyalan kulit berkurang, selaput lendir mulut dan bibir kering, pada bayi ubun-ubun besar cekung &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip penanganan diare akut pada anak&lt;br /&gt;Pada diare akut secara umum akan terjadi kekurangan air (dehidrasi), gangguan keseimbangan asam-basa (gangguan elektrolit), hipoglikemia, gangguan gizi, dan gangguan sirkulasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan Umum Diare&lt;br /&gt;• Diare cair membutuhkan penggantian cairan dan elektrolit tanpa melihat penyebabnya. Tujuannya adalah untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang sampai diarenya berhenti. &lt;br /&gt;• Makanan harus diteruskan bahkan ditingkatkan selama diare untuk menghindari efek buruk pada status gizi. &lt;br /&gt;• Antibiotik dan antiparasit tidak boleh digunakan secara rutin, tidak ada manfaatnya untuk kebanyakan kasus, termasuk diare berat dan diare dengan panas, kecuali pada disentri, kolera, dengan dehidrasi berat, diare persisten (harus dengan rekomendasi dari dokter). &lt;br /&gt;• Obat-obatan antidiare, antimuntah dan absorben tidak boleh diberikan pada anak dibawah umur 5 tahun karena ternyata tidak satupun dari obat-obatan ini yang mempunyai efek yang nyata untuk diare akut, beberapa malah memberikan efek yang membahayakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diare Tanpa Dehidrasi &lt;br /&gt;• Anak sadar , keadaan umumnya baik. &lt;br /&gt;• Anak minum biasa dan tidak kelihatan haus &lt;br /&gt;• Kalau kulit di bagian perut dicubit, akan kembali kebentuk semula dengan cepat. &lt;br /&gt;• Mata kelihatan normal &lt;br /&gt;• Air mata ada &lt;br /&gt;• Mulut dan lidah basah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diare dengan Dehidrasi Ringan atau Sedang &lt;br /&gt;• Anak kelihatan gelisah atau rewel &lt;br /&gt;• Anak kelihatan sangat haus dan ingin minum banyak &lt;br /&gt;• Jika kulit perut dicubit, lambat kembali ke bentuk semula &lt;br /&gt;• Mata kelihatan cekung &lt;br /&gt;• Air mata tidak ada &lt;br /&gt;• Mulut dan lidah kelihatan kering &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diare dengan dehidrasi berat&lt;br /&gt;• Anak lesu, lunglai atau tidak sadar &lt;br /&gt;• Malas minum atau tidak bisa minum &lt;br /&gt;• Kalau perut di bagian perut dicubit akan sangat lambat kembali kebentuk semula &lt;br /&gt;• Mata sangat cekung dan kering &lt;br /&gt;• Air mata tidak ada &lt;br /&gt;• Mulut dan lidah sangat kering. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan diare akut di rumah&lt;br /&gt;• Berikan anak lebih banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Cairan oralit, makanan cair (sup, air tajin,yogurt) atau air putih.&lt;br /&gt;• Anak berusia &lt;6 bulan : oralit dan air matang sebanyak anak mau. Jika sudah makan terus berikan untuk mencegah kurang gizi. &lt;br /&gt;• Teruskan ASI atau susu yang biasa diberikan. Anak &lt;6 bulan berikan susu sebanding selama dua hari.&lt;br /&gt;• Anak &gt;6 bulan dan telah mendapatkan makanan padat : Beri bubur atau campuran tepung lainnya, bila mungkin dicampur dengan kacang-kacangan, sayur, daging atau ikan&lt;br /&gt;• Berikan buah segar atau pisang halus untuk menambah kalium.&lt;br /&gt;• Berikan makanan segar, masak dan haluskan. Dorong anak untuk makan, sedikitnya 6 kali sehari&lt;br /&gt;• Berikan makan yang sama setelah diare berhenti dan berikan makanan tambahan setiap hari selama 2 minggu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak harus dibawa ke petugas kesehatan bila &lt;br /&gt;• Tidak membaik dalam tiga hari&lt;br /&gt;• Buang air besar cair sangat sering &lt;br /&gt;• Muntah berulang-ulang &lt;br /&gt;• Sangat haus sekali &lt;br /&gt;• Makan atau minum sedikit &lt;br /&gt;• Demam &lt;br /&gt;• Tinja berdarah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa prinsip pemberian oralit&lt;br /&gt;Jumlah cairan oralit yang diberikan tiap kali anak buang air besar&lt;br /&gt;• &lt;12 bulan : 50-100 ml (1/4-1/2 gelas)&lt;br /&gt;• 1-4 tahun : 100-200 ml (1/2-1 gelas)&lt;br /&gt;• &gt;5 tahun : 200-300 ml (1-1,5 gelas)&lt;br /&gt;• Dewasa : 300-400 ml (1,5-2 gelas) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Pemberian Oralit&lt;br /&gt;• Sesendok teh tiap 1-2 menit untuk anak dibawah umur 2 tahun. &lt;br /&gt;• Beberapa teguk dari gelas untuk anak yang lebih tua &lt;br /&gt;• Bila anak muntah, tunggu 10 menit. Kemudian berikan cairan lebih sedikit. &lt;br /&gt;• Bila diare berlanjut setelah dua hari, berikan cairan lain (susu, sup, air tajin dan lain-lain), atau lanjutkan pemberian oralit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu bungkus oralit = satu gelas air berukuran 200 ml tidak boleh lebih/kurang.&lt;br /&gt;Diare dengan dehidrasi secara umum memerlukan pengawasan dan atau penanganan lebih lanjut oleh petugas kesehatan. &lt;br /&gt;Diare dengan dehidrasi berat memerlukan penggantian cairan segera lewat cairan intravena (infus) karena berpotensi mengancam jiwa anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Cepat Atasi Penyakit Umum pada Anak&lt;br /&gt;1. Hidung tersumbat&lt;br /&gt;Caranya: Larutkan 1/4 sendok teh garam dalam 1/2 gelas air hangat dan masukkan dalam botol semprotan hidung. Teteskan dua kali pada kedua lubang hidung dan minta anak untuk menghembuskan hidungnya pada sehelai tisu. Bila anak masih terlalu kecil dan belum dapat menghembus, gunakan sedotan khusus untuk mengeluarkan ingus yang menyumbat.&lt;br /&gt;Mengapa efektif : Air garam mencairkan ingus, melancarkan sumbatan dalam hidung dan memulihkan kelembaban alami selaput bagian dalam.&lt;br /&gt;Kapan harus ke dokter: Bila menurut Anda anak menderita infeksi sinus atau infeksi telinga. Gejala : demam, batuk yang terus-menerus, sakit telinga, atau ingus yang berwarna kuning atau hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memberi obat pada bayi &amp; balita &lt;br /&gt;Caranya: Dudukkan anak di kursi atau dipangku. Sebelumnya. Beri sedikit minuman kesukaan. Segera berikan obat ke dalam mulutnya disusul suapkan minuman.&lt;br /&gt;Mengapa efektif: Lidah yang kaku karena dingin membuat anak tidak terlalu peka dengan rasa obat yang pahit.&lt;br /&gt;Kapan harus ke dokter: Bila anak sangat sakit dan sama sekali tidak dapat meminum obatnya atau bila sampai dua kali atau lebih dia memuntahkan obat yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rasa sakit saat tumbuh gigi&lt;br /&gt;Caranya: Lipat lap kecil menjadi bentuk segitiga, celupkan salah satu ujung ke dalam air es. Biarkan anak menggigit bagian yang dingin dan memegang bagian yang kering. &lt;br /&gt;• Mengapa efektif: Kain yang kasar membuat gusi yang iritasi menjadi lebih baik dan rasa dingin menyejukkan bagian yang sakit serta membantu mengurangi bengkak dan peradangan.&lt;br /&gt;• Kapan harus ke dokter: Bila menurut Anda anak betul-betul merasa sakit atau bila cara di atas tidak membantu mengurangi rasa sakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Gatal karena gigitan nyamuk&lt;br /&gt;Caranya: Oleskan cairan deodoran pada tempat yang bengkak dan bekas gigitan. Tunggu lima menit, oleskan lagi bila bekas gigitan masih terasa gatal.&lt;br /&gt;• Mengapa efektif: Deodoran yang mengandung garam aluminium menyebabkan cairan gigitan terserap dalam tubuh. Bila bengkak berkurang, rasa gatal akan hilang.&lt;br /&gt;• Kapan harus ke dokter: Bila gigitan memperlihatkan tanda-tanda infeksi seperti bercak merah atau merahnya melebar atau bila anak terkena flu, sakit kepala, sakit otot, atau kelenjar yang membengkak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Membersihkan luka&lt;br /&gt;Caranya: Pertama cuci daerah luka dengan sabun dan air, lalu gunakan alat semprot bersih, diisi dengan air hangat untuk membersihkan luka. Keringkan lalu oleskan krim antibiotik dan bungkus dengan perban.&lt;br /&gt;• Mengapa efektif: Luka menjadi bersih. Dapat mempercepat penyembuhan dan mengurangi kemungkinan infeksi. &lt;br /&gt;• Kapan harus ke dokter: Bila benda-benda asing dari luka tidak dapat dihilangkan, luka tetap berdarah atau bertambah dalam. Bila melihat ada tanda infeksi seperti kemerahan atau nanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ruam popok &lt;br /&gt;Caranya: Letakkan bayi di kloset, gunakan air hangat dan cuci pantatnya. Keringkan dengan pengering rambut (nyalakan pengering rambut pada posisi paling rendah).&lt;br /&gt;• Mengapa efektif: Menyegarkan kulit yang terkena luka. Mempercepat penyembuhan dengan mengurangi luka terbuka&lt;br /&gt;• Kapan harus ke dokter: Bila ruam anak tidak membaik sesudah dua atau tiga hari atau bila warnanya berubah jadi merah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kemasukan serpihan&lt;br /&gt;Caranya: Ambil serpihan (seperti kayu) dari kulit dengan selotip, lalu tarik. Bila serpihannya besar, gunakan penjepit untuk mengangkatnya.&lt;br /&gt;• Mengapa efektif: Serpihan akan melekat pada selotip dengan mudah dan cepat.&lt;br /&gt;• Kapan harus ke dokter: Bila tidak dapat mengangkat serpihan tersebut, bila daerah yang terkena serpihan memperlihatkan tanda-tanda infeksi atau bertambah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Sengatan matahari&lt;br /&gt;Caranya: Rendam anak di bak mandi yang berisi air dingin selama 10 sampai 15 menit. Keringkan tubuhnya dan oleskan lotion bebas wewangian pada daerah yang terkena sengatan matahari.&lt;br /&gt;• Mengapa efektif: Merendam kulit dengan air dingin mengurangi bengkak dan rasa sakit. Lotion membantu memulihkan daerah yang terkena sengatan. Hindari salep atau obat berupa semprotan karena dapat membuat perih kulit anak. &lt;br /&gt;• Kapan harus ke dokter: Bila anak jadi demam atau meriang, kulit melepuh, atau bila sengatan menyerang sebagian besar tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Sengatan lebah&lt;br /&gt;Caranya: Hilangkan goresan dengan ujung kartu kredit atau pisau yang sangat tumpul. Cuci daerah yang terkena dengan air sabun dan letakkan es batu di atasnya selama beberapa menit.&lt;br /&gt;• Mengapa efektif: Menghilangkan goresan mecegah bisa / racun masuk dalam tubuh. Kompres es batu membantu mengurangi bengkak dan rasa sakit.&lt;br /&gt;• Kapan harus ke dokter: Bila anak memberikan reaksi alergi, susah bernapas, daerah sekitar mulut atau leher bengkak, atau bila ruam muncul di daerah yang terkena sengatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman tentang pertolongan pertama penting sebelum anak dibawa ke sarana kesehatan terdekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. TUMBUH KEMBANG ANAK&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;Dr. Najmi Puspasari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Pertumbuhan (Growth)&lt;br /&gt;Bertambah besar dalam aspek fisis akibat multiplikasi sel dan bertambahnya jumlah zat interseluler. &lt;br /&gt;Pertumbuhan dapat diukur dalam sentimeter / inchi, kilogram atau pound, &lt;br /&gt;keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen oleh badan) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Perkembangan (Development)&lt;br /&gt;Berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuan, keterampilan (skill) dan fungsi organ atau individu.&lt;br /&gt;Seseorang berkembang dalam pengaturan neuromoskuler, berkembang dalam mempergunakan tangan kanannya dan terbentuk pula kepribadiannya. &lt;br /&gt;Disebut juga Maturasi dan diferensiasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuh Kembang Anak dipengaruhi oleh :&lt;br /&gt;1. Faktor Internal : Genetik / Heredokonstitusionil / Keturunan / Herediter : Postur tubuh, Inteligensia.&lt;br /&gt;- Jenis kelamin ; Wanita dewasa lebih dini yaitu mulai adolesensi pada umur 10 tahun, pria mulai pada umur 12 tahun.&lt;br /&gt;- Ras atau bangsa ; Ras kuning mempunyai tendensi lebih pendek dibandingkan dengan ras kulit putih.&lt;br /&gt;- Keluarga ; Terdapat anggota keluarga yang pendek anggota keluarga lainnya tinggi.&lt;br /&gt;- Umur ; Kecepatan tumbuh yang paling besar ditemukan pada masa fetus, masa bayi dan masa adolesensi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Faktor Eksternal (pranatal dan pascanatal)&lt;br /&gt;- Faktor prenatal ; Gizi (kurang vitamin dll), mekanis (trauma, posisi janin dll), Toksin kimia, endokrin, radiasi, imunitas dll&lt;br /&gt;- Faktor Pascanatal ; Gizi (kwalitas &amp; kwantitas makanan), Penyakit, Psikologi, Pendidikan, Sanitasi, Sosial Ekonomi, Musim dan Lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian Pertumbuhan Anak&lt;br /&gt; Pertambahan berat &lt;br /&gt; Tinggi badan &lt;br /&gt; Lingkar Kepala (sampai anak berusia 2 thn)&lt;br /&gt; Pemeriksaan antropometri : &lt;br /&gt;- Membandingkan tinggi badan terhadap umur&lt;br /&gt;- Berat badan terhadap umur&lt;br /&gt;- Lingkaran kepala terhadap umur&lt;br /&gt;- Lingkar lengan atas terhadap umur &lt;br /&gt;KMS (kartu menuju sehat ) membandingkan berat badan terhadap umur, pemeriksaan radiologis, laboratorium, dan analisa diet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang Mempegaruhi Pertumbuhan Anak &lt;br /&gt; Faktor heredo konstitusional :&lt;br /&gt;Tergantung ras, genetic, jenis kelamin dan kelainan bawaan &lt;br /&gt; Faktor hormonal :&lt;br /&gt;Insulin , tiroid, hormon sex dan steroid&lt;br /&gt; Faktor lingkungan selama dan sesudah lahir :&lt;br /&gt;Gizi, trauma, sosio ekonomi, iklim, aktivitas fisik, penyakit, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan Dasar Anak&lt;br /&gt;1. Kebutuhan Fisik Biomedis (asuh)&lt;br /&gt; Pangan / Asupan Gizi&lt;br /&gt; Perawatan Kesehatan &lt;br /&gt; Papan &lt;br /&gt; Higiene Sanitasi &lt;br /&gt; Sandang &lt;br /&gt; Kesegaran Jasmani, rekreasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kebutuhan Kasih sayang (Asih)&lt;br /&gt;Merupakan kebutuhan emosional&lt;br /&gt; Kehadiran ibu / pengganti ibu menjalin rasa aman, perhatian, pujian, kasih sayang dll&lt;br /&gt; Kontak Fisik / kulit / mata dan psikis sedini mungkin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kebutuhan Stimulasi Mental (Asah). &lt;br /&gt; Kebutuhan akan stimulasi mental dini) : Pendidikan, pembelajaran, pelatihan sedini mungkin agar cerdas, mandiri &amp; produktif. &lt;br /&gt; Kebutuhan pendidikan agama, Moral Etika, Kecerdasan, Kreatifitas dan Ketrampilan&lt;br /&gt;Efektif pada umur 4-5 thn (Golden Periode)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Masa Balita&lt;br /&gt; Berbahasa&lt;br /&gt; Kreativitas&lt;br /&gt; Kesadaran sosial&lt;br /&gt; Emosional &lt;br /&gt; Intelegensia &lt;br /&gt;Berjalan sangat cepat dan merupakan landasan bagi perkembangan selanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGERTIAN&lt;br /&gt;Adalah kegiatan/pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah&lt;br /&gt;Semakin dini maka intervensinya akan dapat semakin cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Deteksi Dini Perkembangan &lt;br /&gt;• Mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan&lt;br /&gt;• Jadwal skrining telah diatur dalam buku panduan&lt;br /&gt;• Dilaksanakan oleh tenaga kesehatan, guru TK dan petugas PADU terlatih&lt;br /&gt;• Instrumen menggunakan Kuesioner KPSP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Deteksi Dini&lt;br /&gt;• Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan&lt;br /&gt;• Deteksi dini perkembangan&lt;br /&gt;• Deteksi dini penyimpangan mental emosional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa Yang Melakukan&lt;br /&gt;• Keluarga / Masyarakat :&lt;br /&gt;Orang tua, Kader Kesehatan, Petugas PADU, Guru TK,BKB,TPA&lt;br /&gt;Alat mengunakan KMS dan Timbangan&lt;br /&gt;• Puskesmas :&lt;br /&gt;Petugas Kesehatan&lt;br /&gt;Alat sesuai yang dipersyaratkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dinilai?&lt;br /&gt;• Antropometri tergantung umur :&lt;br /&gt;Berat badan, tinggi badan, ligkar kepala, Lingkar lengan atas (LLA)&lt;br /&gt;• Tidak tergantung Umur :&lt;br /&gt;BB terhadap TB, LLA terhadap BB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan Berat Badan dalam Kilogram &lt;br /&gt;• Berat badan waktu lahir bayi cukup bulan akan kembali pada hari ke 10&lt;br /&gt;• Usia 5 bulan : 2 kali berat badan lahir &lt;br /&gt;• Usia 1 tahun : 3 kali berat badan lahir &lt;br /&gt;• Usia 2 tahun : 4 kali berat badan lahir &lt;br /&gt;• Pada masa prasekolah kenaikan berat badan rata– rata 2 kg/ tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumus Perkiraan BB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- 3-12 Bulan : Umur (Bln) + 9/2&lt;br /&gt;- 1-6 Tahun : Umur (Thn) x 2 + 8&lt;br /&gt;- 6-12 Tahun : Umur (Thn) x 7 – 5 / 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan Tinggi Badan dalam Sentimeter &lt;br /&gt;• Usia 1 tahun 1,5 kali tinggi badan lahir&lt;br /&gt;• Usia 4 tahun 2 kali tinggi badan lahir&lt;br /&gt;• Usia 6 tahun 1,5 kali tinggi badan 1 tahun&lt;br /&gt;Dengan asumsi semua tumbuh optimal sesuai potensinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumus Prediksikan Tinggi Akhir Anak Sesuai Potensi Genetik &lt;br /&gt;TB anak perempuan &lt;br /&gt;(TB ayah – 13 cm) + TB ibu&lt;br /&gt;= ______________________ ± 8,5 cm&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;TB anak laki-laki &lt;br /&gt;(TB ibu +13 cm) + TB ayah &lt;br /&gt;= ______________________ ± 8,5 cm&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Tes Daya Dengar &lt;br /&gt;Menemukan gangguan pendengaran sejak dini&lt;br /&gt;Jadwal tiap 3 bulan pada bayi &lt; 12 bln dan setiap 6 bulan pada anak 12 tahun ke atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes Daya Lihat &lt;br /&gt;Mendeteksi secara dini kelainan daya lihat secara dini&lt;br /&gt;Jadwal 6 bulan pada usia prasekolah ke atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat Perkembangan Anak&lt;br /&gt;• 4-6 minggu : tersenyum spontan , dapat mengeluarkan suara 1-2 minggu kemudian&lt;br /&gt;• 12-16 minggu : menegakkan kepala, tengkurap sendiri , menoleh ke arah suara , memegang benda yang ditaruh ditanggannya , bermain cilukba.&lt;br /&gt;• 20 minggu : meraih benda yang didekatkan kepadanya&lt;br /&gt;• 26 minggu : dapat memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya , duduk dengan bantuan kedua tangannya ke depan , makan biskuit sendiri.&lt;br /&gt;• 9 – 10 bulan : menunjuk dengan jari , memegang benda dengan ibu jari dan jari telunjuk, merangkak , bersuara da..da..&lt;br /&gt;• 13 - 15 bulan : berjalan tanpa bantuan , mengucapkan kata – kata tungggal , memasukkan mainan ke dalam cangkir , bermain dengan orang lain , minum dari gelas , dan mencoret – coret. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel Perkembangan Anak Berdasarkan Usia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan Perkembangan Umur&lt;br /&gt;Menatap ke ibu, mengeluarkan suara, tersenyum, dll 0 – 1 bln&lt;br /&gt;Mengangkat kepala tegak ketika tengkurap, tertawa, mengamati tangannya, dll 1 – 3 bln&lt;br /&gt;Meniru bunyi, meraih benda, tengkurap sendiri, dll 3 – 6 bln&lt;br /&gt;Duduk sendiri,mengucapkan ma..ma..ma, da..da….da…, pegang biskuit, dll 6 – 9 bln&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel Perkembangan Anak Berdasarkan Usia (lanjutan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermain CILUK BA, menjimpit benda kecil, berdiri dan berjalan berpegangan. 9 – 12 bln&lt;br /&gt;Menunjukkan dan menyebut nama bagian tubuh, naik tangga, corat-coret, dll 1 – 2 thn&lt;br /&gt;Berdiri dengan satu kaki tanpa berpegangan, bicara dimengerti, makan sendiri, memeluk dan mencium orang yang terdekat, dll 2 – 3 thn&lt;br /&gt;Melompat-lompat,menggambar, cerita, pakai pakaian, dll 3 – 5 thn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Keterlambatan Perkembangan&lt;br /&gt;Apabila usia 9 bulan bayi belum bisa mengoceh da..da..da.. maupun ma..ma..ma.. dapat dilakukan intervensi :&lt;br /&gt;• bayi harus diajak bicara sesering mungkin&lt;br /&gt;• pada saat berbicara usahakan selalu menatap muka bayi agar anak dapat melihat bibir maupun mata si pembicara&lt;br /&gt;• sebutkan nama benda dan gambar&lt;br /&gt;• mendudukkan anak serta berikan benda yang berbunyi dari arah samping kiri / kanan secara bergantian dan diulangi lagi&lt;br /&gt;• apabila tidak ada reaksi, curigai terdapat gangguan pendengaran dan harus dirujuk. &lt;br /&gt;Intervensi (perbaikan) sebaiknya sebelum anak umur 3 tahun&lt;br /&gt;• Setiap anak adalah individu yang unik karena faktor bawaan dan lingkungan yang berbeda, maka pertumbuhan dan pencapaian kemampuan perkembangan berbeda&lt;br /&gt;• Walaupun demikian perjalanannya tetap harus melalui kriteria yang telah dibuat sebagai patokan umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Anak dalam Islam (Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu)&lt;br /&gt;Dibagi menjadi 3 tahapan/ penggolongan usia :&lt;br /&gt;1. Tahap BERMAIN (“la-ibuhum”/ajaklah mereka bermain) : dari lahir sampai kira-kira 7 tahun.&lt;br /&gt;2. Tahap PENANAMAN DISIPLIN (“addibuhum”/ajarilah mereka adab) : dari kira-kira 7 tahun sampai 14 tahun.&lt;br /&gt;3. Tahap KEMITRAAN (“roofiquhum”/jadikanlah mereka sebagai sahabat) : kira-kira mulai 14 tahun ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. MASALAH MAKAN PADA ANAK DAN SOLUSINYA&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;dr. Najmi Puspasari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI&lt;br /&gt;Kesulitan makan adalah merupakan suatu gejala dari berbagai penyakit atau gangguan fungsi tubuh, bukan merupakan suatu bentuk diagnosis atau penyakit tersendiri. &lt;br /&gt;Kesulitan makan adalah jika anak tidak mau atau menolak untuk makan, atau mengalami kesulitan mengkonsumsi makanan atau minuman dengan jenis dan jumlah sesuai usia secara fisiologis (alamiah dan wajar), yaitu mulai dari membuka mulutnya tanpa paksaan, mengunyah, menelan hingga sampai terserap dipencernaan secara baik tanpa paksaan dan tanpa pemberian vitamin dan obat tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Palmer&lt;br /&gt;Masalah makan atau penolakan terhadap makanan tertentu sebagai akibat disfungsi neuromotorik, gangguan saluran cerna atau faktor psikososial yang mempengaruhi makan atau kombinasi dua atau lebih penyebab tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti lain membuat definisi bahwa masalah makan terjadi bila anak hanya mampu menghabiskan kurang dari 2/3 jumlah makanannya sehingga kebutuhan nutrien tidak terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang Mempengaruhi Masalah Makan pada Anak&lt;br /&gt;- Orangtua atau pengasuh berusaha memaksa anak untuk makan &lt;br /&gt;- Menunjukkan terlalu banyak perhatian mengenai selera makan atau kebiasaan makan anak&lt;br /&gt;- Orangtua membujuk dan mengancam anak dengan masalah makan bisa menolak untuk makan makanan di dalam mulut mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Kesulitan Makan pada Anak&lt;br /&gt; Tidak nafsu makan sama sekali&lt;br /&gt; Memuntahkan atau menyembur-nyemburkan makanan yang sudah masuk di mulut anak &lt;br /&gt; Makan berlama-lama (mengemut) dan memainkan makanan&lt;br /&gt; Sama sekali tidak mau memasukkan makanan ke dalam mulut&lt;br /&gt; Memuntahkan atau menumpahkan makanan &lt;br /&gt; Menepis suapan dari orangtua &lt;br /&gt; Tidak mengunyah tetapi langsung menelan makanan&lt;br /&gt; Kesulitan menelan, sakit bila mengunyah atau menelan makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Kesulitan Makan pada Anak (Presentasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hanya mau makan makanan cair / lumat 27,3%&lt;br /&gt;2. Kesulitan menghisap, mengunyah / menelan 24,1%&lt;br /&gt;3. Kebiasaan makan yang aneh dan ganjil 23,4%&lt;br /&gt;4. Tidak menyukai variasi banyak makanan 11,1%&lt;br /&gt;5. Keterlambatan makan sendiri 8,0%&lt;br /&gt;6. Mealing time tantrum 6,1% &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klinik perkembanganan anak Affiliated Program for children Development di di Universitas George town &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Kesulitan Makan pada Anak&lt;br /&gt; Gangguan pencernaan&lt;br /&gt; Infeksi akut &lt;br /&gt; Infeksi kronis (ISK, cacingan, TBC)&lt;br /&gt; Alergi makanan&lt;br /&gt; Gangguan perkembangan dan prilaku&lt;br /&gt; Gangguan fungsi organ&lt;br /&gt; Gangguan psikologis&lt;br /&gt; Kelainan bawaan&lt;br /&gt; Kelainan hormonal dan metabolik&lt;br /&gt; Kelainan neurologi dan SSP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komplikasi&lt;br /&gt;A. KURANG KALORI PROTEIN (PROTEIN ENERGY MALNUTRITION).&lt;br /&gt;- KWASHIORKOR&lt;br /&gt;- MARASMIK &lt;br /&gt;B. KEKURANGAN VITAMIN DAN MINERAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kurang Kalori Protein (KKP) &lt;br /&gt; KKP ringan (grafik KMS)&lt;br /&gt; Kwashiorkor : kurang protein / busung lapar. (tangan dan kaki bengkak, perut buncit, rambut rontok dan patah, gangguan kulit, gangguan mental)&lt;br /&gt; Marasmik : kurang karbohidrat. (keriput / berkerut, tidak terlihat lemak dan otot di bawah kulit, rambut mudah patah dan kemerahan, gangguan kulit, gangguan pencernaan / sering diare, pembesaran hati dll) &lt;br /&gt;Biasanya disertai anak rewel, banyak menangis, apatis sampai kesadaran menurun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kekurangan Vitamin dan Mineral&lt;br /&gt;Kesulitan makan yang berlangsung lama → kekurangan vitamin dan mineral tertentu → gangguan dan kelainan tertentu pada tubuh anak. &lt;br /&gt;Misalnya anemia gizi yaitu kurangnya kadar Hemoglobin pada anak yang disebabkan karena kurangnya asupan zat Besi (Fe) atau asam Folat.&lt;br /&gt;Gejala : &lt;br /&gt;- anak tampak pucat&lt;br /&gt;- sering sakit kepala&lt;br /&gt;- mudah lelah &lt;br /&gt;Sumber makanan kaya besi : hati, daging dan ikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan&lt;br /&gt; Bukan dengan pemberian vitamin nafsu makan karena hanya akan mengaburkan penyebab kesulitan makan &lt;br /&gt; Lakukan pendekatan yang cermat, teliti dan terpadu&lt;br /&gt; Konsultasikan dengan pakar kesehatan (dokter dan ahli gizi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Penanganan&lt;br /&gt;• PASTIKAN APAKAH BETUL ANAK MENGALAMI KESULITAN MAKAN&lt;br /&gt;• IDENTIFIKASI PENYEBAB&lt;br /&gt;• TANGANI PENYEBAB UTAMANYA &lt;br /&gt;• IDENTIFIKASI KOMPLIKASI YANG TERJADI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEDOMAN UMUM PENANGANAN KESULITAN MAKANAN &lt;br /&gt;Selain mengatasi penyebab kesulitan makan sesuai dengan penyebab, harus ditunjang dengan cara pemberian makan yang sesuai untuk anak dengan kesulitan makan. Karena anak dengan gangguan makan, kebiasaan dan perilaku makannya berbeda dengan anak yang sehat lainnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK DENGAN KESULITAN MAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beri jumlah makanan secara bertahap sedikit demi sedikit tapi sering, jangan terlalu bernafsu untuk memberi sekaligus banyak pada anak dengan masalah pencernaan.&lt;br /&gt;Bila menyuruh makan pada anak harus dengan suara lemah lembut dan dengan pendekatan yang baik tanpa memaksa. Jangan dengan perasaan emosi, marah atau dengan nada tinggi dan bersifat menekan.&lt;br /&gt;Bila sudah tiba saat jam makan tapi anak sedang asyik bermain, jangan langsung dihentikan mendadak permainan si anak, tapi ingatkan beberapa saat sebelumnya. &lt;br /&gt; Buatlah suasana makan itu menyenangkan dengan pembicaraan yang menarik bagi anak. Kurangi pembicaraan mengenai makan itu sendiri. Suasana yang "mencintai dan mendukung" amat diperlukan. Terimalah bila anak tidak menghendaki suatu jenis makanan tertentu, tetapi jelaskan nutrisi dan manfaat makanan tersebut.&lt;br /&gt; Sajikan makanan sederhana dan mudah dikenali. Anak biasanya ingin tahu apa yang dimakannya dan menolak makanan yang dicampur yang sulit dikenali bentuknya.&lt;br /&gt;Jika mungkin sajikan makanan yang dapat dipegang, misalnya kentang goreng, tempe, sate dsb.&lt;br /&gt; Setiap kali hanya mengenalkan satu jenis makanan baru.&lt;br /&gt; Sajikan dalam porsi kecil, terutama makanan yang baru dikenal atau yang tidak disenanginya.&lt;br /&gt; Perhatikan penampilan dari bentuk, tekstur, warna dan rasa dari makanan. Kreatiflah dalam menyajikan makanan, misalnya membuat dadar telur yang berwajah, dsb.&lt;br /&gt;Ikut sertakan anak untuk menentukan menu makanan yang hendak dimakan. Jika anak merasa menjadi bagian dari aktivitas, maka biasanya mereka menjadi lebih tertarik. Gunakan lembar berisi informasi tentang makanan beserta gambar, misalnya daging, telur, ayam, ikan sayur-sayuran. &lt;br /&gt; Berilah contoh makan yang baik bagi anak. Orangtua yang tidak bersemangat untuk makan atau rewel makan akan menjadi contoh yang buruk bagi anak.&lt;br /&gt; Menjaga nafsu makan anak dan memastikan bahwa anak mendapatkan kebutuhan tubuhnya. Beberapa ahli psikologi perkembangan anak tidak menyarankan anak dipaksa untuk makan apapun penyebabnya, karena semakin dipaksa anak akan semakin memberontak.&lt;br /&gt;Menghidangkan menu yang bervariasi agar tidak bosan. Yaitu dengan mengganti bahan masakan juga cara pengolahannya. &lt;br /&gt; Mempercantik tampilan makanan. Misalnya menghidangkan nasi goreng dengan diberi gambar wajah, mata yang terbuat dari tomat, bibir dari sosis, dan hidung dari ketimun. &lt;br /&gt; Saat anak sedang merasa sedih, cobalah untuk terlebih dahulu membuat perasaan anak lebih baik dengan menunjukkan kasih sayang dan mencoba mengerti penyebab mengapa anak merasa sedih. &lt;br /&gt; Biarkan anak makan sendiri. Jangan takut dengan kekotoran yang disebabkan anak makan sendiri, karena yang penting di sini adalah anak merasa mampu, dipercaya oleh orangtua, semakin mandiri dan kemampuan motoriknya juga akan terlatih dan berkembang baik.&lt;br /&gt; Jangan memburu-buru anak agar makan dengan cepat. Anak yang makannya berlama-lama, tidak perlu diburu-buru. Berikan perpanjangan waktu yang cukup dan selesaikan dengan baik. &lt;br /&gt; Tidak perlu setiap kali mengikuti keinginan anak dengan mengganti menu sesuai keinginannya. Sebaiknya tanamkan kesadaran pada anak bahwa makan adalah kebutuhan dan tugasnya agar tetap sehat. &lt;br /&gt; Jika anak tidak mau makan dan si anak berada dalam keadaan sehat, diamkan dahulu sampai tiba waktu makan selanjutnya anak akan merasa lapar dan makan dengan lahap.&lt;br /&gt; Tidak perlu memberikan porsi yang banyak kepada anak, sehingga sulit dihabiskan. Lebih baik memberikan porsi yang sedang, jika anak merasa kurang, ia boleh minta tambah.&lt;br /&gt; Berikan makanan secara bertahap sesuai jenis dan kandungan gizi satu persatu, mulai dari yang mengandung banyak zat besi dan protein (misalnya daging),dst. Jika anak merasa sudah kenyang tidak perlu memaksa anak untuk makan.&lt;br /&gt;makanan sehari-hari, disertai pemahaman bahwa menu makanan bergizi sangat penting untuk kesehatan anak.&lt;br /&gt; Reaksi Kadangkala ajak anak anda untuk terlibat dalam perencanaan menu orangtua akan menentukan arah dan proses pembelajaran anak terhadap berbagai hal sampai mereka menemukan kesadaran dan tanggungjawab secara internal. Jika reaksi orangtua lemah terhadap makanan, maka anak juga akan demikian. &lt;br /&gt; Kebiasaan makan orangtua akan menjadi contoh bagi anak, karena itu biasakanlah menyantap makanan beragam. Pastikan hanya makanan sehat dan bergizi yang tersedia di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENCEGAH KESULITAN MAKAN SECARA PSIKOLOGIS&lt;br /&gt;• Bina hubungan antara keluarga (ayah, ibu, saudara dan lainnya) dengan baik dan penuh kasih sayang. Jauhi penggunaan emosi berupa teriakan, umpatan, membanting sesuatu, memukul dsb&lt;br /&gt;• Hindari stres yang berlebihan pada orang tua, bila sedang mengalami stres sedapat mungkin jangan diungkapkan di depan anak.&lt;br /&gt;• Binalah komunikasi terhadap anak dengan sentuhan rasa kasih sayang dengan menggunakan suara yang lemah lembut, hangat dan bersahabat.&lt;br /&gt;• Buat jadwal rutin kebiasaan makan bersama, ciptakan suasana makan yang baik, penuh kasih sayang dan kekekluargaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIPS UNTUK MENCIPTAKAN VARIASI MAKANAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mencoba dengan bahan yang sama tetapi dengan resep yang berbeda, misalnya : &lt;br /&gt;Jagung selain dibuat sop, bisa juga dimasak untuk dadar jagung, atau makanan selingan seperti kue jagung, jenang jagung dls.&lt;br /&gt;Menambah makanan selingan dengan bahan yang bergizi diantara makanan utama misalnya : &lt;br /&gt;Ketela pohon direbus, dihaluskan,dikepal, diisi gula merah, dicelupkan dalam adukan 1 butir telor lalu digoreng. atau membuat perkedel wortel dicampur daging, dls.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. JENIS DAN FUNGSI BAHAN MAKANAN&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;Dr. Najmi Puspasari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi&lt;br /&gt;Zat makanan adalah satuan yang menyusun bahan makanan tersebut. &lt;br /&gt;Bahan makanan disebut juga komoditas pangan dalam perdagangan, ialah apa yang kita beli, masak dan susun menjadi hidangan. Contoh beras, jagung, daging, telur dsb.&lt;br /&gt;Zat makanan bahan dasar menurut ilmu gizi atau nutrient yang kita kenal adalah karbohidrat atau hidrat arang, protein, lemak, vitamin dan mineral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan Makanan &lt;br /&gt;• Bahan makanan pokok&lt;br /&gt;Dianggap terpenting karena mempunyai kwantum terbesar diantara bahan makanan yang sedang dikonsumsi dan merupakan sumber utama kalori atau energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bahan makanan lauk-pauk&lt;br /&gt;Merupakan sumber utama protein didalam hidangan. Dikenal dengan protein hewani (daging, ikan, telur dsb) dan nabati (kacang-kacangan, tahu dan tempe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bahan makanan sayur dan buah-buahan&lt;br /&gt;Termasuk bahan nabati. Merupakan penghasil vitamin dan mineral. Sayur dan buah yang menghasilkan energi dalam jumlah cukup banyak seperti nangka muda dan sukun. Pisang, sawo dan alpukat merupakan salah satu buah yang banyak menghasilkan energi Energi didalam alpukat berasal dari lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zat Makanan&lt;br /&gt; Karbohidrat adalah nama kelompok bagi ikatan-ikatan organic berfungsi menghasilkan enersi. Karbohidrat terdiri dari unsur-unsur, C, H dan O.&lt;br /&gt; Lemak juga merupakan kumpulan ikatan-ikatan organic dengan berbagai struktur molekul, dan larut dalam zat-zat pelarut tertentu.&lt;br /&gt; Protein merupakan senyawa organik yang secara kimiawi terdiri dari unsur C (karbon), H (hidrogen), O (oksigen), N (nitrogen), dan bisa mengandung P (fosfor), S (belerang), Fe (besi) dan I (Iodium)&lt;br /&gt; Mineral adalah senyawa organik yang tersusun atas kalsium (Ca), fosfor (P), natrium (Na), kalium (K), magnesium (Mg), klor (Cl), sulfur (S), dan ferrum (Fe), tembaga (Cu), iodium (I), mangan (Mn), kobalt (Co), selenium (Se), Flour (F) dan seng (Zn). &lt;br /&gt; Vitamin dan mineral merupakan kumpulan dari berbagai zat atau ikatan dengan struktur yang berbeda-beda.&lt;br /&gt; Air dan oksigen hanya terdiri dari satu jenis struktur molekul yaitu H2O dan O2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Zat Makanan&lt;br /&gt;Bahan makanan diurai menjadi berbagai zat makanan atau zat gizi atau nutrient. Zat makanan inilah yang diserap melalui dinding usus dan masuk ke dalam cairan tubuh. &lt;br /&gt;1. Sebagai sumber energi atau tenaga&lt;br /&gt;Pada kondisi kekurangan gizi, fungsi sebagai penghasil energi yang mula-mula dikorbankan. &lt;br /&gt;2. Menyokong pertumbuhan badan&lt;br /&gt;Yaitu dengan pembentukan sel baru. Pada pertumbuhan,dibentuk sel-sel baru yang ditambahkan pada sel-sel yang ada. Pada pemeliharaan jaringan dibentuk sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel lama yang telah rusak. &lt;br /&gt;3. Memelihara jaringan tubuh, mengganti yang rusak atau aus terpakai&lt;br /&gt;Berjalan seiring dengan fungsi pertumbuhan, setelah fungsi pertumbuhan selesai, fungsi pemeliharaan jaringan berjalan terus sampai meninggal.&lt;br /&gt;4. Mengatur metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan, misalnya keseimbangan air, keseimbangan asam basa dan keseimbangan mineral didalam cairan tubuh.&lt;br /&gt;Mekanisme yang langsung mempengaruhi dan mengatur sintesa berbagai ikatan organic didalam tubuh, pengaturannya melalui system enzim. Pada dasarnya enzim-enzim ini diatur oleh system hormonal dan system saraf. Pengaturan ini memerlukan zat gizi sebagai bahan dasar. &lt;br /&gt;Pada defisiensi protein, pengaturan aliran cairan tubuh menderita hambatan sehingga terjadi stagnasi cairan tubuh didalam jaringan yang disebut Oedema.&lt;br /&gt;5. Berperan didalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit, misalnya antitoksi dan antibody&lt;br /&gt;Mekanisme pertahanan tubuh juga dipengaruhi oleh kondisi zat gizi. Terdiri atas system seluler dan system humoral. &lt;br /&gt;System selular dilaksanakan oleh sel-sel seperti leukocyte dan RES. Sedangkan system pertahanan humoral dilakukan oleh antibody yang terbentuk dari protein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggolongan Bahan Makanan Berdasarkan Fungsi Zat Gizinya&lt;br /&gt;• Zat gizi penghasil energi, yaitu karbohidrat, lemak dan protein. Sebagian besar dihasilkan oleh bahan makanan pokok.&lt;br /&gt;• Zat gizi pembangun sel, terutama diduduki oleh protein, sehingga bahan pangan ini tergolong dalam bahan makanan sumber zat pembangun.&lt;br /&gt;• Zat gizi pengatur, terdiri dari vitamin dan mineral. Yang termasuk didalamnya adalah sayur dan buah sebagai bahan makanan sumber zat gizi pengatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Karbohidrat&lt;br /&gt;• Karbohidrat sumber kalori utama bagi manusia. Walaupun jumlah kalori yang dihasilkan hanya 4 kal dari 1 gram karbohidrat, namun bila dibanding protein dan lemak, karbohidrat merupakan sumber kalori yang lebih mudah didapat. Disamping itu beberapa golongan karbohidrat mengandung serat (dietary fiber) yang berguna bagi pencernaan.&lt;br /&gt;• Karbohidrat merupakan sumber energi bagi semua individu.&lt;br /&gt;• Karbohidra mudah di dapatkan dan hampir semua bahan makanan mengandung karbohidrat.&lt;br /&gt;• Berdasarkan susunan kimia dari karbohidrat, maka karbohidrat terbagi tiga, yaitu Monosakarida, Disakarida, Polisakarida, dan Serat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi karbohidrat bagi tubuh&lt;br /&gt;• 1) Menghasilkan energi&lt;br /&gt;• 2) Cadangan tenaga bagi tubuh&lt;br /&gt;• 3) Memberikan rasa kenyang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan Karbohidrat bagi tubuh&lt;br /&gt;• Tinggi rendahnya aktifitas seseorang, maka akan berbeda kebutuhan karbohidratnya. Bagi orang dewasa yang bekerja tidak terlalu berat, kebutuhantubuh rata-rata akan karbohidrat antara 8 sampai 10 gram untuk tipa kilogram berat badan setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbohidrat dalam Bahan Makanan&lt;br /&gt;• Karbohidrat banyak terdapat dalam bahan makanan nabati, berupa gula sederhana, heksosa, pentosa, maupun karbohidrat dengan berat molekul yang komplek seperti pati, pektin, selulosa, dan lignin.&lt;br /&gt;• Pada umumnya buah-buahan mengandung monosakarida seperti glukosa dan fruktosa. Disakarida seperti gula tebu (sukrosa atau sakarosa) banyak terkandung dalam batang tebu; di dalam air susu terdapat laktosa atau gula susu.&lt;br /&gt;• Beberapa golongan oligoskarida seperti dekstrin terdapat dalam pati, roti, sirup , dan bir.&lt;br /&gt;• Sedangkan berbagai polisakarida seperti pati banyak terdapat dalam buah-buahan.&lt;br /&gt;• Sumber karbohidrat yang utama dalam bahan makanan adalah serealia dan umbi-umbian. Seperti terdapatnya kandungan pati yang berbeda-beda pada beberapa golongan serealia.&lt;br /&gt;• Pada hasil ternak, khususnya daging, karbohidrat terdapat dalam bentuk glikogen yang tersimpan dalam jaringan otot dan dalam hati.&lt;br /&gt;• Karbohidrat yang terdapat pada daging ternak terdiri dari glikogen. Glikogen terdapat dalam tenunan, terutama hati, cepat sekali mengalami pemecahan menjadi glukosa setelah lernak dipotong.&lt;br /&gt;• Pada daging yang berwarna merah terdapat gula dalam jumlah kecil (D-glukosa, D-fruktosa, dan D-ribosa) yang terekstraksi ke dalam kaldu daging. Pada susu karbohidrat terdapat dalam bentuk laktosa; air susu sapi mengandung sekitar 5% laktosa, tetapi pada susu skim kering terkandung lebih dari 50% laktosa.&lt;br /&gt;Fungsi Glukosa&lt;br /&gt;• Sumber energi&lt;br /&gt;• Pemberi rasa manis pada makanan&lt;br /&gt;• Penghemat protein&lt;br /&gt;• Pengatur metabolisme lemak&lt;br /&gt;• Membantu pengeluaran feses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Berhubungan dengan Karbohidrat&lt;br /&gt;1. Penyakit kurang kalori dan protein (KKP) / Protein calori malnutrition (PCM) / Protein energy malnutrition (PEM)&lt;br /&gt;Terjadi karena defisiensi energi dan defisiensi protein. &lt;br /&gt;Gejala marasmus : anak sangat kurus, muka berkerut seperti orang tua, kadang disamakan dengan muka monyet pada anak yang baru lahir, anak tergeletak pasif (apatis), tidak terasa jaringan lemak subkutan. &lt;br /&gt;Gejala kwashiorkor : anak apatis, rambut kepala halus dan jarang, bewarna kemerahan kusam, rambut mudah dicabut tanpa rasa sakit, kemungkinan ada edema, masih adanya jaringan subkutan.&lt;br /&gt;2. Penyakit kegemukan (obesitas)&lt;br /&gt;Ketidak seimbangan antara konsumsi kalori dan kebutuhan energi, dimana konsumsi terlalu berlebih dibanding kebutuhan / pemakaian energi. Obesitas : BB &gt; 15% pada laki-laki &amp; BB &gt; 20% pada perempuan dari BB ideal. &lt;br /&gt;3. Diabetes mellitus&lt;br /&gt;Merupakan gangguan metabolic yang bersangkutan dengan karbohidrat glukosa. Karena glukosa tidak dapat dipergunakan untuk menghasilkan energi, maka lemak dan protein lebih banyak dipecah untuk menghasilkan energi yang diperlukan sehingga terjadi peningkatan glukoneogenesis. Peningkatan pemecahan asam lemak menghasilkan asam keton.&lt;br /&gt;4. Lactose intolerance&lt;br /&gt;Merupakan gangguan metabolic yang mengenai disakarida laktosa. Gejala yang terjadi ialah penderita akan mengalami diare bila mendapat air susu atau produk susu. Penyakit ini diturunkan (herediter). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Protein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Protein bukanlah merupakan zat tunggal akan tetapi terdiri dari unsur-unsur pembentuk protein yang disebut asam amino.&lt;br /&gt;• Suatu protein dapat diibaratkan sebagai seuntai kalung yang terbuat dari manik-manik yang bentuk dan ukurannya tidak sama akan tetapi dapat membentuk kalung yang serasi.&lt;br /&gt;• Protein sangat diperlukan tubuh. Fungsi utamanya sebagai zat pembangun sangat diperlukan pada masa pertumbuhan. Pada masa bayi hingga remaja, kebutuhan protein lebih besar persentasenya dibandingkan dengan pada masa dewasa dan manula. Pada masa dewasa dan manula protein dibutuhkan untuk mempertahankan jaringan-jaringan tubuh dan mengganti sel-sel yang telah rusak.&lt;br /&gt;• Asam amino merupakan hasil hidrolisis protein dengan asam, alkali, dan enzim. Asam amino terdiri dari sebuah gugus amino dan sebuah gugus karboksil serta sebuah atom hidrogen.&lt;br /&gt;• Asam amino terbagi dua,yaitu asam amino essensial dan non essensial. Asam amino essensial merupakan as.amino yang dapat dibentuk oleh tubuh manusia, sedangkan as. Amino non essensial tidak dapat dibentuk oleh tubuh manusia, sehingga didapat dari makanan sehari-hari. Contoh asam amino essensial adalah lisin, leusisn, isolusin, teronin, metionin, valin, venilalanin, histidin, dan originin. Arginin tidak essensial bagi anak-anak dan orang dewasa tetapi berguna bagi pertumbuhan bayi, sedang histidin, essensial bagi anak-anak tetapi tidak essensial bagi orang dewasa.&lt;br /&gt;• Fungsi utama protein bagi tubuh ialah untuk membentuk jaringan baru dan mempertahankan jaringan yang telah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan Kimiawi Protein&lt;br /&gt;• Protein terbentuk dari banyak asam amino. Protein merupakan suatu zat makanan yang amat penting bagi tubuh. Zat ini disamping berfungsi sebagai penghasil energi, dalam tubuh juga memiliki fungsi utama sebagai zat pembangun dan pengatur.&lt;br /&gt;• Protein adalah sumber asam–asam amino yang mengandung unsur-unsur Carbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), dan Nitrogen (N) yang tidak dimiliki lemak dan karbohidrat.&lt;br /&gt;• Molekul protein juga mengandung fosfor, belerang, dan ada jenis protein yang mengandung unsur logam seperti besi dan tembaga.&lt;br /&gt;• Diet manusia harus mengandung 10 asam amino esensial. Manusia tidak dapat mensintesa kesepuluh asam amino ini dalam jumlah yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bayi atau mempertahankan kesehatan orang dewasa. Dalam bentuk protein asam amino melaksanakan banyak fungsi struktural, hormonal dan katalitik yang esensial bagi kehidupan.&lt;br /&gt;• Protein merupakan komponen terbesar di dalam tubuh setelah air. Diperkirakan 50% dari berat kering sel dalam jaringan seperti misalnya hati dan daging terdiri dari protein, dan dalam tenunan segar sekitar 20%.&lt;br /&gt;• Berdasarkan susunan kimiawi dari masing-masing protein dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu Protein sederhana, Protein bersenyawa, dan Turunan atau derivat dari protein (albuminosa, pepton, gelatin, peptida)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutu Protein Makanan&lt;br /&gt;• Kandungan asam amino esensial pada protein dapat membedakan penggolongan protein.&lt;br /&gt;• 1) Protein sempurna, merupakan protein yang mengandungan semua asam amino esensial. Protein sempurna dapat diperoleh dari bahan makanan hewani, telur dan susu.&lt;br /&gt;• 2) Protein tidak sempurna, merupkan protein yang tidak mengandung semua asam amiono esensial. Sumbernya berasal dari bahan pangan nabati contohnya kacangkacangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Protein yang terdapat dalam bahan makanan hewani, seperti telur, daging , ikan, ayam, udang dan sebagainya, mengandung semua jenis asam amino, sehingga bahan makanan tersebut termasuk dalam golongan protein sempurna. Protein sempurna juga terdapat pada bahan pangan nabati. Namun hanya dari kelompok kacang-kacangan saja yang mengandung protein sempurna, sementara dari golongan pangan nabati lainnya tergolong protein tidak sempurna.&lt;br /&gt;• Protein tidak sempurna dari dua bahan nabati apabila digabungkan, maka kedua jenis protein itu akan saling mengisi sehingga dapat membentuk protein yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Protein Bagi Tubuh&lt;br /&gt;• 1) Untuk membangun sel-sel jaringan tubuh manusia&lt;br /&gt;• 2) Untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak atau aus&lt;br /&gt;• 3) Menjaga keseimbangan asam basa pada cairan tubuh&lt;br /&gt;• 4) Sebagai penghasil energi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan makanan sumber protein&lt;br /&gt;• Menurut sumbernya protein terbagi dua, yaitu protein hewani dan protein nabati. Protein hewani adalah protein yang berasal dari berbagai bahan makanan dari hewan, sedangkan protein nabati adalah protein yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan makanan yang banyak mengandung protein hewan:&lt;br /&gt;• 1). Daging&lt;br /&gt;• 2). Ikan&lt;br /&gt;• 3). Telur&lt;br /&gt;• 4). Susu&lt;br /&gt;Bahan-bahan makanan yang banyak mengandung Protein nabati:&lt;br /&gt;• 1) Beras sebagai sumber protein.&lt;br /&gt;• 2) Kacang-kacangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan protein&lt;br /&gt;• Kebutuhan protein bagi manusia dapat ditentukan dengan cara menghitung protein yang diganti dalam tubuh. Ini bisa dilakukan dengan menghitung jumlah jumlah unsur nitrogen ( zat lemas ) yang ada dalam dalam protein makanan dan menghitung pula jumlah unsur nitrogen yang dikeluakan tubuh melalui air seni dan tinja.&lt;br /&gt;• Jumlah unsur nitrogen yang dikeluarkan dari tubuh seorang laki-laki dewasa yang berat badannya 70 kg kira-kira sebanyak 3 gram sehari. Tiga gram nitrogen ini ekivalen dengan 3 X 6.25 gram protein 18.75 gram protein ( 1 gram zat putih telur mengandung 0.16 gram unsur nitrogen.&lt;br /&gt;• kebutuhan protein bagi seorang dewasa adalah 1 gram untuk setiap 1 kilogram berat badannya setiap hari. Untuk anak-anak yang sedang tumbuh , diperlukan protein dalam jumlah yang lebih banyak, yaitu 3 gram untuk setiap kilogram berat badan. Perbedaan ini disebabkan karena pada anak-anak, protein lebih banyak dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan, sedangkan pada orang dewasa fungsi protein hanya untuk mempertahankan jaringan tubuh dan mengganti sel-sel yang telah rusak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat Kekurangan Protein&lt;br /&gt;• Kekurangan konsumsi protein pada anak-anak dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan badan si anak.&lt;br /&gt;• Pada orang dewasa kekurangan protein mempunyai gejala yang kurang spesifik, kecuali pada keadaan yang telah sangat parah seperti busung lapar. Busung lapar yang banyak di derita oleh kelompok rawan gizi terutama bayi dan balita sungguh memprihatinkan. Pemerintah dengan beberapa program gizi telah berupaya untuk mengatasi masalah gizi tersebut. Akibat dari kekurangan protein dapat menyebabkan kwashiorkor.&lt;br /&gt;• Kwashiorkor merupakan salah satu penyakit yang timbul akibat kekurangan protein, kwashiorkor banyak diderita oleh bayi dan anak pada usia enam bulan sampai usia tiga tahun (Balita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri Penderita Kwashiorkor&lt;br /&gt;• - Pembengkakan pada kaki dan tangan&lt;br /&gt;• - Wajah sembab, otot kendur&lt;br /&gt;• - Rambut kemerahan dan mudah putus&lt;br /&gt;• - Muka seperti bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pada usia ini merupakan masa yang sangat rawan, karena merupakan masa peralihan dari ASI (air susu ibu) ke PASI (pengganti air susu ibu) atau ke makanan sapihan. Banyak para ibu menganggap bahwa makanan pengganti ASI atau makanan sapihan adalah makanan yang mengandung beras dan serealia saja. Mereka kurang memperhatikan komposisi zat gizi yang harus terkandung dalam makanan sapihan.&lt;br /&gt;• Makanan sapihan pada umumnya mengandung karbohidrat dalam jumlah yang besar tetapi sangat sedikit kandungan proteinnya atau sangat rendah mutu proteinnya. Padahal justru pada usia tersebut protein sedang sangat diperlukan bagi pertumbuhan badan anak. Penggunaan makanan sapihan yang bersifat instan sebaiknya tidak terlalu sering diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lemak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Terbentu dari 95% asam lemak &amp; gliserol. Lemak merupakan sumber energi selain karbohidrat dan protein. Dengan adanya kelebihan konsumsi lemak yang tersimpan sebagai cadangan energi, maka jika seseorang berada dalam kondisi kekurangan kalori, maka lemak merupakan cadangan pertama yang akan digunakan untuk mendapatkan energi setelah protein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Lemak cadangan ini terutama disimpan di bawah kulit, di sekitar otot. Selain itu, terdapat pula simpanan lemak di sekitar jantung, paru-paru, ginjal dan organ tubuh lainnya.&lt;br /&gt;• Kumpulan lemak disekitar ginjal ini mempunyai kegunaan khusus, yaitu untuk menjaga agar ginjal tidak mudah berpindah tempat. Cadangan lemak seperti ini tidak digunakan sebagai cadangan kalori, kecuali dalam keadaan yang benar-benar memaksa. Pada orang gemuk, di sekitar perut dam mamae sering terdapat tumpukan lemak dalam jumlah yang lebih banyak.&lt;br /&gt;• Cadangan lemak memang diperlukan di dalam tubuh. Tetapi jika cadangan ini jumlahnya terlalu banyak dapat berdampak pada gangguan kesehatan. Orang yang di dalam tubuhnya terdapat timbunan lemak dalam jumlah yang berlebihan mempunyai kecendrungan untuk menderita penyakit jantung, ginjal, diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit lainnya. Seseorang dengan kelebihan berat badan 10 % dari berat idealnya, maka orang tersebut sudah dapat digolongkan gemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Lemak Bagi Tubuh&lt;br /&gt;• 1) Penghasil energi&lt;br /&gt;• 2) Penghasil asam lemak esensial.&lt;br /&gt;• 3) Sebagai pelarut vitamin.&lt;br /&gt;• 4) Memberi rasa kenyang&lt;br /&gt;• 5) Protein Sparer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemak dalam makanan&lt;br /&gt;• Lemak dan minyak terdapat pada hampir semua bahan pangan dengan kandungan yang berbeda-beda. Tetapi lemak dan minyak sering kali ditambahkan dengan sengaja ke bahan makanan dengan berbagai tujuan.&lt;br /&gt;• Dalam pengolahan makanan, minyak dan lemak berfungsi sebagai penghantar panas, seperti minyak goreng, shortening (mentega putih), lemak (gajih), mentega,dan margarin.&lt;br /&gt;• Penambahan lemak juga dimaksudkan untuk meningkatkan tekstur dan cita rasa makanan, seperti pada kembang gula, penambahan shortening pada pembuatan kue-kue, dan pada beberapa jenis masakan lainnya. Penambahan lemak dapat meningkatkan citarasa dan mutu dari suatu makanan, namun penggunaannya harus tetap terkendali dan jumlahnya tidak berlebihan.&lt;br /&gt;• Berbagai bahan pangan seperti daging, ikan, telur, susu, apokat, kacang tanah, dan beberapa jenis sayuran mengandung lemak atau minyak yang biasanya termakan bersama bahan tersebut.&lt;br /&gt;• Lemak dan minyak tersebut dikenal sebagai lemak tersembunyi (invisible fat). Sedangkan lemak atau minyak yang telah diekstraksi dari ternak atau bahan nabati dan dimurnikan dikenal sebagai lemak minyak biasa atau lemak kasat mata (visible fat). Lemak visible fat sering digunakan dalam berbagai pengolahan makanan. Sedangkan lemak tersembunyi adalah yang langsung dikonsumsi manusia saat seseorang mengkonsumsi makanan.&lt;br /&gt;• Lemak hewani mengandung banyak sterol yang disebut kolesterol, sedangkan lemak nabati menngandung fitosterol.&lt;br /&gt;• Lemak hewan darat seperti lemak susu, lemak babi, lemak sapi. Lemak hewan laut seperti minyak ikan paus, minyak ikan cod, minyak ikan Herring berbentuk cair dan disebut minyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai Gizi Lemak&lt;br /&gt; Minyak dan lemak berperan sangat penting dalam gizi kita terutama karena merupakan sumber energi, cita rasa, serta sumber vitamin A, D, E, dan K.&lt;br /&gt; Manusia dapat digolongkan makhluk omnivora. Artinya makannya terdiri dari bahan hewani maupun nabati, karena itu dapat menerima minyak dan lemak dari berbagai sumber baik ternak maupun tanaman. Minyak merupakan jenis makanan yang paling padat energi, yaitu mengandung 9 kkal per gram atau 37 kilojoul per gram.&lt;br /&gt; Susunan menu manusia sangat bervariasi terutama terhadap proporsi relatif protein, karbohidrat, dan lemak/minyaknya, lokasi, kebiasaan, dan tradisi. Konsumsi lemak/minyak meskipun dapat fleksible jumlahnya dalam diet, tetapi perlu diperhatikan akibat dari konsumsi lemak dan minyak yang tinggi terhadap metabolisme dan kesehatan manusia.&lt;br /&gt; Pada umumnya proporsi minyak dan lemak yang dikonsumsi ada kaitannya dengan tingkat ekonomi suatu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Vitamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Istilah vitamine atau vitamin pada mulanya dikenalkan oleh seorang ahli kimia Polandia yang bernama Funk. Ia percaya bahwa zat penangkal penyakit beri-beri yang larut dalam air itu suatu amina yang sangat vital, dan dari kata tersebut lahirlah istilah vitamine dan yang kemudian menjadi vitamin.&lt;br /&gt;• Saat ini vitamin dikenal sebagai suatu kelompok senyawa organik yang tidak termasuk dalam golongan protein, karbohidrat, maupun lemak. Senyawa ini terdapat dalam jumlah yang kecil dalam bahan makanan tapi sangat penting peranannya bagi tubuh untuk menjaga kelangsungan kehidupan serta pertumbuhan.&lt;br /&gt;• Vitamin merupakan suatu molekul organik yang sangat diperlukan tubuh untuk proses metabolisme dan pertumbuhan yang normal. Vitamin tidak dapat dihasilkan oleh tubuh manusia dalam jumlah yang cukup, oleh karena itu harus diperoleh dari bahan pangan yang dikonsumsi. Terkecuali pada vitamin D, yang dapat dibentuk dalam kulit jika kulit mendapat sinar matahari.&lt;br /&gt;• Dalam bahan pangan hanya terdapat vitamin dalam jumlah relatif sangat kecil, dan terdapat dalam bentuk yang berbedabeda, diantaranya ada yang berbentuk provitamin atau calon vitamin (precursor) yang dapat diubah dalam tubuh menjadi vitamin yang aktif. Segera setelah diserap oleh tubuh provitamin akan mengalami perubahan kimia sehingga menjadi satu atau lebih bentuk yang aktif.&lt;br /&gt;• Hampir semua vitamin yang kita kenal sekarang telah berhasil diidentifikasi sejak tahun 1930. Vitamin pada umumnya dapat dikelompokan ke dalam dua golongan utama yaitu:&lt;br /&gt;• 1.Vitamin yang larut dalam lemak yaitu vitamin A, D, E, dan K&lt;br /&gt;• 2.Vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin C dan vitamin B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hampir semua vitamin yang kita kenal sekarang telah berhasil diidentifikasi sejak tahun 1930. Vitamin pada umumnya dapat dikelompokan ke dalam dua golongan utama yaitu:&lt;br /&gt;• 1.Vitamin yang larut dalam lemak yaitu vitamin A, D, E, dan K&lt;br /&gt;• 2.Vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin C dan vitamin B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitamin A Dalam Bahan Makanan&lt;br /&gt;• Dalam bahan makanan terdapat vitamin A adalah bentuk karoten sebagai ester dari vitamin A dan sebagai vitamin A bebas. Keaktifan biologis karoten jauh lebih rendah dibandingkan dengan vitamin A. Karena karoten merupakan sumber utama vitamin A bagi masyarakat di negara yang sedang berkembang, maka absorpsi dan ketersediaan karoten perlu diketahui.&lt;br /&gt;• Vitamin A dalam bahan makanan dinyatakan dalam satu kesatuan yang disebut kesatuan internasional ( disingkat ki ) yaitu sebanyak 0.6 mikrogram beta karotin.&lt;br /&gt;• Pada umumnya sayuran dan buah-buahan yang berwarna banyak mengandung karotin. Ada hubungan langsung antara derajat kehijauan sayuran dengan kadar karoten. Semakin hijau daun tersebut semakin tinggi kadar karotennya, sedang daun-daun yang pucat seperti selada dan kol, labu siam, miskin akan karoten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa kemampuan tubuh menyerap karoten yang berasal dari sayuran hanya 33 – 58% atau rata-rata 50%. Tidak semua karoten yang terserap tersebut dapat diubah menjadi vitamin A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan Vitamin A Bagi Tubuh&lt;br /&gt;• FAO–WHO telah mengadakan perhitungan, bahwa separuh dari karoten yang terserap oleh tubuh akan diubah menjadi vitamin A, jadi kira-kira hanya 1/6 dari kandungan karoten dalam bahan makanan yang akhirnya akan dimanfaat oleh tubuh.&lt;br /&gt;• Satuan takaran untuk vitamin A yang digunakan adalah International Unit (IU) atau Satuan Internasional (SI). Saat ini satuan untuk takaran vitamin A diganti dengan retional equivalent (RE), karena satuan ini lebih tepat dan dapat memberikan gambaran keadaan yang sesungguhnya, termasuk pertimbangan masalah penyerapan karoten serta derajat konversinya menjadi vitamin A.&lt;br /&gt;• 1 RE = 1 ug retinol (3,33 IU)&lt;br /&gt;• 1 RE = 6 ug �� – karoten (10 IU)&lt;br /&gt;• 1 RE = 12 ug karotenoid (10 IU)&lt;br /&gt;• Terlalu banyak konsumsi vitamin A dapat menyebabkan hipervitaminosis, suatu keadaan keracunan yang disebabkan oleh terlalu banyak konsumsi vitamin A, yaitu bila mengkonsumsi 75.000 sampai 500.000 SI (45 sampai 300 mgr ��-karoten) setiap hari untuk jangka waktu beberapa bulan. Penyimpanan vitamin A dalam tubuh. 95 % dari cadangan vitamn A disimpan oleh tubuh dalm hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat Kekurangan Vitamin A&lt;br /&gt;• Dalam tubuh vitamin A berperan dalam penglihatan/ mata, permukaan epitel, serta membantu proses pertumbuhan.&lt;br /&gt;• Peranan retinol pada penglihatan normal sangat penting karena daya penglihatan mata sangat tergantung oleh adanya rodopsin, suatu pigmen yang mengandung retinol.&lt;br /&gt;• Kekurangan Vitamin A dapat mengakibatkan:&lt;br /&gt;• (a) Gangguan penglihatan&lt;br /&gt;• (b) Kerusakan Jaringan Epitel.&lt;br /&gt;• (c) Gangguan Pertumbuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Vitamin A&lt;br /&gt;• (1) Bahan pangan hewani&lt;br /&gt;• Berbagai makanan hewani seperti susu, keju, kuning telur, hati dan berbagai ikan yang tinggi kandungan lemaknya merupakan sumber utama bagi retinol.&lt;br /&gt;• (2) Bahan pangan nabati&lt;br /&gt;• Beberapa sayuran dan buah-buahan yang berwarna kuning atau merah, terutama wortel kaya akan vitamin A. Sedangkan sayuran hijau penting artinya sebagai sumber vitamin A bagi masyarakat di daerah pedesaan karena murah dan mudah didapat secara lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitamin D&lt;br /&gt;• Tidak seperti halnya vitamin-vitamin lain, vitamin D dapat disintesis dalam tubuh manusia dan hewan dalam bentuk vitamin D2. laju sintesis vitamin D dalam kulit tergantung jumlah sinar matahari yang diterima serta konsentrasi pigmen di kulit. Agar tubuh tidak kekurangan vitamin D, maka dianjurkan untuk selalu memanfaatkan sinar matahari untuk kesehatan, terutama di pagi hari Dikenal 4 macam vitamin D, yaitu vitamin D2, D3, D6, dan D4. Vitamin D1 tidak ada. Vitamin D2 terdapat di dalam tumbuhtumbuhan dan disebut kalsiferol, sedangkan vitamin D3 terdapat didalam tubuh hewan tekenal dengan nama ergosterol yang apabila terkena sinr matahari ( sinar ultra violet ) akan berubah menjadi vitamin D aktif. Vitamin D tidak begitu penting artinya di negara beriklim tropis karena agak jrang ditemukan penyakit akibat kekurangan vitamamin ini, kecuali dibeberapa tempat tertentu.&lt;br /&gt;• Peranan vitamin D sangat penting bagi metabolisme kalsium dan fosfor. Dengan adanya vitamin D, absorpsi kalsium oleh alat pencernaan akan diperbaiki, Kalsium dan fosfor dari tulang dimobilisasi. Pengeluaran kalsium dan fosfor dari tulang dimobilisasi, pengeluaran dan keseimbangan mineral dalam darah ikut dikendalikan.&lt;br /&gt;• Vitamin D dari makanan yang dikonsumsi diserap bersama-sama lemak dan masuk ke dalam saluran darah melalui dinding usus kecil jejunum dan ileum dan diangkut ke dalam chylomicron melalui sirkulasi limpa.&lt;br /&gt;• Kekurangan vitamin D akan mengakibatkan gangguan penyerapan kalsium dan fosfor pada saluran pencernaan dan gangguan mineralisasi struktur tulang dan gigi.&lt;br /&gt;• Fungsi Vitamin D Bagi Tubuh&lt;br /&gt;• - Mengatur metabolisme garam dapur.&lt;br /&gt;• - Menggiatkan penyerapan gram kapur dan garam fosfor.&lt;br /&gt;• - Mengatur pembentukan garam fosfor dalam tubuh yang digunakan untuk pengerasan tulang.&lt;br /&gt;• Kekurangan vitamin D mengakibatkan penyakit rakhitis. Pada penyakit ini tulang-tulang tetap lunak, sehingga mudah berubah bebtuknya. Kelebihan vitamin D menyebabkan keracunan. Kebutuhan akan vitamin D, terutama bagi penduduk negaranegara beriklim tropis tidak bisa dipastikan karena tubuh secara tidak lnsung dapat membuat vitamin D sendiri.&lt;br /&gt;• Vitamin tersebut kemudian diaktifkan oleh sinar matahari dan diangkut ke berbagai alat tubuh untuk dimanfaatkan atau disimpan di dalam hati. Karena itu konsumsi vitamin D tidak begitu penting dalam pemenuhan kebutuhan vitamin D secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitamin berdasarkan kelarutan&lt;br /&gt;- Vitamin yang larut di dalam air :&lt;br /&gt;Vitamin B dan Vitamin C&lt;br /&gt;- Vitamin yang tidak larut di dalam air : Vitamin A, D, E, dan K atau disingkat Vitamin ADEK.&lt;br /&gt;Definisi Vitamin&lt;br /&gt;Suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. &lt;br /&gt;Tanpa vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan aktifitas hidup dan kekurangan vitamin dapat menyebabkan memperbesar peluang terkena penyakit pada tubuh kita.&lt;br /&gt;1. Vitamin A&lt;br /&gt;Sumber vitamin A :&lt;br /&gt;susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning, hati, buah-buahan warna merah dan kuning (cabe merah, wortel, pisang, pepaya, dan lain-lain)&lt;br /&gt;Penyakit akibat kekurangan vitamin A :&lt;br /&gt;rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh, kulit tidak sehat, dll.&lt;br /&gt;2. Vitamin B1&lt;br /&gt;Sumber vitamin B1 :&lt;br /&gt;gandum, daging, susu, kacang hijau, ragi, beras, telur, dan sebagainya&lt;br /&gt;Penyakit akibat kekurangan vitamin B1 :&lt;br /&gt;kulit kering / kusik / busik, kulit bersisik, daya tahan tubuh menurun.&lt;br /&gt;3. Vitamin B2&lt;br /&gt;Sumber yang mengandung vitamin B2 =&lt;br /&gt;sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, susu, dan banyak lagi lainnya.&lt;br /&gt;Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B2 =&lt;br /&gt;turunnya daya tahan tubuh, kilit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;4. Vitamin B3&lt;br /&gt;Sumber yang mengandung vitamin B3 =&lt;br /&gt;buah-buahan, gandum, ragi, hati, ikan, ginjal, kentang manis, daging unggas dan sebagainya&lt;br /&gt;Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B3 =&lt;br /&gt;terganggunya sistem pencernaan, otot mudah keram dan kejang, insomnia, bedan lemas, mudah muntah dan mual-mual, dan lain-lain&lt;br /&gt;5. Vitamin B5&lt;br /&gt;Sumber yang mengandung vitamin B5 =&lt;br /&gt;daging, susu, sayur mayur hijau, ginjal, hati, kacang ijo, dan banyak lagi yang lain.&lt;br /&gt;Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B5 =&lt;br /&gt;otot mudah menjadi kram, sulit tidur, kulit pecah-pecah dan bersisik, dan lain-lain&lt;br /&gt;6. Vitamin B6&lt;br /&gt;Sumber yang mengandung vitamin B6 =&lt;br /&gt;kacang-kacangan, jagung, beras, hati, ikan, beras tumbuk, ragi, daging, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B6 =&lt;br /&gt;pelagra alias kulit pecah-pecah, keram pada otot, insomnia atau sulit tidur, dan banyak lagi lainnya.&lt;br /&gt;7. Vitamin B12&lt;br /&gt;Sumber yang mengandung vitamin B12 = telur, hati, daging, dan lainnya&lt;br /&gt;Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B12 =&lt;br /&gt;kurang darah atau anemia, gampang capek/lelah/lesu/lemes/lemas, penyakit pada kulit, dan sebagainya&lt;br /&gt;8. Vitamin C&lt;br /&gt;Sumber yang mengandung vitamin C =&lt;br /&gt;jambu klutuk atau jambu batu, jeruk, tomat, nanas, sayur segar, dan lain sebagainya&lt;br /&gt;Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin C =&lt;br /&gt;mudah infeksi pada luka, gusi berdarah, rasa nyeri pada persendian, dan lain-lain&lt;br /&gt;9. Vitamin D&lt;br /&gt;Sumber yang mengandung vitamin D =&lt;br /&gt;minyak ikan, susu, telur, keju, dan lain-lain&lt;br /&gt;Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D =&lt;br /&gt;gigi akan lebih mudah rusak, otok bisa mengalami kejang-kejang, pertumbuhan tulang tidak normal yang biasanya betis kaki akan membentuk huruf O atau X.&lt;br /&gt;10. Vitamin E&lt;br /&gt;Sumber yang mengandung vitamin E =&lt;br /&gt;ikan, ayam, kuning telur, kecambah, ragi, minyak tumbuh-tumbuhan, havermut, dsb&lt;br /&gt;Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin E =&lt;br /&gt;bisa mandul baik pria maupun wanita, gangguan syaraf dan otot, dll&lt;br /&gt;11. Vitamin K&lt;br /&gt;Sumber yang mengandung vitamin K =&lt;br /&gt;susu, kuning telur, sayuran segar, dkk&lt;br /&gt;Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin K =&lt;br /&gt;darah sulit membeku bila terluka/berdarah/luka/pendarahan, pendarahan di dalam tubuh, dan sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. GARAM MINERAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Yodium / Iodium / I&lt;br /&gt;Zat mineral yodium biasanya terdapat pada garam dapur yang tersedia bebas di pasaran, namun tidak semua jenis dan merk garam dapur mengandung yodium. Yodium berperan penting untuk membantu perkembangan kecerdasan atau kepandaian pada anak. Yodium juga dapat membatu mencegah penyakit gondok, gondong atau gondongan. Yodium berfungsi untuk membentuk zat tirosin yang terbentuk pada kelenjar tiroid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Phospor / Fosfor / P&lt;br /&gt;Fosfor berfungsi untuk pembentukan tulang dan membentuk gigi. &lt;br /&gt;3. Cobalt / Kobal / Kobalt / Co&lt;br /&gt;Cobalt memiliki fungsi untuk membentuk pembuluh darah serta pembangun B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Chlor / Klor / Cl&lt;br /&gt;Chlor digunakan tubuh kita untuk membentuk HCl atau asam klorida pada lambung. HCl memiliki kegunaan membunuh kuman bibit penyakit dalam lambung dan juga mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Magnesium / Mg&lt;br /&gt;Fungsi atau kegunaan dari magnesium adalah sebagai zat yang membentuk sel darah merah berupa zat pengikat oksigen dan hemoglobin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mangaan / Mangan / Mn&lt;br /&gt;Mangaan berfungsi untuk mengatur pertumbuhan tubuh kita dan sistem reproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tembaga / Cuprum / Cu&lt;br /&gt;Tembaga pada tubuh manusia berguna sebagai pembentuk hemo globin pada sel darah merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kalsium / Calcium / Ca&lt;br /&gt;Kalsium atau disebut juga zat kapur adalah zat mineral yang mempunyai fungsi dalam membentuk tulang dan gigi serta memiliki peran dalam vitalitas otot pada tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kalium / K&lt;br /&gt;Kalium kita butuhkan sebagai pembentuk aktivitas otot jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Zincum / Zinc / Seng / Zn&lt;br /&gt;Seng oleh tubuh manusia dibutuhkan untuk membentuk enzim dan hormon penting. Selain itu zinc juga berfungsi sebagai pemelihara beberapa jenis enzim, hormon dan aktifitas indera pengecap atau lidah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Sulfur atau Belerang&lt;br /&gt;Zat ini memiliki andil dalam membentuk protenin di dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Natrium / Na&lt;br /&gt;Natrium adalah zat mineral yang kita andalkan sebagai pembentuk faram di dalam tubuh dan sebagai penghantar impuls dalam serabut syaraf dan tekana osmosis pada sel yang menjaga keseimbangan cairan sel dengan cairan yang ada di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. Hubungan Gizi, Kecerdasan dan Pertumbuhan&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;Dr. Najmi Puspasari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GIZI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat Kurang Gizi&lt;br /&gt;Meningkatkan angka kesakitan, hal ini berarti akan menambah beban pemerintah untuk meningkatkan fasilitas kesehatan.&lt;br /&gt;Menurunkan tingkat kecerdasan anak, akibatnya ini diduga tidak dapat diperbaiki. Bila kekurangan gizi itu semasa anak dikandung sampai ± 3 tahun. &lt;br /&gt;Menurunnya kualitas manusia muda ini berarti hilangnya sebagian besar potensi cerdik pandai yang sangat dibutuhkan bagi pembangunan bangsa ( Suhardjo,1986).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status Gizi&lt;br /&gt;• Kecukupan Gizi ( gizi seimbang)&lt;br /&gt;• Kurang Gizi&lt;br /&gt;• Gizi Berlebih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecukupan Gizi ( gizi seimbang)&lt;br /&gt;Dalam hal ini asupan gizi, seimbang dengan kebutuhan gizi seseorang yang bersangkutan. &lt;br /&gt;Kebutuhan gizi seseorang ditentukan oleh kebutuhan gizi basal, kegiatan, dan pada keadaan fisiologis tertentu, serta dalam keadaan sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gizi kurang&lt;br /&gt;Merupakan keadaan tidak sehat (patologis) yang timbul karena tidak cukup makan dengan demikian konsumsi energi dan protein kurang selama jangka waktu tertentu. Berat badan yang menurun adalah tanda utama dari kurang gizi. Berdasarkan sebab yang mengakibatkan gizi salah dibedakan dua yaitu gizi salah primer, kelainan terletak pada intake dan pada makanan, baik merupakan kelebihan maupun kekurangan. &lt;br /&gt;Intake pada gizi salah sekunder adalah mencukupi, tetapi terdapat rintangan pada rangkaian proses pencernaan, penyerapan, transportasi dari pada zat-zat makanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gizi lebih&lt;br /&gt;Keadaan patologis (tidak sehat) yang disebabkan kebanyakan makan. Mengkonsumsi energi lebih banyak daripada yang diperlukan tubuh untuk jangka waktu yang panjang dikenal sebagai gizi lebih.&lt;br /&gt;Kegemukan (obesitas) merupakan tanda pertama yang biasa dapat dilihat dari keadaan gizi lebih.&lt;br /&gt;Obesitas jika dibiarkan berkelanjutan akan mengakibatkan gangguan kinerja jantung, diabetes militus dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi&lt;br /&gt;a. Produk pangan(jumlah dan jenis makanan)&lt;br /&gt;b. Pembagian Makanan&lt;br /&gt;c. Tingkat Ekonomi&lt;br /&gt;d. Pengetahuan tentang Gizi&lt;br /&gt;e. Selara Makanan&lt;br /&gt;f. Kebiasaan Makanan &lt;br /&gt;g. Sanitasi Makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Kecerdasan&lt;br /&gt;Kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk menggabungkan informasi yang didapat dari kemampuan menyesuaikan diri dengan situasi secara cepat dan efektif (Soendjojo,2000). Kecerdasan erat hubungannya dengan kemampuan berpikir.&lt;br /&gt;Anak yang cerdas adalah anak yang tanggap, cepat paham, mampu melakukan kegiatan-kegiatan tertentu dan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya. &lt;br /&gt;Kecerdasan anak perlu dirangsang dan dilatih agar kelak anak dapat mudah memahami dan mengeloh informasi/ pengetahuan yang diperolehnya, serta dapat memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intelegensia (Daavud Wechler)&lt;br /&gt;Intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berfikir secara rasional, dan menghadapi secara efektif. &lt;br /&gt;Secara garis besar dapat disimpulkan bhwa intelegensi adalah suatu kemampuan mental yang mengakibatkan proses berfikir secara professional. &lt;br /&gt;Oleh karena itu intelegensi tidak dapat diamati secara langsung melainkan harus di simpulkan dari berbagai tindakan yang merupakan manifestasi dari proses berfikir rasional itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan / intelegensi &lt;br /&gt;1. Faktor genetic&lt;br /&gt;Faktor genetik disini adalah orang tua yang memiliki intelegensi baik dapat diasumsikan memiliki anak yang membawa gen intelegensi baik juga. Namun, tidak selamanya bisa itu berlaku demikian.&lt;br /&gt;2. Faktor lingkungan &lt;br /&gt;Sekalipun anak lahir dari ayah-ibu yang cerdas, tapi bila ia tak mendapat lingkungan yang mendukung seperti sekolah yang baik dan rangsangan yang tepat,maka kecerdasan tidak akan berkembang. Adapun saat yang tepat untuk mengasah kecerdasan, dilihat dari perkembangannya ialah sejak dikandungan sampai 5 tahun.&lt;br /&gt;3. Faktor gizi&lt;br /&gt;Adapun zat gizi yang paling penting untuk pertumbuhan otak ialah protein (hewani dan nabati), Omega-3 (Misalnya seperti salmon, tuna, tempe, tahu, kacang-kacangan dan sayuran hijau), zat besi. Yang perlu diingat, kecerdasan merupakan proses panjang dan berkesinambungan.&lt;br /&gt;Jenis Kecerdasan (Howart Garden -1983)&lt;br /&gt;• Kecerdasan Verbal Linguistik/Bahasa&lt;br /&gt;• Kecerdasan Logik-Matematika&lt;br /&gt;• Kecerdasan Fizikal-Kinestatik&lt;br /&gt;• Kecerdasan Visual-Spatial&lt;br /&gt;• Kecerdasan Muzikal-Ritma&lt;br /&gt;• Kecerdasan Intepersonal&lt;br /&gt;Anak (UU RI No. 4 tahun 1979)&lt;br /&gt;Tentang kesejahteraan anak, Anak adalah seseorang yang belum mencapai usia 21 tahun dan belum pernah menikah. Batas 21 tahun ditetapkan karena berdasarkan pertimbangan usaha kesejahteraan sosial, kematangna pribadi, dan kematangna mental seorang anak dicapai pada usia tersebut.&lt;br /&gt;Anak adalah potensi asset penerus bangsa yang dasar-dasarnya telah diletakkan oleh generasi sebelumnya.&lt;br /&gt;Perkembangan Anak&lt;br /&gt;Ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan anak dari segi fisik, sosial, intelektual dan emosional dari masing-masing tahapan usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASA NEONATUS (lahir - 4 minggu)&lt;br /&gt;• Berat badan 2500-3500 gr&lt;br /&gt;• Panjang badan lahir 47-52 cm&lt;br /&gt;• Lingkar dada 30-38 cm&lt;br /&gt;• Lingkar kepala 33-35 cm&lt;br /&gt;• Denyut jantung lebih dari 100 x/menit, pernapasan pada menit pertama cepat 80 x/menit kemudian menurun kira-kira 40 x/menit.&lt;br /&gt;• Kulit merah karena, kuku jari-jari panjang.&lt;br /&gt;• Genetalia: labia mayora sudah menutupi labia minora pada bayi perempuan, pada laki-laki testis sudah turun ke skrotum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASA BAYI&lt;br /&gt;A. Pertumbuhan fisik bayi&lt;br /&gt;1. Berat Badan&lt;br /&gt;Berat badan lahir normal 2500-3000gr. Akan terjadi penurunan berat badan secara fisiologis antara 5%-10%. Setelah 10-14 hari, berat badan akan kembali normal. &lt;br /&gt;2. Panjang Badan&lt;br /&gt;Panjang badan lahir 48-50 cm.&lt;br /&gt;• Akhirnya tahun pertama kelahiran kenaikan 25 cm sehingga usia 1 tahun tinggi badannya 75 cm. &lt;br /&gt;• Usia 1 tahun ± 73-75 cm.&lt;br /&gt;• Usia 2 tahun ± 80 cm.&lt;br /&gt;• Usia 3 tahun ± 88 cm.&lt;br /&gt;• Usia 4 tahun Laki-laki ± 96 cm. Perempuan ± 95 cm.&lt;br /&gt;• Usia 5 tahun Laki-laki ± 103 cm, Perempuan ± 102 cm&lt;br /&gt;• Usia 6 tahun Laki-laki ± 109 cm, Perempuan ±108 cm.&lt;br /&gt;• Usia 17 tahun = 3 x waktu lahir.&lt;br /&gt;• Dewasa = 2 x panjang usia 2 tahun.&lt;br /&gt;3. Lingkar Kepala&lt;br /&gt;Lingkar kepala anak anak merupakan salah satu ukuran yang penting dari tubuh karena berhubungan dengan isi tengkorak yang berhubungan dengan pertumbuhan otak. Lingkar kepala bayi normal 33-35 cm, tahun pertama naik 10 cm, kenaikan makin lama makin sedikit, ukuran 5 tahun kenaikan hanya 0,5 cm, setiap tahun sampai ukuran dewasa dicapai.&lt;br /&gt;4. Pertumbuhan Otak&lt;br /&gt;Pertumbuhan otak tampak dengan bertambah besarnya ukuran tengkorak kepala. Diperkirakan bahwa ¼ dari berat otak orang dewasadicapai pada usia 9 bulandan ¾ pada akhir tahun ke 2. Jaringan otak dan sisitem saraf tumbuh secara maksimal selama 2 tahun pertamany kehidupan dan seelah itu pertumbuhan berlangsung sedikit sekali. &lt;br /&gt;5. Pertumbuhan Susunan Saraf Pusat&lt;br /&gt;Paling cepat terjadi pada masa bayi, melambat pada ahkir masa kanak-kanak dan berhenti pada masa puber. Pertumbuhan cepat dalam system saraf merupakan karakteristik 3-4 tahun pertama setelah kelahiran. Pertumbuhan terutama terdiri dari perkembangan sel-sel yang belum matang pada waktu kelahiran dan bukan merupakan sel-sel baru. &lt;br /&gt;6. Pertumbuhan Organ Seks&lt;br /&gt;Pertumbuhan alat-alat kelamin adalah paling lambat pada masa kanak-kanak.dan cepat pada masa puber.&lt;br /&gt;7. PerkembanganFungsional&lt;br /&gt;8. Perkembangan Sosial&lt;br /&gt;– Merangkak (6-8 bulan)&lt;br /&gt;– Ketrampilan duduk (6-9 bulan)&lt;br /&gt;– Ketrampilan berjalan (9-18 bulan)&lt;br /&gt;– Ketrampilan manipulasi meliputi menutup, membuka, memegang dan sebagai pancaindra.&lt;br /&gt;9. Perkembangan Bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASA USIA SEKOLAH (6-12 TAHUN)&lt;br /&gt;Pada usia ini dapat disebut juga periode intelektual, karena merupakan tahap pertama anak menggunakan sebagian waktunya untuk mengembangkan intelektualnya. Anak usia ini anak sedang belajar disekolah dasar (SD) &lt;br /&gt;Perubahan - Perubahan&lt;br /&gt;• Minat&lt;br /&gt;• Kesempurnaan&lt;br /&gt;• Bermain&lt;br /&gt;• Permasalahan &lt;br /&gt;• Moral&lt;br /&gt;• Hubungan keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASA REMAJA (Pubertas; 12-18 tahun)&lt;br /&gt;Masa remaja ini digolongkan dalam 3 periode sesuai dengan tingkatan usia pubertas, atau puber atau akil balik:&lt;br /&gt;• Masa praremaja usia 12-14 tahun&lt;br /&gt;• Masa remaja awal atau pubertas 14-17 tahun&lt;br /&gt;• Masa remaja akhir atau remaja usia 18-21 tahun.&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan anak remaja&lt;br /&gt;• Faktor genetic, tidak semua orang mempunyai tinggi yang sama. Kemampuan menjadi tinggi atau pendek diturunkan menurut ketentuan genetika tertentu sehingga remaja yang tinggi biasanya berasal dari orangtua yang tinggi pula.&lt;br /&gt;• Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan, antara lain hormon pertumbuhan di hipofisis yang berperan dalam pertumbuhan tulang dan dengan demikian mempengaruhi pertumbuhan badan. Hormon tiroid mempengaruhi pertumbuhan dan kematangan tulang. &lt;br /&gt;Ciri-ciri fisik dan psikis pada pubertas&lt;br /&gt;• Ciri kelamin primer, organ tubuh yang paling cepat tumbuh dan berkembang ialah organ kelamin dengan segala kelenjarnya. Organ ini berkembang dan menjadi matang hingga dapat berfungsi melakukan reproduksi. Puber pada pria menghasilkan sperma dari testis dan pada wanita menghasilkan sel telur (ovum) dari ovarium. Pada anak laki-laki mengeluarkan semen pada malam hari atau menjelang subuh. Pada wanita terjadi haid yang pertama.&lt;br /&gt;• Ciri kelamin sekunder, timbul terlebih dahulu daripada ciri kelamin primer. Kelenjar kelamin memproduksi hormon kelamin yang kemudian mempengaruhi susunan kimia darah dan merangsang pertumbuhan tubuh. Ciri-ciri kelamin sekunder antara lain tumbuhnya rambut di daerah pubis, ketiak, betis, dan tumbuhnya rambut di dada, kumis, janggut pada pria. Pada wanita ditandai dengan membesarnya buah dada, pangkal lengan dan paha, pinggul makin membesar. Pada pria terjadi perubahan suara 1 oktaf lebih rendah. Timbulnya jerawat pada wajah, dada, punggung, pangkal lengan.&lt;br /&gt;• Ciri kelamin tersier, ditandai dengan tinggi badan meningkat, alat gerak memanjang, proporsi tubuh berubah, dan berat badan meningkat&lt;br /&gt;Ciri-ciri psikis pada usia pubertas&lt;br /&gt;Usia ± 12 tahun, presytasi belajar kadang-kadang menurun anak tuidak lagi serajin ketika duduk dbangku sekolah dasar. Usia ± 13 tahun minat bermain menghilang, sulit diberi tanggung jawab sehingga sering membuat orangtua menjadi jengkel&lt;br /&gt;• Usia ± 14 tahun, mulai timbul harga diri, sombong yang sering menimbulkan perkelahian antar remaja. Gelisah bila berada di sekitar sebaya atau orang dewas yang belum dikenal. Usia ±15 tahun, membentuk kelompok dan sangat setia pada kelompoknya. Usia ±16 tahun, pertentangna antara berfikir dan berbuat seperti dorongan ingin merokok dan seksual tapi akal sehat mengatakan tidak. Terjadilah perjuangan nilai dalam batin. Usia ±17 tahun, dorongan nafsu seksual makin membesar, ingin punya pacar. Usia ±18 tahun, emosi lebih dominan daripada rasio. Timbulnya pemujaan atau mendewa-dewakan tokoh tertentu. Usia ±19 tahun, penguatan rasa aku, mudah tersinggung, mudah kasihan, mudah terharu. Usia ± 20-21 tahun, mencapai keseimbangan psikis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIII. MAKANAN SEHAT SEIMBANG&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;Dr. Najmi Puspasari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan Seimbang&lt;br /&gt;• Mengonsumsi pola makan yang seimbang merupakan sudah anjuran mendasar yang hakiki bagi semua orang. Dimana asupan zat gizi yang terkonsumsi menentukan aspek kesehatan nutrisi setiap individu.&lt;br /&gt;• Pengertian ‘makanan seimbang’ pada pembahasan ini ialah penjabaran makanan-makanan yang memiliki kandungan gizi yang sesuai dengan asupan gizi yang dibutuhkan. Penting untuk diketahui, kebutuhan asupan gizi setiap orang berbeda-beda, tergantung dari jenis kelamin, usia, kapasitas aktifitas keseharian, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan Gizi Makanan Seimbang&lt;br /&gt;• Karbohidrat&lt;br /&gt;• Protein&lt;br /&gt;• Vitamin &amp; Mineral&lt;br /&gt;• Lemak&lt;br /&gt;• Serat&lt;br /&gt;• Air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARBOHIDRAT&lt;br /&gt;Karbohidrat sangat dibutuhkan oleh tubuh, karena zat inilah yang memiliki peran penting sebagai penopang sumber tenaga utama untuk kegiatan sehari-hari tubuh manusia.&lt;br /&gt;Zat karbohidrat terdapat pada makanan:&lt;br /&gt;Tepung-tepungan dan gula &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepung-tepungan&lt;br /&gt;Penting untuk mengonsumsi salah satu makanan sumber tepung-tepungan setiap kali makan. &lt;br /&gt;Contoh:nasi, kentang mie, ubi, singkong, dll. Bila tubuh mengalami ketidakcukupan zat karbohidrat, maka gejala paling awal yang paling mudah didapati adalah tubuh terasa lebih cepat lelah karena kekurangan tenaga dari biasanya.&lt;br /&gt;Gula&lt;br /&gt;Gula bisa didapat pada makanan, antara lain: gula pasir, gula merah, gula batu, sirup, madu dan kue manis. &lt;br /&gt;Namun perlu diwaspadai, pola konsumsi gula perlu dibatasi. Zat gula tidak memiliki kandungan zat gizi lainnya kecuali karbohidrat. Kebanyakan gula hanya akan mengakibatkan kegemukan pada tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEMAK&lt;br /&gt;Lemak merupakan sumber tenaga juga, namun lebih sulit diserap oleh tubuh. Lemak merupakan zat cadangan energi bagi tubuh. Lemak yang berlebihan dapat membuat tubuh menjadi gemuk. &lt;br /&gt;Lemak terdapat pada minyak, margarin, santan, kulit ayam, kulit bebek dan lemak hewan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROTEIN&lt;br /&gt;Protein berfungsi untuk pertumbuhan tubuh dan mengganti jaringan yang rusak pada tubuh. Zat protein mutlak dibutuhkan oleh tubuh setiap hari.&lt;br /&gt;Protein terdapat pada: Ikan, ayam, daging, telur, susu, tahu, tempe serta kacang-kacangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VITAMIN &amp; AIR&lt;br /&gt;Vitamin dan mineral memiliki fungsi untuk membantu melancarkan kinerja tubuh. Vitamin dan mineral banyak terdapat pada sayuran dan buah-buahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SERAT&lt;br /&gt;Fungsi serat bagi tubuh :&lt;br /&gt;• Membantu menurunkan glukosa darah &lt;br /&gt;• Membantu menurunkan lemak darah &lt;br /&gt;• Melancarkan buang air besar &lt;br /&gt;• Membuat perut terasa lebih kenyang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serat terdapat pada makanan jenis:&lt;br /&gt;• Roti gandum, buah, dan sayuran segar&lt;br /&gt;• Kacang-kacangan, tahu, tempe, bekatul&lt;br /&gt;Jumlah &amp; Jenis Makanan&lt;br /&gt;Sesungguhnya, entah darimana kita mengadopsi pola makan 3 kali sehari. Primordialisme tersebut telah ditanamkan secara turun temurun dari orangtua kita. Sebenarnya yang terpenting adalah pola makannya, asal kebutuhan nutrisi gizi tubuh tercukupi, pola makan yang berlebihan yang kebanyak terpicu oleh hawa nafsu semata dan bukan didasari oleh sadarnya kebutuhan gizi tubuh semata. Tidak perlu berlebihan, pola makan yang berlebihan hanyalah mengakibatkan timbulnya potensi penyakit degeneratif, seperti halnya stroke, jantung koroner, diabetes, dan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan Anjuran Setiap Hari &lt;br /&gt;• 1 piring nasi atau penukarnya &lt;br /&gt;• 1 potong ikan atau penukarnya &lt;br /&gt;• 1 potong tempe atau penukarnya &lt;br /&gt;• 1 mangkok sayuran &lt;br /&gt;• Buah-buahan &lt;br /&gt;Jika perut sudah terasa lapar sebelum masuk jam waktu makan, diantara waktu makan dapat ditambah makanan selingan, namun ingat, jangan berlebihan.&lt;br /&gt;Hal Penting&lt;br /&gt;• Makan berbagai jenis makanan &lt;br /&gt;• Makan makanan sumber tepung-tepungan, lauk pauk, sayuran dan buah &lt;br /&gt;• Kurangi makanan berlemak &lt;br /&gt;• Batasi makanan bergula &lt;br /&gt;• Kurangi makanan yang banyak garam &lt;br /&gt;• Makan teratur &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegemukan&lt;br /&gt;Perlu menjaga tubuh dari kegemukan karena ada beberapa penyakit karena kegemukan. Untuk menurunkan berat badan perlu makan seimbang dan mengurangi makanan yang tinggi kalori seperti : lemak, gula, tepung-tepungan. Selain itu diperlukan lebih banyak kegiatan jasmani secara teratur sesuai kesukaan, seperti jalan kaki, naik sepeda atau sepeda statis, senam, berenang, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat Badan Sehat&lt;br /&gt;Berat badan sehat ialah berat badan tubuh yang memiliki proporsi seimbang dengan tinggi badan. &lt;br /&gt;Tubuh sehat ideal secara fisik dapat terlihat dan ternilai dari penampilan luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat Tubuh Sehat Ideal&lt;br /&gt;• Body Mass Index /Indeks Massa Tubuh = Berat Badan&lt;br /&gt;TB x TB (m)&lt;br /&gt;• Fitur aplikasi web penghitungan Body Mass Index / Indeks Massa Tubuh pada sebelah kanan tampilan website Klikdokter.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Range IMT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kurus [Berat] &lt; 17,0&lt;br /&gt;• Kurus [Ringan] 17,0-18,4&lt;br /&gt;• Normal 18,5-25,0&lt;br /&gt;• Gemuk [Ringan] 25,1-27,0&lt;br /&gt;• Gemuk [Berat] &gt;27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang termasuk kategori :&lt;br /&gt;• IMT &lt; 17,0: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan tingkat berat atau Kurang Energi Kronis (KEK) berat.&lt;br /&gt;• IMT 17,0 – 18,4: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan tingkat ringan atau KEK ringan. &lt;br /&gt;Contoh Menghitung IMT&lt;br /&gt;Eko dengan tinggi badan 148 cm, mempunyai berat badan 38 kg. &lt;br /&gt;38&lt;br /&gt;-------------------- = 17,3&lt;br /&gt;(1,48 X 1,48) m&lt;br /&gt;Status gizi Eko adalah kurus tingkat ringan. Eko dianjurkan menaikkan berat badan sampai menjadi normal antara 41- 54 kg dengan IMT 18,5 – 25,0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut FAO &amp; WHO&lt;br /&gt;Digunakan pada umur 18+&lt;br /&gt;1. Batas IMT untuk laki-laki normal 20,1-25,0&lt;br /&gt;2. Batas IMT untuk perempuan normal 18,7-23,9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembatasan Kebutuhan Kalori&lt;br /&gt;• Very obese:1000 kalori/hari&lt;br /&gt;• Obese:1500 kalori/hari&lt;br /&gt;• Overweight:1700 kalori/hari&lt;br /&gt;• Normal:2000 kalori/hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Penting pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak sampai anak dewasa, agar mencapai tinggi badan dan berat badan ideal, sehat jasmani dan rohani, menuju sumber daya manusia yang berkualitas.&lt;br /&gt;• Pada masa dewasa dan perkembangan usia seterusnya merupakan masa kritis untuk terjadinya obesitas dengan berbagai komplikasi penyakit degeneratif. Hal ini biasanya terjadi karena perubahan gaya hidup menjadi lebih santai, kurangnya aktivitas dan kecenderungan pola makan yang berlebih yang mengandung kalori terlalu tinggi, protein dan lemak. Mulailah dengan mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IX. Penyusunan Menu Keluarga&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;Dr. Najmi Puspasari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tip menyusun Menu Keluarga&lt;br /&gt;1. Menu sebaiknya disusun minimal 10 hari agar tidak terjadi pengulangan menu di hari yang sama.&lt;br /&gt;2. Perhatikan penggunaan bahan untuk sekali waktu makan.&lt;br /&gt;Misalnya makan siang, jangan menggunakan bahan yang sama untuk satu paket menu.&lt;br /&gt;Contoh daging sudah digunakan untuk bahan semur daging, jangan digunakan lagi untuk soto. Soto sebaiknya menggunakan daging ayam. Ini penting agar menu tidak membosankan dan asupan gizi lebih beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Teknik pengolahan sebaiknya tidak sama&lt;br /&gt;Misalnya menu masakan dominan digoreng, semuanya berkuah atau&lt;br /&gt;semuanya serba tumisan.&lt;br /&gt;Variasi teknik pengolahan berpengaruh terhadap aroma, kenampakan, warna dan tekstur masakan. Ini berpengaruh terhadap selera makan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tambah garnis / hiasan&lt;br /&gt;Hidangan yang diletakan di tempat menarik dan diberi sentuhan hiasan/garnis akan lebiah menarik. Namun perlu diingat, sarat hiasan harus bisa dimakan dan sesuai dengan jenis hidangannya.&lt;br /&gt;Misalnya, ikan bakar, lebih cocok dihias dengan potongan jeruk nipis/lemon dari pada dihias dengan buah ceri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Abaikan makanan kesukaan.&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang sifatnya berlebihan tidak baik.&lt;br /&gt;Misalnya menyukai wortel, walapun kaya akan vitamin A, jika dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan penyakit kelebihan vitamin. Susun menu sesuai dengan kebutuhan gizi tubuh bukan kesukaan. Gunakan bahan yang bervariasi agar menu mengandung unsur gizi lengkap dan seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Susun menu berdasarkan usia anggota keluarga&lt;br /&gt;Jika di dalam keluarga memiliki balita atau lansia tentu menunya akan berbeda dengan anggota keluarga lainya karena kebutuhan gizi dan pencernaannya juga berbeda.&lt;br /&gt;Perhatikan pula anggota keluarga yang sedang menjalani diet khusus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680116619736146152-2455153199253152467?l=ummuzakariya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/feeds/2455153199253152467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4680116619736146152&amp;postID=2455153199253152467' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/2455153199253152467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/2455153199253152467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/2009/06/pendidikan-gizi-dan-kesehatan-i.html' title=''/><author><name>Madrasah as-Salaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423014485433985106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680116619736146152.post-1136205820840525318</id><published>2009-06-29T02:08:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T02:10:48.740-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Selamat bertemu kembali di Newsletter Hypnoparenting. Edisi&lt;br /&gt;kali ini edisi #08 berjudul "Ada 3 Tipe Orangtua: Anda Tipe&lt;br /&gt;yang Mana?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang anda dapatkan dari newsletter edisi ini:&lt;br /&gt;Mengenali ketiga tipe orangtua dan mengevaluasi diri sendiri,&lt;br /&gt;termasuk tipe orangtua manakah kita. Mengerti bahwa orangtua&lt;br /&gt;justru merupakan terapis terbaik bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sudah siap untuk membaca newsletter ini selengkapnya??&lt;br /&gt;Mari kita simak penjelasan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 Tipe Orangtua: Anda Tipe yang Mana?&lt;br /&gt;-----------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halo, selamat siang Pak. Saya Indri pembaca buku Hypnoparenting. &lt;br /&gt;Saya ingin minta waktu Bapak untuk konsultasi tentang masalah &lt;br /&gt;anak saya. Apakah Bapak ada waktu?", demikian suara di seberang &lt;br /&gt;telepon. Setelah saya tanyakan apa masalahnya kemudian kami &lt;br /&gt;menyepakati jadwal bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah Irwan, anak Ibu Indri, adalah masalah motivasi belajar. &lt;br /&gt;Irwan duduk di kelas dua Sekolah Dasar. Karena "malas" belajar &lt;br /&gt;maka nilainya jelek dan akhirnya ia jadi minder di hadapan &lt;br /&gt;teman-temannya. Tidak berhenti sampai di situ saja, ia sering &lt;br /&gt;berkelahi dengan temannya dan berselisih dengan guru dan orangtuanya. &lt;br /&gt;Ibu Indri sering dipanggil oleh guru Irwan dan sang guru sudah &lt;br /&gt;angkat tangan terhadap masalah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang telah disepakati, saya menemui Ibu Indri dan Irwan. &lt;br /&gt;Setelah mengobrol ringan beberapa saat, saya mengetahui bahwa &lt;br /&gt;Ibu Indri dan suaminya adalah tipe orangtua ketiga. Orangtua &lt;br /&gt;tipe pertama adalah orangtua "pencegah masalah", orangtua tipe ini &lt;br /&gt;sering saya jumpai dalam seminar ataupun pelatihan intensif yang &lt;br /&gt;saya berikan. Orangtua tipe kedua adalah orangtua "pencari solusi", &lt;br /&gt;mereka mencari solusi atas permasalahan anaknya. Tipe ini juga &lt;br /&gt;sering saya jumpai di seminar saya dan tak jarang berlanjut ke &lt;br /&gt;janji konsultasi dan terapi. Tipe ketiga adalah orangtua "tahu beres". &lt;br /&gt;Tipe ini hampir tidak pernah saya temui dalam seminar saya tetapi &lt;br /&gt;sering langsung datang ke ruang konsultasi dan terapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua tipe ketiga, seperti Ibu Indri dan suaminya, datang ke &lt;br /&gt;ruang terapi dengan harapan bahwa masalah anaknya langsung beres. &lt;br /&gt;Mereka berharap saya adalah makhluk ajaib yang langsung bisa &lt;br /&gt;meng-hypnosis anaknya untuk menuruti keinginannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka tahu bahwa proses perubahan anaknya menuntut proses &lt;br /&gt;perubahan diri mereka sendiri, maka mereka jadi terheran-heran. &lt;br /&gt;Orangtua tipe ketiga sering tidak menyadari bahwa permasalahan &lt;br /&gt;anaknya bersumber dari pendekatan yang salah yang mereka lakukan &lt;br /&gt;sejak anak tersebut menjalani proses tumbuh kembangnya. Orangtua &lt;br /&gt;tipe ketiga sering menganggap bahwa anaklah yang sepenuhnya &lt;br /&gt;bertanggungjawab atas masalahnya. Mereka benar-benar susah untuk &lt;br /&gt;menerima kenyataan bahwa merekalah pemicu utama dari tindakan &lt;br /&gt;anak-anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa bisa begitu? Karena pada awal mulanya anak-anak hanya &lt;br /&gt;merespon sikap dan tindakan orangtuanya. Ketika orangtua mengulangi &lt;br /&gt;sikap dan tindakannya maka si anak juga mengulang respon yang sama. &lt;br /&gt;Dan akhirnya karena sering diulang, maka hal ini menjadi kebiasaan &lt;br /&gt;dan karakter si anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya memberikan masukan pada Ibu Indri dan suaminya tentang &lt;br /&gt;masalah Irwan, kemudian saya mulai membantu Irwan secara pribadi &lt;br /&gt;untuk mulai mengubah cara pandangnya. Pada dasarnya ia anak yang &lt;br /&gt;sangat baik dan cukup punya pengertian tentang berbagai masalahnya. &lt;br /&gt;Ia mulai menyadari bahwa kejengkelan terhadap orangtuanya yang &lt;br /&gt;sering menjadi pemicu dari sikapnya. Saya meyakinkan padanya bahwa &lt;br /&gt;papa mamanya akan mengubah pendekatan mereka padanya. Setelah itu &lt;br /&gt;kami berpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu bulan kemudian Ibu Indri menelepon saya untuk minta waktu lagi. &lt;br /&gt;Ia mengatakan bahwa perubahan anaknya hanya terjadi dua minggu saja. &lt;br /&gt;Setelah itu sikapnya balik lagi seperti semula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita kami bertemu kembali. Dan saya tahu apa yang harus &lt;br /&gt;saya katakan pertama kali untuk memeriksa kembali kasus ini. &lt;br /&gt;Pertanyaan saya pertama adalah seberapa konsisten ibu Indri dan &lt;br /&gt;suaminya menjalankan apa yang saya minta. Mereka langsung mengatakan &lt;br /&gt;bahwa mereka susah sekali untuk mengubah pola pendekatannya ke Irwan. &lt;br /&gt;Mereka sering kembali lagi ke pola lama mereka yang menggunakan &lt;br /&gt;bentakan, cemoohan dan perkataan yang merendahkan secara tidak &lt;br /&gt;langsung. Mereka sering mengambil jalan pintas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu saya harus bagaimana lagi. Saya sudah jengkel dan tak sabar &lt;br /&gt;melihat sikapnya. Saya kan masih banyak pekerjaan lain. Saya tidak &lt;br /&gt;mengurusi dia saja khan?", demikian Ibu Indri membela dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu siapa yang harus mengurusi Irwan yang masih sekecil &lt;br /&gt;itu?", demikian saya ingin tahu jawabannya. "Lha saya kan sudah &lt;br /&gt;sekolahkan dia. Saya sudah panggilkan guru les ke rumah untuk &lt;br /&gt;menemaninya belajar. Saya sudah sediakan pengasuh khusus untuknya. &lt;br /&gt;Apa lagi yang harus saya lakukan?", demikian katanya setengah putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmmmm tapi bukan itu saja yang dibutuhkan Irwan. Mereka semua &lt;br /&gt;tidak bisa memenuhi tangki cinta Irwan. Hanya Ibu dan Bapak yang &lt;br /&gt;bisa melakukannya. Dan Irwan benar-benar mengharapkan hal itu dari &lt;br /&gt;Bapak dan Ibu tetapi ia jarang mendapatkannya. Kedekatan fisik &lt;br /&gt;Bapak Ibu tidak berarti kedekatan emosional. Masalah ini hanya &lt;br /&gt;bisa diselesaikan jika bapak Ibu berkomitmen pada diri sendiri &lt;br /&gt;untuk melakukan perubahan sehingga akhirnya Irwan akan meresponnya &lt;br /&gt;dengan cara berbeda pula. Bapak Ibulah yang menjadi terapis utama &lt;br /&gt;bagi Irwan, bukan saya! Secanggih-canggihnya saya melakukan &lt;br /&gt;hipnoterapi pada Irwan tetapi jika Bapak Ibu di rumah, yang jelas &lt;br /&gt;lebih banyak berhubungan dengan Irwan, tidak mendukung tumbuhnya &lt;br /&gt;kebiasaan baru maka cepat atau lambat hasil terapi akan terkikis &lt;br /&gt;habis!", demikian saya menjelaskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari contoh kasus di atas jelas sekali bahwa peranan orangtua &lt;br /&gt;sebagai terapis bagi anaknya sendiri sangat besar. Orangtua adalah &lt;br /&gt;akar dari sebuah pohon yang akan menyerap segala nutrisi yang ada &lt;br /&gt;di sekitarnya dan kemudian menyalurkannya ke anak sebagai buah &lt;br /&gt;yang ada jauh di atas pohon. Untuk menghasilkan buah yang baik, &lt;br /&gt;maka akarnya yang harus diperhatikan agar bisa menyalurkan nutrisi &lt;br /&gt;yang baik dan berguna bagi bakal buah yang akan berkembang. &lt;br /&gt;Ketika buah sudah sudah muncul maka perlakuan kita untuk mengubahnya &lt;br /&gt;hanya mempunyai pengaruh yang kecil atau bisa jadi terlambat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah dengan diri kita sendiri? Termasuk tipe orangtua &lt;br /&gt;manakah kita? Saya percaya artikel ini jatuh ke tangan orangtua &lt;br /&gt;tipe pertama dan kedua. Orangtua tipe ketiga yang tahu beres &lt;br /&gt;tidak akan mau repot membaca artikel ini. Bila Anda punya teman &lt;br /&gt;atau kerabat yang tipe ketiga, e-mail atau beritahukan artikel &lt;br /&gt;ini pada mereka agar cepat sadar/bertobat demi masa depan &lt;br /&gt;anak-anaknya. Salam hangat penuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membaca atau memberikan komentar tentang artikel ini,&lt;br /&gt;silakan isi form komentar dengan meng-klik alamat di bawah&lt;br /&gt;ini. Terimakasih sebelumnya!&lt;br /&gt;http://getresponse.com/click.html?x=a62a&amp;lc=qmOP&amp;mc=3&amp;s=HtZGB&amp;y=z&amp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan anda membaca Newsletter Hypnoparenting&lt;br /&gt;edisi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses,&lt;br /&gt;Ariesandi dan Sukarto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SekolahOrangtua.com&lt;br /&gt;Pusat Pendidikan Keluarga&lt;br /&gt;Wisma Permai Tengah FF-2&lt;br /&gt;Surabaya 60115&lt;br /&gt;Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680116619736146152-1136205820840525318?l=ummuzakariya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/feeds/1136205820840525318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4680116619736146152&amp;postID=1136205820840525318' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/1136205820840525318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/1136205820840525318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/2009/06/selamat-bertemu-kembali-di-newsletter_6443.html' title=''/><author><name>Madrasah as-Salaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423014485433985106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680116619736146152.post-5315908010574914032</id><published>2009-06-29T02:07:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T02:08:43.429-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Selamat bertemu kembali di Newsletter Hypnoparenting. Edisi&lt;br /&gt;kali ini edisi #07 berjudul "Apa Arti Sesungguhnya FAMILY?". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang anda dapatkan dari newsletter edisi ini :&lt;br /&gt;Merenungkan apakah arti sesungguhnya FAMILY bagi kita. &lt;br /&gt;Bagaimana kita memperlakukan keluarga kita selama ini??&lt;br /&gt;Pelajaran apa yang bisa kita petik untuk diterapkan dalam&lt;br /&gt;kehidupan kita ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sudah siap untuk membaca newsletter ini selengkapnya??&lt;br /&gt;Mari kita simak penjelasan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Arti Sesungguhnya FAMILY?&lt;br /&gt;-----------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. &lt;br /&gt;"Oh, maafkan saya" adalah reaksi saya. Ia berkata, "Maafkan &lt;br /&gt;saya juga. Saya tidak melihat Anda." Orang tidak dikenal itu, &lt;br /&gt;juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan &lt;br /&gt;mengucapkan selamat tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita &lt;br /&gt;memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda. &lt;br /&gt;Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, &lt;br /&gt;anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. Ketika &lt;br /&gt;saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. "Minggir",&lt;br /&gt;kata saya dengan marah. Ia pergi, mungkin hati kecilnya hancur. &lt;br /&gt;Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus Tuhan &lt;br /&gt;berbicara padaku, "Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang &lt;br /&gt;tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak &lt;br /&gt;yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-&lt;br /&gt;wenang. Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan &lt;br /&gt;beberapa kuntum bunga dekat pintu. Bunga-bunga tersebut telah &lt;br /&gt;dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning, dan biru. &lt;br /&gt;Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan &lt;br /&gt;yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya &lt;br /&gt;yang basah saat itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes. &lt;br /&gt;Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat &lt;br /&gt;tempat tidurnya, "Bangun nak.. bangun..", kataku. "Apakah &lt;br /&gt;bunga-bunga ini engkau petik untukku?". Ia tersenyum, "Aku &lt;br /&gt;menemukannya jatuh dari pohon."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu.&lt;br /&gt;Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru." &lt;br /&gt;Aku berkata, "Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar &lt;br /&gt;padamu. Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kecilku berkata, "Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap &lt;br /&gt;mencintaimu." Aku pun membalas, "Anakku, aku mencintaimu juga, &lt;br /&gt;dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru." &lt;br /&gt;Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan &lt;br /&gt;di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari &lt;br /&gt;pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita &lt;br /&gt;tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada &lt;br /&gt;pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi &lt;br /&gt;yang tentunya kurang bijaksana, bukan? Jadi apakah anda telah &lt;br /&gt;memahami apa tujuan cerita di atas? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda tahu apa arti kata FAMILY?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Inggris, FAMILY = KELUARGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER (I) (L)OVE (Y)OU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan dari: HARSH WORDS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga menjadikan renungan yg bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be Happy, Healthy &amp; Wealthy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membaca atau memberikan komentar tentang artikel ini,&lt;br /&gt;silakan isi form komentar dengan meng-klik alamat di bawah&lt;br /&gt;ini. Terimakasih sebelumnya!&lt;br /&gt;http://getresponse.com/click.html?x=a62a&amp;lc=qmOt&amp;mc=3&amp;s=HtZGB&amp;y=a&amp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan anda membaca Newsletter Hypnoparenting&lt;br /&gt;edisi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses,&lt;br /&gt;Ariesandi dan Sukarto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SekolahOrangtua.com&lt;br /&gt;Pusat Pendidikan Keluarga&lt;br /&gt;Wisma Permai Tengah FF-2&lt;br /&gt;Surabaya 60115&lt;br /&gt;Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680116619736146152-5315908010574914032?l=ummuzakariya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/feeds/5315908010574914032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4680116619736146152&amp;postID=5315908010574914032' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/5315908010574914032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/5315908010574914032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/2009/06/selamat-bertemu-kembali-di-newsletter_9731.html' title=''/><author><name>Madrasah as-Salaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423014485433985106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680116619736146152.post-7771575983041489146</id><published>2009-06-29T02:04:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T02:06:39.675-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Selamat bertemu kembali di Newsletter Hypnoparenting. Edisi&lt;br /&gt;kali ini edisi #06 berjudul "Anak Belajar dari Kehidupan &lt;br /&gt;untuk Membentuk Dirinya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang anda dapatkan dari newsletter edisi ini :&lt;br /&gt;* Menumbuhkan kesadaran diri orangtua bahwa hal positif atau&lt;br /&gt;  negatif apapun yang dilakukan akan memberikan dampak pada&lt;br /&gt;  anaknya. &lt;br /&gt;* Apa yang akan terjadi pada anak anda jika anda  &lt;br /&gt;  suka mengkritik ? &lt;br /&gt;* Apa yang akan terjadi pada anak anda jika anda &lt;br /&gt;  suka menakuti ? &lt;br /&gt;* Apa yang akan terjadi pada anak anda jika anda &lt;br /&gt;  suka memuji ? &lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sudah siap untuk membaca newsletter ini selengkapnya??&lt;br /&gt;Mari kita simak penjelasan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Belajar dari Kehidupan untuk Membentuk Dirinya&lt;br /&gt;---------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi Anda akan Menentukan Sikap dan Perilaku Anak. &lt;br /&gt;Anak merupakan cermin dari perilaku orangtuanya, jadi saat &lt;br /&gt;membaca point-point di bawah ini, ingat-ingatlah apakah &lt;br /&gt;Anda sebagai orangtua ingin memberikan contoh yang baik &lt;br /&gt;atau contoh yang buruk pada anak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anda suka mengritik maka anak Anda akan belajar mengutuk &lt;br /&gt;    dan berkeluh kesah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anda suka menciptakan suasana permusuhan maka anak Anda &lt;br /&gt;    akan belajar berseteru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Anda suka menakuti maka anak Anda akan belajar hidup &lt;br /&gt;    prihatin dan tak berani berbuat sesuatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Anda suka mengasihani anak maka anak Anda akan belajar &lt;br /&gt;    mengasihani diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Anda suka mencemooh maka anak akan belajar menjadi pemalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Anda suka mencemburui maka anak akan belajar iri hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Anda suka mempermalukan anak maka ia akan belajar merasa &lt;br /&gt;    bersalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Anda suka mendorong maka ia akan belajar percaya diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Anda suka mentoleransi maka mereka akan belajar sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Anda suka memuji maka mereka akan belajar menghargai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Anda menerima anak apa adanya mereka akan belajar &lt;br /&gt;    mengasihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Anda mendukung anak maka mereka akan menyukai diri &lt;br /&gt;    mereka sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Anda mengakui mereka maka mereka akan belajar untuk &lt;br /&gt;    mempunyai sasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Anda suka berbagi maka mereka akan belajar bermurah hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Anak dibiasakan jujur maka mereka akan belajar mengatakan &lt;br /&gt;    yang sebenarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Anak merasakan keadilan maka mereka akan belajar &lt;br /&gt;    bersikap adil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Anak banyak merasakan kemurahan dan pertimbangan maka &lt;br /&gt;    mereka akan belajar menghormati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Anak merasa tenteram maka mereka akan belajar percaya &lt;br /&gt;    pada diri sendiri dan orang di sekelilingnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Anak merasakan persahabatan maka mereka akan belajar &lt;br /&gt;    bahwa dunia ini menyenangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan Anak Anda belajar hal-hal yang baik dari Anda dan &lt;br /&gt;Kehidupan di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membaca atau memberikan komentar tentang artikel ini,&lt;br /&gt;silakan isi form komentar dengan meng-klik alamat di bawah&lt;br /&gt;ini. Terimakasih sebelumnya!&lt;br /&gt;http://getresponse.com/click.html?x=a62a&amp;lc=7L7v&amp;mc=3&amp;s=HtZGB&amp;y=t&amp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan anda membaca Newsletter Hypnoparenting&lt;br /&gt;edisi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses,&lt;br /&gt;Ariesandi dan Sukarto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SekolahOrangtua.com&lt;br /&gt;Pusat Pendidikan Keluarga&lt;br /&gt;Wisma Permai Tengah FF-2&lt;br /&gt;Surabaya 60115&lt;br /&gt;Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680116619736146152-7771575983041489146?l=ummuzakariya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/feeds/7771575983041489146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4680116619736146152&amp;postID=7771575983041489146' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/7771575983041489146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/7771575983041489146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/2009/06/selamat-bertemu-kembali-di-newsletter_1502.html' title=''/><author><name>Madrasah as-Salaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423014485433985106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680116619736146152.post-6844862499649809436</id><published>2009-06-29T02:01:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T02:03:42.029-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Selamat bertemu kembali di Newsletter Hypnoparenting.&lt;br /&gt;Edisi kali ini edisi #05 berjudul "Cara Mengedukasi Pikiran &lt;br /&gt;Bawah Sadar Anak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Anda dapatkan dari newsletter edisi ini:&lt;br /&gt;Mengenal Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah Sadar yang&lt;br /&gt;mengendalikan semua manusia. Apa satu hal yang paling penting&lt;br /&gt;yang perlu dimasukkan ke pikiran bawah sadar anak anda yang akan menjadi pondasi kesuksesannya saat dewasa nanti ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sudah siap untuk membaca newsletter ini selengkapnya??&lt;br /&gt;Mari kita simak penjelasan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Mengedukasi Pikiran Bawah Sadar Anak&lt;br /&gt;-----------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua tahu bahwa manusia mempunyai dua macam bentuk &lt;br /&gt;pikiran yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran &lt;br /&gt;sadar mempunyai fungsi mengidentifikasi informasi yang masuk, &lt;br /&gt;membandingkan dengan data yang sudah ada dalam memori kita, &lt;br /&gt;menganalisa data yang baru masuk tersebut dan memutuskan &lt;br /&gt;data baru akan disimpan, dibuang atau diabaikan sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu pikiran bawah sadar yang kapasitasnya jauh &lt;br /&gt;lebih besar dari pikiran sadar mempunyai fungsi yang jauh &lt;br /&gt;lebih kompleks. Semua fungsi organ tubuh kita diatur cara &lt;br /&gt;kerjanya dari pikiran bawah sadar. Selain itu nilai-nilai &lt;br /&gt;yang kita pegang, sistem kepercayaan dan keyakinan terhadap &lt;br /&gt;segala sesuatu juga disimpan di sini. Memori jangka panjang &lt;br /&gt;kita juga terdapat dalam pikiran bawah sadar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda perhatikan seorang anak kecil yang akan tidur &lt;br /&gt;dan selalu mencari bantal "kumal" kesayangannya? Darimanakah &lt;br /&gt;pikiran ini muncul dalam benaknya? Siapakah yang mengendalikannya? &lt;br /&gt;Itulah hasil kerja pikiran bawah sadar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran bawah sadar mengendalikan hampir sembilan puluh &lt;br /&gt;persen pemikiran dan tindakan kita. Ingin contoh nyata? &lt;br /&gt;Baiklah, bayangkan tiba-tiba di depan Anda saat ini, pada &lt;br /&gt;jarak kurang lebih 3 meter, Anda melihat sekelebat bayangan &lt;br /&gt;yang mirip seperti bentuk ular. Anda menajamkan pandangan &lt;br /&gt;untuk melihat lebih jelas dan ternyata .... memang benar .... &lt;br /&gt;itu ular kobra yang tampaknya kelaparan. Tubuhnya yang sebesar &lt;br /&gt;paha orang dewasa bergerak lambat namun pasti. Suaranya mendesis &lt;br /&gt;membuat bulu kuduk berdiri, pandangan matanya sangat bengis &lt;br /&gt;dan gigi taringnya mencuat keluar disertai lidahnya yang &lt;br /&gt;menjulur-julur siap menerkam apapun yang bisa membuatnya &lt;br /&gt;kenyang. Apa yang akan Anda lakukan ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa .... hampir sebagian besar dari kita akan memutuskan &lt;br /&gt;untuk lari. Ooops maaf jika Anda wanita, Anda akan berteriak &lt;br /&gt;dulu, bukan? Baru setelah itu lari. Mengapa? Karena sebagian &lt;br /&gt;besar dari kita tidak pernah tahu bagaimana menaklukkan kobra. &lt;br /&gt;Bahkan seandainya tahupun kita lebih baik lari dan mencari &lt;br /&gt;bantuan daripada melawannya bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika seandainya Anda dari kecil sudah diberitahu &lt;br /&gt;bahwa kobra itu mendatangkan rejeki. Orangtua Anda mengatakan &lt;br /&gt;bahwa rumah yang ditempati sekarang adalah hasil dari berjualan &lt;br /&gt;kobra. Apakah Anda akan lari jika menemui kobra di depan Anda? &lt;br /&gt;Tidak bukan! Anda pasti berpikir "wah ini rejeki, tanpa dicari &lt;br /&gt;muncul di depan mata".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membedakan situasi di atas? Yang membedakan adalah &lt;br /&gt;program pikiran yang ada dalam pikiran kita. Program tersebut &lt;br /&gt;mengendap dalam bawah sadar dan akan terpicu keluar oleh suatu &lt;br /&gt;kejadian tertentu. Ada banyak sekali program di dalam bawah &lt;br /&gt;sadar kita. Pernahkah Anda memperhatikan program seperti apa &lt;br /&gt;yang masuk dalam pikiran kita setiap harinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran bawah tidak bisa menolak apapun yang Anda masukkan &lt;br /&gt;melalui kelima panca indera Anda. Bahkan hal-hal yang tidak &lt;br /&gt;Anda perhatikan secara sadar akan terekam dalam pikiran &lt;br /&gt;bawah sadar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan anak-anak kita? Kebanyakan orangtua sekarang &lt;br /&gt;sibuk memberikan 'makanan' pada 'pikiran' sadar anaknya. &lt;br /&gt;Anak usia 3-4 tahun sudah dibawa pergi ke tempat les bahasa &lt;br /&gt;Inggris, les bahasa Mandarin, les menulis, membaca dan lain &lt;br /&gt;sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengatakan itu sudah tuntutan jaman. Oh ya?? Jaman yang &lt;br /&gt;mana? Dan tuntutan seperti apa persisnya? Pernahkah Anda &lt;br /&gt;secara serius memikirkan apa yang sebenarnya dituntut oleh &lt;br /&gt;anak-anak kita? Dan apa yang sebenarnya dituntut oleh sebuah &lt;br /&gt;kehidupan sukses? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita lihat sekeliling kita, ada banyak orang yang &lt;br /&gt;menguasai bahasa Inggris dengan bagus (apalagi di Inggris &lt;br /&gt;dan Amrik sono) tetapi tidak punya pekerjaan. Dan ada banyak &lt;br /&gt;orang juga yang hanya lulusan SMU dan kurang bisa bahasa &lt;br /&gt;Inggris tetapi sukses luar biasa! Namun sebaliknya, ada &lt;br /&gt;banyak sarjana S1, S2 bahkan S3 yang hidupnya biasa-biasa &lt;br /&gt;saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah artinya itu? Itu semua artinya adalah netral. &lt;br /&gt;Kesemuanya itu adalah variabel. Variabel bisa bernilai benar &lt;br /&gt;ataupun salah. Seperti x + 2 = 5 akan benar jika x diganti &lt;br /&gt;dengan angka 3 dan akan salah jika x diganti dengan angka 4 &lt;br /&gt;atau 8. Bahasa Inggris, Mandarin, gelar sarjana, IQ tinggi, &lt;br /&gt;masuk sekolah top dan nilai IP tinggi adalah variabel. Tidak &lt;br /&gt;menjamin 100% hidup akan sukses!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang menjadi variabel tetap? Apakah ada? Tentunya &lt;br /&gt;ada. Lihatlah kehidupan ratusan milyuner dalam dan luar &lt;br /&gt;negeri, pelajarilah dan tariklah kesimpulan adakah variabel &lt;br /&gt;tetapnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal pasti yang dimiliki oleh mereka semua adalah konsep &lt;br /&gt;diri sehat. Di manakah konsep diri sehat ini tersimpan? &lt;br /&gt;Dalam pikiran bawah sadar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang harus kita jaga dalam diri setiap anak. Dengan &lt;br /&gt;konsep diri sehat hampir semua hal dapat dilakukan oleh &lt;br /&gt;seorang anak yang tumbuh menjadi dewasa. Jika kita berbicara &lt;br /&gt;konsep diri sehat kita bicara diri ideal sehat, citra diri &lt;br /&gt;sehat dan harga diri sehat. Dan jika kita bicara tiga hal ini,&lt;br /&gt;kita bicara seorang yang memiliki impian, yang bersedia &lt;br /&gt;mewujudkannya dalam kehidupan nyata dengan apapun yang ada &lt;br /&gt;di tangannya. Kita bicara mengenai semangat tinggi, keyakinan &lt;br /&gt;dan kepercayaan positif, kreativitas tanpa henti, keuletan, &lt;br /&gt;keberanian menempuh perjalanan hidup, ketegaran seorang manusia &lt;br /&gt;dan kemampuan untuk mempelajari apapun juga yang diperlukan &lt;br /&gt;untuk sebuah kesuksesan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah konsep diri positif ini bisa dikondisikan? Ya !!! &lt;br /&gt;Anda bisa menciptakan kondisi yang mendukung. Caranya adalah &lt;br /&gt;dengan memahami bagaimana konsep diri ini tertanam dalam &lt;br /&gt;pikiran bawah sadar. Konsep diri tertanam dalam pikiran bawah &lt;br /&gt;sadar melalui pengulangan, pengalaman, tradisi dan model dari &lt;br /&gt;figur yang memiliki otoritas di mata anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah apa yang berulang kali Anda lakukan, ucapkan &lt;br /&gt;dan pikirkan terhadap anak-anak. Itulah yang nantinya akan &lt;br /&gt;membentuk mereka. Dari bahan dasar ini mereka akan mengembangkan &lt;br /&gt;diri mereka melalui pergaulan dengan lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa bayi 1 tahun belajar berdiri dan berjalan? Karena &lt;br /&gt;sejak ia bisa menggunakan matanya ia melihat orang-orang di &lt;br /&gt;sekitarnya berdiri ditopang kedua kaki dan berjalan. Cobalah &lt;br /&gt;Anda bayangkan bagaimana jika sang bayi hanya melihat orang &lt;br /&gt;merangkak sejak ia bisa menggunakan matanya untuk melihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh apakah pengaruh program pikiran bawah sadar? Program &lt;br /&gt;pikiran bawah sadar akan menentukan sukses tidaknya kehidupan &lt;br /&gt;seseorang. Dengan cara lain bisa dikatakan kehidupan yang &lt;br /&gt;dijalani seseorang adalah perwujudan dari program yang ada di &lt;br /&gt;bawah sadarnya dalam tingkat tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan bahwa tindakan/perlakuan dan ucapan/perkataan Anda &lt;br /&gt;ke anak-anak mempunyai pengaruh yang positif bagi perkembangan &lt;br /&gt;dirinya. Karena itulah yang akan membentuk dirinya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membaca atau memberikan komentar tentang artikel ini,&lt;br /&gt;silakan isi form komentar dengan meng-klik alamat di bawah&lt;br /&gt;ini. Terimakasih sebelumnya!&lt;br /&gt;http://getresponse.com/click.html?x=a62a&amp;lc=7L7d&amp;mc=3&amp;s=HtZGB&amp;y=M&amp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pastikan anda membaca Newsletter Hypnoparenting&lt;br /&gt;edisi berikutnya yang membahas "Apa yang Dipelajari Anak &lt;br /&gt;dalam Kehidupan akan membentuk Kehidupannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses,&lt;br /&gt;Ariesandi dan Sukarto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SekolahOrangtua.com&lt;br /&gt;Pusat Pendidikan Keluarga&lt;br /&gt;Wisma Permai Tengah FF-2&lt;br /&gt;Surabaya 60115&lt;br /&gt;Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680116619736146152-6844862499649809436?l=ummuzakariya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/feeds/6844862499649809436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4680116619736146152&amp;postID=6844862499649809436' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/6844862499649809436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/6844862499649809436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/2009/06/selamat-bertemu-kembali-di-newsletter_8866.html' title=''/><author><name>Madrasah as-Salaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423014485433985106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680116619736146152.post-7713403114885458845</id><published>2009-06-29T01:59:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T02:01:32.545-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Selamat bertemu kembali di Newsletter Hypnoparenting.&lt;br /&gt;Edisi kali ini edisi #04 berjudul "Mama Papaku Mantan Preman?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang anda dapatkan dari newsletter edisi ini:&lt;br /&gt;Sebuah puisi yang keluar dari hati seorang anak yang sedih&lt;br /&gt;melihat perilaku mama papanya. Kenali dan mengerti apa perasaan &lt;br /&gt;anak anda saat diperlakukan tidak adil. Ketahui apa &lt;br /&gt;yang sebenarnya diinginkan oleh anak anda yang sering &lt;br /&gt;disuarakan dalam bentuk perilaku 'nakal'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama Papaku Mantan Preman?&lt;br /&gt;--------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Mama.... oh Papa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkaulah idolaku, tempatku berlindung&lt;br /&gt;Di pelukanmu aku merasa aman dan terlindung&lt;br /&gt;Engkau rawat diriku, engkau berikan aku contoh&lt;br /&gt;dengan semua perkataan dan tindakanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun terkadang ada yang aneh,&lt;br /&gt;ku tak berani mempertanyakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luaran engkau begitu manis pada setiap orang,&lt;br /&gt;walaupun orang itu berbuat salah,&lt;br /&gt;engkau tersenyum memberikan maaf&lt;br /&gt;"Oh... tak apa, saya bisa mengerti" katamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam engkau begitu sadis kepadaku,&lt;br /&gt;"Kenapa kau gambari seprei Mama?"&lt;br /&gt;"Kenapa kau coret mobil Papa, hah?"&lt;br /&gt;demikian engkau menghardikku, mengagetkanku&lt;br /&gt;Remuk redam hatiku,&lt;br /&gt;mendengarkan suara yang kuharap manis&lt;br /&gt;memberikan pujian atas gambarku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini baru peringatan", katamu, dan&lt;br /&gt;tangan kuatmu melayang&lt;br /&gt;Apa daya tubuh mungilku, menahan tamparan dan pukulan,&lt;br /&gt;dari orang yang kuharap dengan sepenuh hati&lt;br /&gt;memberi perlindungan dan kasih sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Mama.... oh Papa....&lt;br /&gt;kepada siapa lagi kuberlindung&lt;br /&gt;dan kubanggakan diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya aku mengerti semua peraturan orang dewasa&lt;br /&gt;Seandainya aku bisa membaca pikiran orang dewasa&lt;br /&gt;Takkan kuterima rasa sakit di tubuh mungilku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Mama.... oh Papa,&lt;br /&gt;Engkau boleh melarangku menggambar,&lt;br /&gt;Tapi jangan buat hati kecilku berpaling darimu&lt;br /&gt;Jangan buat tanganku cacat menerima pukulanmu&lt;br /&gt;Apakah itu harga yang harus kubayar ?&lt;br /&gt;Atas sebuah label "NAKAL" yang kau berikan padaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang begitu, bukankah lebih baik&lt;br /&gt;kau kurung diriku&lt;br /&gt;dalam sebuah sangkar emas&lt;br /&gt;kedap suara&lt;br /&gt;Sehingga aku takkan merepotkanmu&lt;br /&gt;dengan kenakalan dan raungan tangisku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kapanpun kau mau, aku siap jadi sasaran&lt;br /&gt;ambisi dan amarahmu&lt;br /&gt;Yang tak mungkin kau lepaskan, di luar sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Mama.... oh Papa....&lt;br /&gt;Walaupun itu terjadi,&lt;br /&gt;Aku tetap sayang padamu&lt;br /&gt;Karena tak ada yang bisa&lt;br /&gt;menggantikanmu&lt;br /&gt;di hati mungilku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tetap akan merindukan&lt;br /&gt;peluk cium darimu&lt;br /&gt;belaian hangat di punggungku&lt;br /&gt;usapan tanganmu di kepalaku&lt;br /&gt;dan tatapan sayang nan lembut&lt;br /&gt;yang akan menggelorakan hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berilah aku sekali saja, sekali saja&lt;br /&gt;semua itu&lt;br /&gt;Hanya itulah yang kuharap&lt;br /&gt;dari Mama dan Papaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membaca atau memberikan komentar tentang artikel ini,&lt;br /&gt;silakan isi form komentar dengan meng-klik alamat di bawah&lt;br /&gt;ini. Terimakasih sebelumnya!&lt;br /&gt;http://getresponse.com/click.html?x=a62a&amp;lc=7L7c&amp;mc=3&amp;s=HtZGB&amp;y=1&amp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca newsletter ini, berikan apa yang diinginkan oleh &lt;br /&gt;anak anda sebenarnya, yang dijelaskan di bagian akhir &lt;br /&gt;yaitu sebuah pelukan dan perasaan cinta dari mama papanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan anda membaca Newsletter Hypnoparenting edisi&lt;br /&gt;berikutnya yang membahas mengenai "Pembentukan Pikiran Bawah&lt;br /&gt;Sadar Anak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses,&lt;br /&gt;Ariesandi dan Sukarto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SekolahOrangtua.com&lt;br /&gt;Pusat Pendidikan Keluarga&lt;br /&gt;Wisma Permai Tengah FF-2&lt;br /&gt;Surabaya 60115&lt;br /&gt;Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680116619736146152-7713403114885458845?l=ummuzakariya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/feeds/7713403114885458845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4680116619736146152&amp;postID=7713403114885458845' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/7713403114885458845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/7713403114885458845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/2009/06/selamat-bertemu-kembali-di-newsletter_1158.html' title=''/><author><name>Madrasah as-Salaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423014485433985106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680116619736146152.post-6215007737077448715</id><published>2009-06-29T01:55:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T01:58:36.327-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Selamat bertemu kembali di Newsletter Hypnoparenting. Edisi &lt;br /&gt;kali ini edisi #03 berjudul "Mendidik Anak Tanpa Kekerasan". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang anda dapatkan dari newsletter edisi ini:&lt;br /&gt;Apakah mendidik atau mendisiplinkan anak perlu dengan kekerasan? &lt;br /&gt;Sebuah cerita nyata tentang bagaimana seorang anak yang&lt;br /&gt;melakukan kesalahan tetapi diberi pelajaran oleh orangtuanya&lt;br /&gt;tanpa kekerasan dan pelajaran itu diingat selamanya oleh anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sudah siap untuk membaca newsletter ini selengkapnya??&lt;br /&gt;Mari kita simak penjelasan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendidik Anak Tanpa Kekerasan&lt;br /&gt;-----------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali orangtua menanyakan ke saya "Anak saya ini kalau &lt;br /&gt;diomongin susah nurutnya, bagaimana sih caranya agar anak &lt;br /&gt;nurut dengan orangtua? Apa musti dipukul dulu baru nurut?" &lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan ini, seringkali saya jawab dengan singkat &lt;br /&gt;"Kenapa musti harus dengan kekerasan?". Dan seringkali saya &lt;br /&gt;menceritakan kisah di bawah ini agar mereka mengerti apa &lt;br /&gt;maksudnya Mendidik Anak Tanpa Kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Dr. Arun Gandhi, cucu Mahatma Gandhi, memberi &lt;br /&gt;ceramah di Universitas Puerto Rico. Ia menceritakan suatu &lt;br /&gt;kisah dalam hidupnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama &lt;br /&gt;orangtua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, &lt;br /&gt;di tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika &lt;br /&gt;Selatan. Kami tinggal jauh di pedalaman dan tidak memiliki &lt;br /&gt;tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya &lt;br /&gt;sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi &lt;br /&gt;teman atau menonton bioskop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu saat, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau &lt;br /&gt;ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya &lt;br /&gt;sangat gembira dengan kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan &lt;br /&gt;pergi ke kota, ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. &lt;br /&gt;Selain itu, ayah juga meminta saya mengerjakan beberapa &lt;br /&gt;pekerjaan tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu setiba di tempat konferensi, ayah berkata "Ayah tunggu &lt;br /&gt;kau di sini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera saja saya menyelesaikan berbagai pekerjaan yang diberikan &lt;br /&gt;oleh ayah dan ibu. Kemudian saya pergi ke bioskop. Wah, saya &lt;br /&gt;benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga &lt;br /&gt;lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjuk pukul 17.30, &lt;br /&gt;langsung saya berlari menuju bengkel mobil dan buru-buru menjemput &lt;br /&gt;ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu sudah hampir pukul 18.00!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gelisah ayah menanyai saya "Kenapa kau terlambat?". &lt;br /&gt;Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton bioskop &lt;br /&gt;sehingga saya menjawab, "Tadi mobilnya belum siap sehingga &lt;br /&gt;saya harus menunggu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon &lt;br /&gt;bengkel mobil itu. Dan ayah tahu kalau saya berbohong. Lalu ayah &lt;br /&gt;berkata "Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan engkau sehingga &lt;br /&gt;engkau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran &lt;br /&gt;pada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, biarkanlah ayah &lt;br /&gt;pulang berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai &lt;br /&gt;berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap dan &lt;br /&gt;jalanan sama sekali tidak rata. Saya tidak bisa meninggalkan ayah, &lt;br /&gt;maka selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan &lt;br /&gt;di belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami beliau hanya &lt;br /&gt;karena kebohongan bodoh yang saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu saya tidak pernah berbohong lagi. Seringkali saya &lt;br /&gt;berpikir mengenai kejadian ini dan merasa heran. Seandainya &lt;br /&gt;ayah menghukum saya, sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, &lt;br /&gt;maka apakah saya akan mendapat sebuah pelajaran mengenai mendidik &lt;br /&gt;tanpa kekerasan ? Kemungkinan saya akan menderita atas hukuman &lt;br /&gt;itu, menyadarinya sedikit dan melakukan hal yang sama lagi. &lt;br /&gt;Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat &lt;br /&gt;luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru terasa kemarin. &lt;br /&gt;Itulah kekuatan bertindak tanpa kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita berhasil menancapkan suatu pesan yang sangat kuat &lt;br /&gt;di bawah sadar seorang anak maka informasi itu akan langsung &lt;br /&gt;mempengaruhi perilakunya. Itulah salah satu bentuk hypnosis &lt;br /&gt;yang sangat kuat. Apakah hal sebaliknya bisa terjadi? Ya bisa saja! &lt;br /&gt;Oleh karena itu kita perlu keyakinan penuh dalam melakukannya &lt;br /&gt;sehingga hasil positif yang kita inginkan pasti tercapai. &lt;br /&gt;Hal ini memerlukan pemikiran yang mendalam dan kesadaran diri &lt;br /&gt;yang kuat dan terlatih. Janganlah bertindak karena reaksi spontan &lt;br /&gt;belaka dan kemudian menyesal setelah melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mau berpikir sedikit ke belakang ke masa di mana &lt;br /&gt;anak-anak kita masih kecil sekali maka di masa itulah semua &lt;br /&gt;"bibit" perilaku dan sikap ditanamkan. "Bibit" perilaku dan sikap &lt;br /&gt;inilah yang kelak akan mewarnai kehidupan remaja dan dewasanya. &lt;br /&gt;Siapakah yang menanamkan "bibit" perilaku dan sikap itu untuk &lt;br /&gt;pertama kalinya? Ya Anda pasti sudah tahu jawabnya, kitalah &lt;br /&gt;orangtua yang menanamkan segala macam "bibit" perilaku dan &lt;br /&gt;sikap itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika sebagian besar waktu anak dihabiskan dengan &lt;br /&gt;pengasuhnya (baby sitter). Ya berdoalah semoga pengasuh anak &lt;br /&gt;Anda mempunyai pemikiran bijaksana dan bisa mempengaruhi anak &lt;br /&gt;Anda secara positif. Berharaplah pengasuh anak (baby sitter) &lt;br /&gt;Anda mengerti cara kerja pikiran dan mengerti bagaimana bersikap, &lt;br /&gt;berucap dan bertindak dengan baik agar anak Anda memperoleh &lt;br /&gt;"bibit" sikap dan perilaku yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang bisa menjadi baik atau buruk pasti karena sesuatu "sebab". &lt;br /&gt;Perilaku, ucapan sikap, dan pikiran yang baik atau buruk hanyalah &lt;br /&gt;suatu rentetan "akibat" dari suatu "sebab" yang telah ditanamkan &lt;br /&gt;terlebih dahulu. Mungkinkah terjadi "akibat" tanpa "sebab"? &lt;br /&gt;Mungkinkah anak kita berbohong tanpa sebab, mungkinkah anak kita &lt;br /&gt;"nakal" tanpa sebab, mungkinkah anak kita rewel tanpa sebab? &lt;br /&gt;Sebagai orangtua kita wajib mencari tahu apa penyebabnya. &lt;br /&gt;Tidaklah pantas sebagai orangtua kita langsung bereaksi spontan &lt;br /&gt;begitu saja tanpa memikirkan apa yang baru saja kita perbuat. &lt;br /&gt;Bukankah ini akan memberi contoh baru bagi anak kita tentang &lt;br /&gt;bagaimana bertindak dan bersikap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu kita mempunyai anak maka kita menjadi orangtua, tetapi &lt;br /&gt;kita tidak pernah punya pengalaman menjadi orangtua. Kita mempunyai &lt;br /&gt;pengalaman menjadi anak. Jadi kita harus mendidik diri kita sendiri &lt;br /&gt;dengan belajar dari anak-anak. Bukan belajar dari apa yang dilakukan &lt;br /&gt;orangtua pada kita. Ingatlah perasaan sewaktu kita masih menjadi &lt;br /&gt;anak-anak. Amati mereka dan tanggapilah dengan penuh perhatian apa &lt;br /&gt;yang mereka inginkan. Pengharapan, perlakuan dan pengakuan seperti &lt;br /&gt;apa yang kita inginkan dari orangtua yang tidak pernah terpenuhi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakukan anak-anak seperti kita ingin diperlakukan! &lt;br /&gt;Jangan perlakukan anak-anak seperti apa yang dilakukan orangtua &lt;br /&gt;pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membaca atau memberikan komentar tentang artikel ini,&lt;br /&gt;silakan isi form komentar dengan meng-klik alamat di bawah&lt;br /&gt;ini. Terimakasih sebelumnya!&lt;br /&gt;http://getresponse.com/click.html?x=a62a&amp;lc=awb0&amp;mc=3&amp;s=HtZGB&amp;y=7&amp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan anda membaca Newsletter Hypnoparenting edisi&lt;br /&gt;berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses,&lt;br /&gt;Ariesandi dan Sukarto      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SekolahOrangtua.com&lt;br /&gt;Pusat Pendidikan Keluarga&lt;br /&gt;Wisma Permai Tengah FF-2&lt;br /&gt;Surabaya 60115&lt;br /&gt;Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680116619736146152-6215007737077448715?l=ummuzakariya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/feeds/6215007737077448715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4680116619736146152&amp;postID=6215007737077448715' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/6215007737077448715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/6215007737077448715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/2009/06/selamat-bertemu-kembali-di-newsletter_29.html' title=''/><author><name>Madrasah as-Salaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423014485433985106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680116619736146152.post-3819731408288381975</id><published>2009-06-29T01:53:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T01:55:09.030-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Selamat bertemu kembali di Newsletter Hypnoparenting.&lt;br /&gt;Edisi kali ini edisi #02 berjudul "Anak-anak yang Bingung". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Anda dapatkan dari newsletter edisi ini:&lt;br /&gt;Sebagai orangtua, sadarkah bahwa selama ini anda telah&lt;br /&gt;sering menghipnosis anak Anda, baik itu positif  maupun negatif?&lt;br /&gt;Cara komunikasi dengan anak yang salah, yang bila sering&lt;br /&gt;anda lakukan akan mengakibatkan anak tumbuh dengan&lt;br /&gt;perasaan ragu-ragu dan takut melakukan kesalahan. Apa&lt;br /&gt;kata-kata yang perlu diucapkan agar bersedia melakukan apa yang&lt;br /&gt;anda minta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sudah siap untuk membaca newsletter ini selengkapnya??&lt;br /&gt;Mari kita simak penjelasan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang Bingung&lt;br /&gt;----------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah Anda bahwa kita orang tua secara konstan meng-hypnosis &lt;br /&gt;anak kita? Ambil saja kasus nyata yang terjadi dengan Anton &lt;br /&gt;yang merupakan anak di rumah tetangga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Anton sedang bermain dengan adiknya dan tiba-tiba&lt;br /&gt;saja si adik menangis dengan keras karena mainannya direbut. &lt;br /&gt;Anton tidak mau mengalah dan malahan mengejek adiknya. Ibunya &lt;br /&gt;melihat hal itu terjadi dan dengan serta merta berteriak dengan &lt;br /&gt;suara nyaring nan merdu, "Ayooo... teruskan ya... ganggu adikmu &lt;br /&gt;terus... Nanti Mama hukum kamu kalau terus ganggu adikmu. Khan &lt;br /&gt;adikmu masih kecil, kamu yang lebih tua ngalah dong?"&lt;br /&gt;Anton terdiam kebingungan, dalam hatinya ia berkata, "Lho tadi &lt;br /&gt;katanya disuruh terus, lha kok kalau saya teruskan malah &lt;br /&gt;dihukum. Lagian kapan adik akan jadi lebih tua daripada kakak ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton mempunyai pikiran seperti itu karena telah sering mendengar&lt;br /&gt;ucapan ibunya yang seperti tadi. Setiap kali ia dan adiknya &lt;br /&gt;berebut mainan selalu saja adiknya akan menangis untuk menarik &lt;br /&gt;perhatian ibunya. Dan anehnya ibunya selalu mengatakan hal yang &lt;br /&gt;sama seperti di atas kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu Anton selalu mencari makna atas perkataan orangtuanya. &lt;br /&gt;Ia sering bingung sendiri, tanpa disadari tentunya, apakah yang &lt;br /&gt;sebenarnya dimaksudkan oleh orang dewasa di sekitarnya. Jika ia &lt;br /&gt;sendirian, seringkali memorinya memunculkan perkataan-perkataan &lt;br /&gt;orangtuanya dan orang dewasa di sekitarnya yang membuat ia bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa disadari ia tumbuh dengan sikap penuh keraguan dan susah &lt;br /&gt;mengambil keputusan dalam waktu cepat. Ia menjadi tidak berani &lt;br /&gt;memutuskan sesuatu dan lambat laun inisiatifnya untuk memulai &lt;br /&gt;sesuatu semakin menurun. Cepat atau lambat kita bisa meramalkan &lt;br /&gt;apa yang akan terjadi pada diri anak yang sering harus mencari &lt;br /&gt;makna atas setiap tindakan atau perlakuan dari orang di sekitarnya. &lt;br /&gt;Mereka akan tumbuh dengan sikap penuh keraguan dalam bertindak, &lt;br /&gt;takut dikritik, perfeksionis, tidak berani mengambil keputusan &lt;br /&gt;besar, kurang berinisiatif dan tergantung pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin Anda pernah mendapati seorang anak yang ulangannya &lt;br /&gt;jelek dan kemudian mamanya berkata dengan kecewa, "Aduh kamu ini, &lt;br /&gt;kemarin kan sudah belajar dan katamu kamu mengerti, lha kok &lt;br /&gt;sekarang dapatnya cuma segini? Aduh kamu ini, harus diapakan sih? &lt;br /&gt;Mama dulu ya tidak pernah dapat nilai sejelek ini lho! Mama &lt;br /&gt;selalu dapat nilai bagus!" Dan papa si anak yang juga mendengarkan &lt;br /&gt;omelan istrinya agak sedikit tersinggung dan mengatakan "Heh, &lt;br /&gt;Mama menyindir Papa ya! Mau mencari kambing hitam ya? Apa maksudnya &lt;br /&gt;Mama mengatakan nilai Mama selalu bagus apa nyindir Papa? Catat ya &lt;br /&gt;nilai Papa dulu juga selalu bagus bahkan selalu masuk dalam 10 besar &lt;br /&gt;di kelas!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan .... bingunglah si anak. Dalam pikiran bawah sadarnya muncul &lt;br /&gt;suara kecil yang mengatakan, "Mama nilainya selalu bagus, Papa &lt;br /&gt;juga selalu bagus, bahkan masuk dalam 10 besar di kelas. Kalau begitu &lt;br /&gt;kenapa aku jadi bodoh begini ya? Aku ini anak siapa sih sebenarnya? &lt;br /&gt;Kok gara-gara nilaiku mereka jadi bertengkar sendiri sih? &lt;br /&gt;Apa salahku?" Dan beribu-ribu pertanyaan lain yang akan muncul &lt;br /&gt;di benak si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sini Anda mungkin berpikir, "Wah susah sekali menjadi &lt;br /&gt;orangtua. Kok ini salah dan itu salah ya. Saya dulu juga diperlakukan &lt;br /&gt;seperti itu oleh orangtua saya. Tapi kok ya ... tidak apa-apa tuh? &lt;br /&gt;Sekarang hidup saya juga sukses?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh yaaaa... Pernahkah Anda merenung dan menggali dalam diri Anda &lt;br /&gt;apakah ada konflik-konflik kecil yang timbul yang Anda abaikan saja &lt;br /&gt;karena tidak tahu jawabannya. Dan Anda mengabaikan karena Anda &lt;br /&gt;melihat sepintas tidak ada pengaruh besar bagi kehidupan Anda. &lt;br /&gt;Sesekali saja muncul tapiiii ... ya tidak perlu diungkit lagi ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda benar. Anda bisa sukses dengan apa yang orangtua Anda telah &lt;br /&gt;lakukan pada Anda. Dan tahukah Anda seandainya orangtua kita &lt;br /&gt;melakukan sesuatu yang lebih positif lagi dari apa yang telah &lt;br /&gt;dilakukannya maka kita bisa jadi lebih sukses daripada sekarang. &lt;br /&gt;Bukankah setiap akibat merupakan hasil dari suatu sebab. Dan jika &lt;br /&gt;sebabnya berbeda maka akibatnya berbeda juga, betul kan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan dan lakukan kepada &lt;br /&gt;anak-anak kita. Jika perkataan dan perbuatan itu sering diulang &lt;br /&gt;maka pikiran bawah sadar anak akan menangkapnya dan menyimpannya &lt;br /&gt;sebagai fakta kebenaran. Apapun faktanya, positif ataupun negatif, &lt;br /&gt;akan dianggap sebagai kebenaran dan diwujudkan dalam realita fisik &lt;br /&gt;si anak. Itulah yang disebut hypnosis. Kita sadari atau tidak, kita&lt;br /&gt;telah menghypnosis anak-anak dengan perkataan dan perbuatan kita. &lt;br /&gt;Kita telah menghypnosis anak-anak kita dengan lakon sehari-hari &lt;br /&gt;yang kita pentaskan sebagai drama kehidupan di depan mata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa yang harus kita lakukan? Berikut ini adalah beberapa &lt;br /&gt;tips agar anak-anak tumbuh dengan baik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Katakan apa yang Anda inginkan terjadi, jangan membuat anak &lt;br /&gt;   mencari-cari sendiri makna dari ucapan atau tindakan Anda. &lt;br /&gt;   Janganlah terlalu suka memelototi anak dan berharap mereka &lt;br /&gt;   akan mengerti apa maksud Anda, mereka akan mencari makna dan &lt;br /&gt;   akhirnya tumbuh dengan sikap penuh keraguan dan takut berbuat &lt;br /&gt;   salah. Jika Anda ingin dia menghentikan tindakannya langsung &lt;br /&gt;   katakan, "Sudah cukup. Hentikan sekarang. Sebenarnya apa yang &lt;br /&gt;   kamu inginkan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Akui dan hargailah perasaan mereka. "Kamu lagi jengkel ya, &lt;br /&gt;   sedih ya, atau kecewa? Kamu jengkel karena ...... (mainanmu &lt;br /&gt;   direbut oleh adik ya, atau Mama/Papa membentak kamu ya, atau &lt;br /&gt;   apapun penyebabnya). Yaa .... Mama/Papa mengerti dan bisa &lt;br /&gt;   merasakan hal itu. Mama/Papa sendiri juga akan jengkel atau &lt;br /&gt;   marah jika diperlakukan seperti itu. Menurut kamu apa yang &lt;br /&gt;   bisa dilakukan agar perasaan jengkelmu hilang? Apa kamu mau &lt;br /&gt;   minum dulu? Atau melakukan .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bersikaplah konsisten. Tindakan dan ucapan kita harus selaras. &lt;br /&gt;   Selain itu kita sebagai pasangan juga harus konsisten dan &lt;br /&gt;   sepakat dengan berbagai aturan. Jangan sampai kita mengijinkan &lt;br /&gt;   hal tertentu tetapi pasangan kita mengijinkannya atau sebaliknya. &lt;br /&gt;   Jika hal itu sering terjadi maka si anak juga akan mencari &lt;br /&gt;   sendiri kebenaran makna dari ucapan atau tindakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Anda mengerti bahwa kita orangtua senantiasa meng-hypnosis &lt;br /&gt;anak kita, pastikan kita meng-hypnosis mereka dengan hal-hal &lt;br /&gt;yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membaca atau memberikan komentar tentang artikel ini,&lt;br /&gt;silakan isi form komentar dengan meng-klik alamat di bawah&lt;br /&gt;ini. Terimakasih sebelumnya!&lt;br /&gt;http://getresponse.com/click.html?x=a62a&amp;lc=awjM&amp;mc=3&amp;s=HtZGB&amp;y=T&amp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Newsletter berikutnya edisi #03 berjudul  "Mendidik Anak &lt;br /&gt;Tanpa Kekerasan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali orangtua berpikir bahwa agar anak menjadi disiplin&lt;br /&gt;kita harus memberikan hukuman. Apakah itu tepat? Sadarkah&lt;br /&gt;anda bahwa kadang suatu hukuman dapat membuat anak&lt;br /&gt;trauma dan mempengaruhi dirinya saat jadi dewasa ? Tetapi bila&lt;br /&gt;anak tidak didisiplinkan, apakah dia tidak jadi kurang ajar &lt;br /&gt;nantinya? Apa yang tepat untuk dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan anda membaca Newsletter Hypnoparenting &lt;br /&gt;edisi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses,&lt;br /&gt;Ariesandi dan Sukarto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SekolahOrangtua.com&lt;br /&gt;Pusat Pendidikan Keluarga&lt;br /&gt;Wisma Permai Tengah FF-2&lt;br /&gt;Surabaya 60115&lt;br /&gt;Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680116619736146152-3819731408288381975?l=ummuzakariya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/feeds/3819731408288381975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4680116619736146152&amp;postID=3819731408288381975' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/3819731408288381975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/3819731408288381975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/2009/06/selamat-bertemu-kembali-di-newsletter.html' title=''/><author><name>Madrasah as-Salaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423014485433985106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680116619736146152.post-2303055323084415330</id><published>2009-06-29T01:43:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T01:50:59.744-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Newsletter dari sekolahOrangtua.com &lt;br /&gt;Newsletter Hypnoparenting edisi #01 ini mengenai penjelasan &lt;br /&gt;singkat apa itu HypnoParenting yang berasal dari dua kata, yaitu&lt;br /&gt;Hypnosis dan Parenting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu HypnoParenting?&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ini adalah newsletter HypnoParenting Anda yang pertama &lt;br /&gt;maka hari ini kita mencoba menjelaskan apa itu HypnoParenting. &lt;br /&gt;Sehingga tidak timbul perbedaan persepsi tentang 'makanan' apa ini :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hypoparenting terdiri dari 2 kata dasar yaitu hypnosis dan parenting. &lt;br /&gt;Marilah kita bahas satu persatu secara singkat sehingga makna dari &lt;br /&gt;HypnoParenting dapat dimengerti dengan benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hypnosis di Indonesia masih dianggap sebagai satu hal yang &lt;br /&gt;dipenuhi misteri. Masih banyak yang beranggapan bahwa hypnosis &lt;br /&gt;melibatkan kuasa kegelapan, atau suatu bentuk praktek supranatural. &lt;br /&gt;Oleh karena itu tidak sedikit juga orang yang percaya bahwa hal &lt;br /&gt;yang berbau hypnosis harus dijauhi atau dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang berpendapat bahwa subyek yang di-hypnosis tidak bisa &lt;br /&gt;mengontrol pikirannya sendiri dan dalam kondisi yang sepenuhnya &lt;br /&gt;tidak sadar. Atau bahkan ada juga yang mengatakan bahwa kalau &lt;br /&gt;sering di-hypnosis akan lupa ingatan dan mudah dipengaruhi oleh &lt;br /&gt;orang lain, atau bahkan mudah dimasuki "roh halus". Baiklah &lt;br /&gt;sekarang kita akan membahasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali yang perlu diketahui adalah di dunia ini terdapat &lt;br /&gt;dua aliran besar hypnosis yaitu aliran Timur dan Barat. Pada &lt;br /&gt;aliran Timur memang banyak dijumpai hal-hal yang bersifat mistis &lt;br /&gt;atau "magis". Sedangkan pada aliran Barat dipengaruhi oleh teori-teori &lt;br /&gt;mengenai pikiran dan struktur bahasa. Hypnosis yang akan diulas &lt;br /&gt;di sini menganut aliran Barat. Jadi semuanya berdasarkan penelitian &lt;br /&gt;ilmiah dari para pakar yang berasal dari dunia kedokteran dan &lt;br /&gt;psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena hypnosis kita alami setiap hari. Pernahkah Anda melihat &lt;br /&gt;film yang mengharukan hingga menangis? Anda demikian larut dalam &lt;br /&gt;film itu sehingga seakan-akan menjadi sesuatu yang nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah hypnosis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lainnya, mari bayangkan sebuah jeruk lemon yang sangat segar&lt;br /&gt;di depan Anda. Bayangkan jeruk tersebut dibelah jadi 2 bagian dan&lt;br /&gt;kemudian dikucurkan ke dalam mulut. Bagaimana reaksi tubuh Anda? &lt;br /&gt;Adakah pengaruhnya? Apakah air liur Anda menjadi lebih encer? &lt;br /&gt;Jika Anda perhatikan jeruknya kan tidak ada, hanya imajinasi saja &lt;br /&gt;bukan? Tetapi mengapa tubuh kita bereaksi dengan cara yang sama &lt;br /&gt;ketika jeruknya benar-benar ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah hypnosis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak kita menangkap gambaran mental dari jeruk lemon. Dan ketika &lt;br /&gt;kita melakukannya dengan penuh perasaan dan konsentrasi maka &lt;br /&gt;otak menganggap hal itu adalah suatu kenyataan dan memerintahkan &lt;br /&gt;tubuh untuk bereaksi dengan cara yang sama saat kita dulu &lt;br /&gt;berhadapan dengan jeruk lemon yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu syarat penting yang harus ada di sini adalah bahwa Anda &lt;br /&gt;harus pernah punya pengalaman dengan jeruk lemon dulu sebelumnya &lt;br /&gt;sehingga bisa membayangkan dengan detail. Jika Anda belum pernah &lt;br /&gt;melihat jeruk lemon sebelumnya maka sugesti di atas tadi tidak akan &lt;br /&gt;berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada hal berunsur "magis" atau "mistis" bukan ? Untuk memahami &lt;br /&gt;fenomena jeruk lemon di atas maka kita harus mengerti cara kerja &lt;br /&gt;pikiran. Apa maksudnya? Maksudnya, kita harus mengerti bagaimana &lt;br /&gt;pikiran memproses stimulasi dari luar (dalam hal ini berupa &lt;br /&gt;kata-kata) menjadi suatu gambaran mental berdasarkan informasi &lt;br /&gt;yang sudah ada di memori pikiran sebelumnya. Dengan pemahaman &lt;br /&gt;di atas, maka kita sekarang akan menyadari bahwa semua proses &lt;br /&gt;pemasukan informasi ke dalam pikiran adalah suatu proses hypnosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang apa itu Parenting? Parenting adalah segala sesuatu &lt;br /&gt;yang berurusan dengan tugas-tugas orangtua dalam mendidik dan &lt;br /&gt;membesarkan anak. Tugas kita sebagai orangtua dalam mendidik dan &lt;br /&gt;membesarkan anak sebenarnya sangat berat dan penuh liku-liku &lt;br /&gt;tantangan. Sayangnya kita hanya berbekal pengalaman sebagai seorang &lt;br /&gt;anak yang dulunya dididik dan dibesarkan oleh orangtua kita. &lt;br /&gt;Sebagian besar pola asuh dan pola didik orangtua kepada kita &lt;br /&gt;akhirnya mewarnai tugas kita sebagai orangtua. Kita memperlakukan &lt;br /&gt;anak kita sebagaimana orangtua memperlakukan kita dulunya. &lt;br /&gt;Seharusnya kita harus memperlakukan anak sebagaimana kita dulu &lt;br /&gt;ingin diperlakukan oleh orangtua kita. Dengan begitu kita bertindak &lt;br /&gt;atas dasar perasaan seorang anak, bukan atas dasar perasaan kita &lt;br /&gt;sebagai orangtua. Karena apa yang kita anggap baik belum tentu &lt;br /&gt;seperti yang diinginkan oleh anak kita secara pasti. Dengan kata &lt;br /&gt;lain, kita bertindak atas dasar persepsi kita sendiri, bukan dari &lt;br /&gt;persepsi seorang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu dengan HypnoParenting kita berusaha mempetakan dan &lt;br /&gt;membuat sistemasi atas segala hal yang berhubungan dengan tugas &lt;br /&gt;kita sebagai orangtua ditinjau dari sudut pandang cara kerja &lt;br /&gt;pikiran dan pengaruhnya terhadap masa depan seorang anak. &lt;br /&gt;Mengapa kita meninjaunya dari sudut pandang cara kerja pikiran? &lt;br /&gt;Karena segala sesuatu berakar dari pikiran. Manusia, anak-anak &lt;br /&gt;sampai dewasa, melakukan segala sesuatu karena punya pikiran. &lt;br /&gt;Segala hal tentang teori pertumbuhan dan perkembangan anak tak &lt;br /&gt;akan berhasil jika kita gagal memahami cara kerja pikiran. &lt;br /&gt;Satu hal sederhana, engapa seorang bayi belajar berjalan? &lt;br /&gt;Karena ia melihat semua orang dewasa di sekitarnya berjalan tegak &lt;br /&gt;dengan kedua kakinya. Bukan karena umurnya memang mengijinkan dia &lt;br /&gt;untuk berjalan. Jika selama 5 tahun pertama hidupnya, sang bayi &lt;br /&gt;hanya melihat orang di sekitarnya merangkak, maka ia pasti akan &lt;br /&gt;merangkak juga. Tidak akan pernah berjalan tegak. Inilah mekanisme &lt;br /&gt;hypnosis yang paling sederhana. Kita telah mempengaruhi seorang &lt;br /&gt;bayi dengan contoh nyata bahwa suatu hari ia akan berjalan juga &lt;br /&gt;sebagaimana kita orang dewasa. Hal ini ditangkap oleh otak bawah &lt;br /&gt;sadarnya dan diproses sampai suatu saat si bayi mulai mencoba &lt;br /&gt;untuk berdiri tegak dan berjalan. Tetapi karena tulangnya belum kuat&lt;br /&gt;maka ia akan terjatuh. Tetapi karena kita sugesti, "Ayo coba lagi. &lt;br /&gt;Berdiri lagi sayang, kamu pasti bisa" maka ia akhirnya bisa berjalan. &lt;br /&gt;Bayangkan apa yang akan terjadi jika sugestinya, "Alaaa percuma, &lt;br /&gt;kamu tidak akan bisa. Sudahlah duduk aja tidak usah berdiri atau &lt;br /&gt;berjalan", apakah si bayi akan bisa berjalan? Tentu tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi semoga sekarang Anda telah mengerti apa itu HypnoParenting &lt;br /&gt;dan bagaimana aplikasi sederhananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membaca atau memberikan komentar tentang artikel ini,&lt;br /&gt;silakan isi form komentar dengan meng-klik alamat di bawah&lt;br /&gt;ini. Terimakasih sebelumnya!&lt;br /&gt;http://getresponse.com/click.html?x=a62a&amp;lc=aw4l&amp;mc=3&amp;s=HtZGB&amp;y=I&amp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Newsletter berikutnya edisi #02 berjudul "Anak-Anak yang Bingung". &lt;br /&gt;Anda tidak ingin mempunyai anak yang bingung bukan ? &lt;br /&gt;Anak yang bingung sulit untuk maju dalam kehidupannya. &lt;br /&gt;Jadi pastikan juga anda membaca newsletter edisi&lt;br /&gt;berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses,&lt;br /&gt;Ariesandi dan Sukarto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SekolahOrangtua.com&lt;br /&gt;Pusat Pendidikan Keluarga&lt;br /&gt;Wisma Permai Tengah FF-2&lt;br /&gt;Surabaya 60115&lt;br /&gt;Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680116619736146152-2303055323084415330?l=ummuzakariya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/feeds/2303055323084415330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4680116619736146152&amp;postID=2303055323084415330' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/2303055323084415330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/2303055323084415330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/2009/06/newsletter-dari-sekolahorangtua.html' title=''/><author><name>Madrasah as-Salaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423014485433985106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680116619736146152.post-3803974808821464113</id><published>2009-06-26T20:10:00.001-07:00</published><updated>2009-06-26T20:15:31.617-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak dan Adab'/><title type='text'>Berbakti Kepada Orang Tua</title><content type='html'>Bismillahhirrohmann irrohim,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak merupakan idaman setiap orang. Ia tidak hanya didamba oleh orang yang sudah berkeluarga, namun tak jarang juga oleh mereka yang masih melajang. Kehadiran anak merupakan penyemarak kehidupan sebuah keluarga. Tanpa mereka, hari-hari sebuah keluarga laksana sayur tanpa garam. Terasa hambar dan tidak lengkap.&lt;br /&gt;Begitu berartinya anak bagi sebuah keluarga hingga terkadang orang-orang yang belum dikaruniai anak mau menempuh segala cara untuk mendapatkan harapannya itu. Mereka lupa bahwa anak adalah pemberian dari Allah, yang mestinya hanya kepada-Nya mereka meminta. &lt;br /&gt;Bagi orang-orang yang beriman, mereka menyadari bahwa anak merupakan nikmat dari Allah sekaligus sebagai ujian. Dalam ruku’ dan sujud serta dalam segala munajat, mereka meminta agar dikaruniai keturunan yang baik, yaitu anak-anak yang shalih dan berbakti kepada orang tuanya. &lt;br /&gt;Kehadiran anak akan menjadi penyejuk mata orang tua, menjadi penggembira ketika susah, menjadi penghangat ketika kedinginan, serta menjadi penghibur qalbu ketika gundah gulana. Kalimat “Anakku sayang,” akan senantiasa terucap meski sang ibu atau bapak sedang mengalami sakit yang parah. “Biar bapakmu susah asal kamu tetap senang,” demikian ucapan seorang bapak yang sangat sayang pada anaknya.&lt;br /&gt;رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَاماً&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa.” &lt;/em&gt;(Al-Furqan: 74)&lt;br /&gt;Namun aduhai, tidak sedikit para bapak dan ibu memberikan cinta dan kasih sayang secara berlebihan hingga mencampakkan anaknya ke jurang kerugian hidup dunia dan akhirat. Semua keinginan anak berusaha untuk dipenuhi apapun bentuknya: televisi, gitar, dan alat-alat musik lainnya, gambar-gambar, dan segala bentuk permainan berusaha didapatkan, baik dengan cara menipu, menjilat, korupsi, mencuri, merampok dsb. Sungguh malang nasib kedua orang tua di dunia dan akhirat, dan betapa malang pula nasib anak yang tidak diikat dengan batasan syariat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain terkadang ada seorang anak yang keadaannya bagai burung dalam sangkar. Keinginan anak untuk menjadi orang shalih dan menjadi seorang hamba yang mulia di sisi Allah , justru mendapatkan ancaman yang pahit dan lecutan cemeti caci maki serta olok-olok dari orang tuanya. &lt;br /&gt;Semburan ludah, tamparan ke wajah sang anak, pemboikotan harus mengiringi kehidupan dan derap langkah serta kemerdekaannya. Apa yang diinginkan orang tuanya dari buah hatinya itu? Ternyata mereka menginginkan anaknya menyandang gelar keduniaan dengan menutup keinginannya mendapatkan gelar akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua itu berharap dengan gelar keduniaan yang diraih akan mendatangkan sesuap nasi dan bisa mengantarkan kepada kehidupan mewah. Walaupun untuk mendapatkan gelar itu harus berkecimpung dalam api neraka Allah Subhanahu wa Ta'ala. &lt;br /&gt;Wahai ibu dan bapak, akankah engkau menggiring dan memandu anakmu di atas duri-duri dan kaca-kaca tajam untuk meraih keinginanmu dan bukan keinginan anakmu?&lt;br /&gt;Demikianlah gambaran kehidupan anak yang harus menghadapi orang tua yang memiliki keinginan berbeda-beda dan begitu juga orang tua yang menghadapi anak-anak memiliki cita-cita yang berbeda. Wahai ibu, bapak, dan anak, dengarkanlah sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Apabila anak Adam meninggal dunia terputuslah amalnya kecuali tiga perkara shadaqah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak yang shalih yang akan mendoakan kedua orang tuanya.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim no.. 1631 dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu)&lt;br /&gt;Dan dengarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:&lt;br /&gt;وَالَّذِيْنَ آمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيْمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتُهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍكُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka dan kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka, tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”&lt;/em&gt; (Ath-Thur: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peranan Orang Tua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang tua memiliki peranan besar dalam mengubah fitrah seorang anak. Dia bisa menjadi sebab bagi anak menjadi orang yang celaka di dunia dan akhirat, dan bisa pula menjadi sebab bagi anak menjadi orang yang selamat di dunia dan akhirat. Tentu semua itu tidak terlepas dari taqdir Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Orang tua menyeru buah hatinya menuju kekufuran &lt;br /&gt;Di antara orang tua ada yang dengan sengaja menyeru anaknya menuju kekufuran kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan menuju kesesatan dengan tidak sedikit disertakan ancaman-ancaman, pembunuhan, pengucilan, pengusiran, penyiksaan dan sebagainya.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menggambarkan hal yang demikian di dalam sabdanya:&lt;br /&gt;كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلىَ الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Setiap anak dilahirkan di atas fitrah (kesucian) maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia Yahudi atau Nasrani atau Majusi.”&lt;/em&gt; (HR.. Al-Bukhari no. 1279, Muslim no. 2658, dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu)&lt;br /&gt;Abu ‘Amr ‘Utsman bin Sa’id Ad-Dani Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan: “Makna ‘keduanya menjadikan Yahudi atau Nasrani’ adalah keduanya menghukumi anak itu sebagaimana hukum terhadap diri keduanya (dengan Yahudi, Nasrani, Majusi -pen). Dan ada yang mengatakan (bahwa maknanya) keduanya menyeru anaknya menuju agama yang dia berada di atasnya dari Yahudi atau Nasrani.” (Lihat Ar-Risalah Al-Wafiyah hal. 97)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan tentang orang tua yang memiliki pengaruh demikian besar dalam mengubah kesucian fitrah seorang anak.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala menceritakan di dalam Al Qur’an percakapan antara Ibrahim 'alaihissalam dengan bapaknya:&lt;br /&gt;إِذْ قَالَ لأَبِيْهِ يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لاَ يَسْمَعُ وَلاَ يُبْصِرُ وَلاَ يُغْنِيْ عَنْكَ شَيْئاً. يَا أَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءَنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطاً سَوِيًّا. يَا أَبَتِ لاَ تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلرَّحْمَنِ عَصِيًّا. يَا أَبَتِ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِنَ الرَّحْمَنِ فَتَكُوْنُ لِلشَّيْطَانِ وَلِيًّا. قَالَ أَرَاغِبٌ أَنْتَ عَنْ أَلِهَتِي يَا إِبْرَاهِيْمُ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ لأَرْجُمَنَّكَ وَاهْجُرْنِي مَلِيًّا&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ingatlah ketika Ia- (Ibrahim) berkata kepada bapaknya: ‘Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak bisa mendengar, tidak melihat dan tidak bisa menolongmu sedikitpun? Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku janganlah kamu menyembah setan. Sesungguhnya setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Wahai bapakku sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa adzab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi setan.’ Berkata bapaknya: ‘Bencikah kamu kepada Tuhan-Tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam dan tinggalkanlah aku dalam waktu yang lama’.”&lt;/em&gt; (Maryam: 42-46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sebagian orang tua menyeru menuju kebahagiaan hidup di atas iman&lt;br /&gt;Inilah tentu yang dimaukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah menceritakan di dalam Al Qur’an tentang Nabi Nuh 'alaihissalam: &lt;br /&gt;وَقَالَ ارْكَبُوْا فِيْهَا بِسْمِ اللهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُوْرٌ رَحِيْمٌ. وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَى نُوْحٍ ابْنَهُ وَكَانَ فِيْ مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَّعَنَا وَلاَ تَكُن مَّعَ الْكَافِرِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan Nuh berkata: ‘Naiklah kamu sekalian ke dalamnya (perahu) dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’. Dan bahtera itu berlayar dan membawa mereka dalam gelombang laksana gunung dan Nuh memanggil anaknya, sesungguhnya anaknya berada di tempat yang jauh terpencil, ‘Hai anakku naiklah ke (kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang kafir’.” &lt;/em&gt;(Hud: 41-42) &lt;br /&gt;Kedua jenis seruan di atas terkait dengan keputusan dan ketentuan Allah terhadap diri sang anak. Artinya, bahwa kedua orang tua bagaimanapun dia mengusahakan agar anaknya kafir, tetap dia tidak sanggup bila tidak ada ijin dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Begitu juga sebaliknya, setinggi apapun usaha keduanya agar anaknya menjadi orang yang shalih, bila tidak ada ijin dari Allah maka keduanya tidak akan sanggup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Anak yang Baik &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Birrul Walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua) dan tidak durhaka adalah wajib, bahkan Allah gandengkan perintah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan perintah menyembah-Nya semata. Hal ini menunjukkan besarnya kedudukan Birrul walidain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bentuk-bentuk Birrul Walidain &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menaati perintah keduanya serta menjauhi larangannya selama tidak dalam rangka bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebab tidak ada kewajiban taat kepada siapapun dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلىَ أَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan jika keduanya memaksamu untuk kamu menyekutukan Aku dan kamu tidak memiliki ilmu tentangnya maka janganlah kamu menaati keduanya dan pergaulilah mereka di dunia dengan cara yang baik.” &lt;/em&gt;(Luqman: 15)&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِيْ مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ إِنَّمَا الطَّاعَةَ فِي الْمَعْرُوْفِ&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu dalam kebaikan.” &lt;/em&gt;(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari shahabat ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memuliakan keduanya dan merendah di hadapannya, berucap dengan ucapan yang baik serta tidak membentaknya.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهِمَا فَلاَ تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلاً مَعْرُوْفًا&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya telah lanjut usia dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik, dan rendahkan dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan.”&lt;/em&gt; (Al-Isra: 23-24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak melakukan safar (perjalanan) jauh melainkan dengan seijin keduanya begitu juga jihad yang hukumnya fardhu kifayah.&lt;br /&gt;Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiallahu 'anhuma berkata: &lt;br /&gt;أَقْبَلَ رَجُلٌ إِلىَ نَبِيِّ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: أُبَايِعُكَ عَلىَ الْهِجْرَةِ وَالْجِهَادِ أَبْتَغِي اْلأَجْرَ مِنَ اللهِ تَعَالَى. فَقَالَ: فَهَلْ لَكَ مِنْ وَالِدَيْكَ أَحَدٌ حَيٌّ؟ قَالَ: نَعَمْ، بَلْ كِلاَهُمَا. قَالَ: فَتَبْتَغِي اْلأَجْرَ مِنَ اللهِ تَعَالَى؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَارْجِعْ إِلَى وَالِدَيْكَ فَأَحْسِنْ صُحْبَتَهُمَا&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Seseorang menghadap Nabi Allah Subhanahu wa Ta'ala lalu berkata: ‘Aku memba’iatmu di atas hijrah dan jihad untuk mencari pahala dari Allah Subhanahu wa Ta'ala’ Rasulullah berkata: ‘Apakah salah seorang dari kedua orang tuamu masih hidup?’ Dia menjawab: ‘Ya, bahkan keduanya.’ Dan beliau bersabda: ‘Kamu ingin mencari pahala dari Allah?’ Dia menjawab: ‘Ya.’ Rasulullah bersabda: ‘Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan berbuat baiklah kepada keduanya’.” &lt;/em&gt;(HR. Al-Bukhari, 6/97, 98, dan Muslim no. 2549)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak boleh mendahulukan istri dan anaknya atas hak kedua orang tua, berdasarkan hadits tentang tiga orang yang masuk ke dalam gua lalu gua tersebut tertutup dengan batu sehingga tidak bisa keluar darinya. Lalu ketiga orang tersebut berdoa kepada Allah dengan cara bertawassul dengan amal-amal mereka yang shalih. Salah satu di antara mereka bertawassul dengan amal mengutamakan hak kedua orang tuanya dari hak anak-anak dan istrinya. (HR. Al-Bukhari no. 2272 dan Muslim no. 2743 dari shahabat Abdullah bin ‘Umar radhiallahu 'anhuma)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bersyukur terhadap segala bentuk pengorbanannya dengan melaksanakan segala wujud kebaikan seperti memberi keduanya makan dan pakaian jika membutuhkan, mengobati bila keduanya sakit, menghilangkan segala macam gangguan dan berkhidmat terhadap segala sesuatu yang dibutuhkannya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;وَوَصَّيْنَا اْلإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلىَ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِيْ عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَ &lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan Kami telah memerintahkan kepada manusia untuk (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya, karena ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah di atas kelemahan dan menyapihnya selama dua tahun maka bersyukurlah kamu kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.”&lt;/em&gt; (Luqman: 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menyambung silaturahmi yang berasal dari keduanya dan mendoakan keduanya dengan segala ampunan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: &lt;br /&gt;وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan katakanlah: Ya Allah rahmatilah keduanya sebagaimana keduanya telah mendidikku semasa kecilku.” &lt;/em&gt;(Al-Isra: 24) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bentuk-bentuk kedurhakaan kepada keduanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini merupakan lawan dari hal yang disebutkan sebelumnya. Mencaci maki keduanya, membentak dan menghardik, memukul, memperbudak, mengkhianati, mendustakannya, menipu, tidak taat kepada perintah keduanya dan sebagainya merupakan beberapa bentuk kedurhakaan kepada kedua orang tua. Jadikanlah kedua orang tuamu sebagai ladangmu untuk mempersiapkan diri dan tempat bercocok tanam untuk akhiratmu! Jadikanlah keduanya sebagai jembatan pengantar dirimu menuju surga Allah! Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;رَغِمَ أَنْفُهُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ. قِيْلَ: مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Nista dan hinanya, nista dan hinanya, nista dan hinanya.” Lalu ditanyakan: “Siapa wahai Rasulullah?” Beliau berkata: “Yaitu yang menjumpai kedua orang tua lalu tidak menyebabkan dia masuk ke dalam surga.” &lt;/em&gt;(HR. Muslim no. 2551 dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu)&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-syari'ah Jum'at, 15 Oktober 2004 - 03:11:43, Penulis : Al Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An Nawawi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680116619736146152-3803974808821464113?l=ummuzakariya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/feeds/3803974808821464113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4680116619736146152&amp;postID=3803974808821464113' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/3803974808821464113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/3803974808821464113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/2009/06/berbakti-kepada-orang-tua.html' title='Berbakti Kepada Orang Tua'/><author><name>Madrasah as-Salaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423014485433985106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680116619736146152.post-5893420263360352928</id><published>2008-11-16T06:53:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T18:21:46.757-08:00</updated><title type='text'>Profesi Keguruan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa, Mengapa, dan Bagaimana Pekerjaan Profesi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan/menuntut keahlian (expertise), menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi. Keahlian diperoleh dari lembaga pendidikan yang khusus diperuntukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;Ciri-ciri profesi, yaitu adanya:&lt;br /&gt;1.    standar unjuk kerja;&lt;br /&gt;2.    lembaga pendidikan khusus untuk menghasilkan pelaku profesi tersebut dengan standar kualitas akademik yang bertanggung jawab;&lt;br /&gt;3.    organisasi profesi;&lt;br /&gt;4.    etika dan kode etik profesi;&lt;br /&gt;5.    sistem imbalan;&lt;br /&gt;6.    pengakuan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Profesi Keguruan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semiprofesional, namun sebenarnya lebih dari itu. Hal ini dimungkinkan karena jabatan guru hanya dapat diperoleh pada lembaga pendidikan yang lulusannya menyiapkan tenaga guru, adanya organisasi profesi, kode etik dan ada aturan tentang jabatan fungsional guru (SK Menpan No. 26/1989).&lt;br /&gt;Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawar-tawar lagi karena uniknya profesi guru. Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi profesional, personal dan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ciri-ciri Profesi Keguruan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri jabatan guru adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1.    Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual.&lt;br /&gt;2.    Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.&lt;br /&gt;3.    Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka).&lt;br /&gt;4.    Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.&lt;br /&gt;5.    Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen.&lt;br /&gt;6.    Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri.&lt;br /&gt;7.    Jabatan yang lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.&lt;br /&gt;8.    Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Latar Belakang Profesi Keguruan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jabatan guru dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan tenaga guru. Kebutuhan ini meningkat dengan adanya lembaga pendidikan yang menghasilkan calon guru untuk menghasilkan guru yang profesional. Pada masa sekarang ini LPTK menjadi satu-satunya lembaga yang menghasilkan guru. Walaupun jabatan profesi guru belum dikatakan penuh, namun kondisi ini semakin membaik dengan peningkatan penghasilan guru, pengakuan profesi guru, organisasi profesi yang semakin baik, dan lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga guru sehingga ada sertifikasi guru melalui Akta Mengajar. Organisasi profesi berfungsi untuk menyatukan gerak langkah anggota profesi dan untuk meningkatkan profesionalitas para anggotanya. Setelah PGRI yang menjadi satu-satunya organisasi profesi guru di Indonesia, kemudian berkembang pula organisasi guru sejenis (MGMP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ruang Lingkup Profesi Keguruan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ruang lingkup layanan guru dalam melaksanakan profesinya, yaitu terdiri atas (1) layanan administrasi pendidikan; (2) layanan instruksional; dan (3) layanan bantuan, yang ketiganya berupaya untuk meningkatkan perkembangan siswa secara optimal.&lt;br /&gt;Ruang lingkup profesi guru dapat pula dibagi ke dalam dua gugus yaitu gugus pengetahuan dan penguasaan teknik dasar profesional dan gugus kemampuan profesional.&lt;br /&gt;Kompetensi Kepribadian&lt;br /&gt;Kompetensi kepribadian merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi dengan segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru.&lt;br /&gt;Beberapa kompetensi kepribadian guru antara lain sebagai berikut.&lt;br /&gt;1.    Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.&lt;br /&gt;2.    Percaya kepada diri sendiri.&lt;br /&gt;3.    Tenggang rasa dan toleran.&lt;br /&gt;4.    Bersikap terbuka dan demokratis.&lt;br /&gt;5.    Sabar dalam menjalani profesi keguruannya.&lt;br /&gt;6.    Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya.&lt;br /&gt;7.    Memahami tujuan pendidikan.&lt;br /&gt;8.    Mampu menjalin hubungan insani.&lt;br /&gt;9.    Memahami kelebihan dan kekurangan diri.&lt;br /&gt;10.    Kreatif dan inovatif dalam berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kompetensi Sosial Guru &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Peran yang dibawa guru dalam masyarakat berbeda dengan profesi lain. Oleh karena itu, perhatian yang diberikan masyarakat terhadap guru pun berbeda dan ada kekhususan terutama adanya tuntutan untuk menjadi pelopor pembangunan di daerah tempat guru tinggal.&lt;br /&gt;Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru, antara lain berikut ini.&lt;br /&gt;1.    Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua Peserta didik.&lt;br /&gt;2.    Bersikap simpatik.&lt;br /&gt;3.    Dapat bekerja sama dengan BP3.&lt;br /&gt;4.    Pandai bergaul dengan Kawan sekerja dan Mitra Pendidikan.&lt;br /&gt;5.    Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komponen-komponen Kompetensi Profesional &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kompetensi Profesional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan profesi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidikan atau keguruan. Kompetensi profesional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku manusia, bidang studi yang dibinanya, sikap yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam teknik mengajar.&lt;br /&gt;Beberapa komponen kompetensi profesional guru adalah berikut ini.&lt;br /&gt;1.    Penguasaan Bahan Pelajaran Beserta konsep-konsep.&lt;br /&gt;2.    Pengelolaan program belajar-mengajar.&lt;br /&gt;3.    Pengelolaan kelas.&lt;br /&gt;4.    Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar.&lt;br /&gt;5.    Penguasaan landasan-landasan kependidikan.&lt;br /&gt;6.    Kemampuan menilai prestasi belajar-mengajar.&lt;br /&gt;7.    Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah.&lt;br /&gt;8.    Menguasai metode berpikir.&lt;br /&gt;9.    Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi profesional.&lt;br /&gt;10.    Memberikan bantuan dan bimbingan kepada peserta didik.&lt;br /&gt;11.    Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan.&lt;br /&gt;12.    Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran.&lt;br /&gt;13.    Mampu memahami karakteristik peserta didik.&lt;br /&gt;14.    Mampu menyelenggarakan Administrasi Sekolah.&lt;br /&gt;15.    Memiliki wawasan tentang inovasi pendidikan.&lt;br /&gt;16.    Berani mengambil keputusan.&lt;br /&gt;17.    Memahami kurikulum dan perkembangannya.&lt;br /&gt;18.    Mampu bekerja berencana dan terprogram.&lt;br /&gt;19.    Mampu menggunakan waktu secara tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hubungan antara Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penguasaan Materi menjadi landasan pokok seorang guru untuk memiliki kemampuan mengajar. Penguasaan materi seorang guru dilakukan dengan cara membaca buku-bulu pelajaran. Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang erat dengan kemampuan mengajar guru, semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar.&lt;br /&gt;Penguasaan bahan ajar dapat diawali dengan mengetahui isi materi dan cara melakukan pendekatan terhadap materi ajar.&lt;br /&gt;Guru yang menguasai bahan ajar akan lebih yakin di dalam mengajarkan materi, senantiasa kreatif dan inovatif dalam metode penyampaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keputusan Situasional dan Transaksional &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keputusan situasional menyangkut keputusan tentang apa dan bagaimana pengajaran akan diwujudkan berdasarkan analisis situasi (tujuan yang ingin dicapai, bahan yang akan disampaikan, waktu serta fasilitas yang tersedia dan perilaku bawaan siswa).&lt;br /&gt;Keputusan situasional diambil guru ketika menyusun persiapan tertulis dalam bentuk satuan pelajaran (satpel).&lt;br /&gt;Keputusan transaksional merupakan penyesuaian yang dilakukan oleh guru yang berkaitan dengan pelaksanaan dari keputusan situasional berdasarkan balikan yang diperoleh guru dari interaksinya dengan siswa maupun dari interaksi antar siswa dalam PBM yang sedang berlangsung.&lt;br /&gt;Keputusan transaksional diambil karena adanya perubahan situasi dan kondisi yang berkembang dalam melaksanakan PBM.&lt;br /&gt;Peran Guru dalam Pengembangan Rancangan Pembelajaran&lt;br /&gt;Proses pembelajaran merupakan proses inkuiri dan reflektif, yang menekankan pentingnya pengalaman dan penghayatan guru terhadap proses itu. Rancangan pembelajaran harus dikembangkan atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang berorientasi kepada perkembangan siswa. Perkembangan adalah tujuan pembelajaran. Rancangan pembelajaran baik rancangan jangka pendek maupun jangka panjang mencakup komponen-komponen: (a) Analisis kurikulum, (b) tujuan instruksional, (c) rencana kegiatan, (d) rencana evaluasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peran Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran dan Manajemen Kelas &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.    Pembelajaran yang efektif terwujud dalam perubahan perilaku peserta didik baik sebagai dampak instruksional maupun dampak pengiring. Proses pembelajaran berlangsung dalam suatu adegan yang perlu ditata dan dikelola menjadi suatu lingkungan atau kondisi belajar yang kondusif.&lt;br /&gt;2.    Pendekatan pluralistik dalam manajemen kelas memadukan berbagai pendekatan, dan memandang manajemen kelas sebagai seperangkat kegiatan untuk mengembangkan dan memelihara lingkungan belajar yang efektif.&lt;br /&gt;3.    Masalah pengajaran dan manajemen kelas adalah dua hal yang dapat dibedakan tetapi sulit dipisahkan. Keduanya saling terkait; manajemen kelas merupakan prasyarat bagi berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif.&lt;br /&gt;4.    Lingkungan belajar dikembangkan dan dipelihara dengan memperhatikan faktor keragaman dan perkembangan peserta didik. Manajemen kelas dikembangkan melalui tahap-tahap: perumusan kondisi ideal, analisis kesenjangan, pemilihan strategi, dan penilaian efektivitas strategi.&lt;br /&gt;5.    Penataan lingkungan fisik kelas merupakan unsur penting dalam manajemen kelas karena memberikan pengaruh kepada perilaku guru dan peserta didik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peran Guru dalam Evaluasi Pembelajaran &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi adalah proses memperoleh informasi untuk membentuk judgment dalam pengambilan keputusan. Informasi yang diperlukan untuk kepentingan evaluasi dijaring dengan teknik-teknik inkuiri, observasi, analisis, tes. Pemilihan teknik yang digunakan didasarkan atas jenis informasi yang harus diungkap sehingga dalam suatu evaluasi bisa digunakan berbagai teknik sekaligus. Pengolahan hasil pengukuran atas hasil belajar dimaksudkan untuk mengevaluasi proses dan hasil belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peran Guru dalam Memahami Perkembangan Siswa sebagai Dasar Pembelajaran &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selagi pembelajaran merupakan proses pengembangan pribadi siswa maka perkembangan siswa harus menjadi dasar bagi pembelajaran. Aspek-aspek perkembangan siswa yang mencakup perkembangan fisik dan motorik, kognitif, pribadi, dan sosial mempunyai implikasi penting bagi proses pembelajaran. Implikasi itu menyangkut pengembangan isi dan strategi pembelajaran, dan kerja sama sekolah dengan orang tua.&lt;br /&gt;Pengertian dan Tujuan Bimbingan dan Konseling&lt;br /&gt;1.    Bimbingan dapat diartikan sebagai “proses membantu individu untuk mencapai perkembangan optimal”.&lt;br /&gt;2.    Konseling diartikan sebagai “proses membantu individu (klien) secara perorangan dalam situasi hubungan tatap muka, dalam rangka mengembangkan diri atau memecahkan masalah yang dihadapinya”.&lt;br /&gt;3.    Konseling merupakan salah satu jenis layanan bimbingan, yang dipandang inti dari keseluruhan layanan bimbingan.&lt;br /&gt;4.    Bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu individu atau peserta didik agar dapat mengembangkan kepribadiannya secara optimal, baik menyangkut aspek fisik, intelektual, emosional, sosial maupun moral-spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fungsi, Asas, dan Prinsip Bimbingan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.    Sebagai proses pemberian bantuan kepada individu (siswa), bimbingan berfungsi sebagai upaya (a) pemahaman,(b) pencegahan, (c) pengembangan, dan (d) perbaikan.&lt;br /&gt;2.    Bimbingan diselenggarakan berdasarkan prinsip-prinsip (a) individu atau peserta didik sedang berada dalam proses berkembang, (b) sasaran bimbingan adalah semua peserta didik, (c) mempedulikan semua aspek perkembangan, (d) kemampuan peserta didik merupakan dasar bagi penentuan pilihan, (e) bimbingan merupakan bagian terpadu pendidikan, dan (f) bantuan yang diberikan sebagai upaya mengembangkan kemampuan peserta didik merealisasikan dirinya.&lt;br /&gt;3.    Penyelenggaraan bimbingan yang profesional harus mempedulikan asas-asas, seperti kerahasiaan, keterbukaan, keahlian, kedinamisan, dan tut wuri handayani.&lt;br /&gt;Bidang dan Jenis-jenis Layanan Bimbingan&lt;br /&gt;1.    Penyelenggaraan bimbingan itu, meliputi bidang-bidang pribadi, sosial, akademik, dan karier.&lt;br /&gt;2.    Jenis-jenis layanan bimbingan, meliputi orientasi, informasi, pembelajaran, bimbingan kelompok, penempatan dan penyaluran, konseling perorangan, dan konseling kelompok&lt;br /&gt;Hubungan Bimbingan dengan Pendidikan&lt;br /&gt;Pendidikan akan terselenggara dengan baik, apabila ditunjang oleh komponen-komponennya yang meliputi bidang kepemimpinan atau administrasi, pengajaran, dan layanan pribadi siswa atau bimbingan. Melalui bimbingan, proses pendidikan dapat memfasilitasi berkembangnya aspek-aspek atau karakteristik pribadi siswa secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peran Kepembimbingan Guru dalam Pembelajaran di Sekolah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan sifat dan karakteristik perkembangan anak sekolah, bimbingan dan konseling di sekolah lebih efektif menjadi bagian terpadu dari tugas guru BP. Bimbingan di sekolah dilaksanakan secara terpadu dalam proses pembelajaran, kecuali hal-hal yang memerlukan penanganan khusus.&lt;br /&gt;Dalam proses pembelajaran di sekolah guru perlu menampilkan peran kepemimpinan dengan jalan menciptakan iklim atau suasana pembelajaran yang bermuatan/bernuansa bimbingan. Dalam proses pembelajaran itu guru berperan tidak hanya sebatas menyampaikan bahan ajar, tetapi sekaligus mengembangkan perilaku-perilaku efektif baik yang berkenaan dengan perilaku belajar, pribadi, sosial maupun karir.&lt;br /&gt;Membantu Siswa Bermasalah&lt;br /&gt;Masalah yang dihadapi siswa dapat dibedakan ke dalam masalah belajar dan masalah bukan belajar. Akan tetapi biasanya masalah tersebut bermuara menjadi kesulitan belajar. Kesulitan belajar siswa dapat diidentifikasi dengan melakukan tes hasil belajar, tes kemampuan dasar, pengamatan kebiasaan belajar.&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang menimbulkan kesulitan belajar bisa digolongkan ke dalam faktor eksternal dan internal. Ada beberapa teknik membantu siswa yang kesulitan belajar, yaitu (1) pengajaran perbaikan, (2) pengayaan, (3) peningkatan motivasi belajar, (4) peningkatan keterampilan belajar, (5) pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengembangan Program Bimbingan di Sekolah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada 4 komponen inti dalam program bimbingan, yaitu (1) Layanan dasar umum, (2) Layanan responsif, (3) Layanan perencanaan individual, dan (4) Pendukung sistem. Layanan dasar umum adalah layanan yang diarahkan untuk membantu seluruh murid mengembangkan perilaku-perilaku yang harus dikuasai untuk jangka panjang. Layanan responsif adalah layanan membantu murid mengatasi masalah atau mengembangkan perilaku yang menjadi kebutuhan pada saat ini dan harus segera dilayani. Layanan perencanaan individual diarahkan untuk membantu murid merencanakan pendidikan, karir dan pengembangan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Zakariya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680116619736146152-5893420263360352928?l=ummuzakariya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/feeds/5893420263360352928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4680116619736146152&amp;postID=5893420263360352928' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/5893420263360352928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/5893420263360352928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/2008/11/profesi-keguruan.html' title='Profesi Keguruan'/><author><name>Madrasah as-Salaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423014485433985106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680116619736146152.post-248518065833780504</id><published>2008-11-16T06:48:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T06:51:04.738-08:00</updated><title type='text'>Home Schooling</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendidikan di Rumah&lt;/span&gt; (Home Schooling); termasuk dalam kategori pendidikan alternative yaitu pendidikan yang diselenggarakan oleh keluarga sendiri terhadap anggota keluarganya yang masih dalam usia sekolah. Pendidikan ini diselenggarakan sendiri oleh orangtua/keluarga dengan berbagai pertimbangan, seperti: menjaga anak-anak dari kontaminasi aliran atau falsafah hidup yang bertentangan dengan tradisi keluarga (misalnya pendidikan yang diberikan keluarga yang menganut fundalisme agama atau kepercayaan tertentu); menjaga anak-anak agar selamat/aman dari pengaruh negatif lingkungan; menyelamatkan anak-anak secara fisik maupun mental dari kelompok sebayanya; menghemat biaya pendidikan; dan berbagai alasan lainnya.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah pendidikan alternatif merupakan istilah generik dari berbagai program pendidikan yang dilakukan dengan cara berbeda dari cara tradisional. Secara umum pendidikan alternatif memiliki persamaan, yaitu: pendekatannya berisfat individual, memberi perhatian besar kepada peserta didik, orang tua/keluarga, dan pendidik serta dikembangkan berdasarkan minat dan pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, home schooling mulai menjadi "trend" meski belum diketahui data pastinya. Metode ini berangkat dari para orangtua yang seperti halnya di AS, juga mempertanyakan sistem pembelajaran di banyak sekolah yang justru membuat anak stress dengan metode kurikulumnya yang ketat.&lt;br /&gt;Home schooling, menurut Ketua Asah Pena (Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif) Seto Mulyadi, adalah sebuah sistem pendidikan atau pembelajaran yang diselenggarakan di rumah, tidak ada kelas seperti halnya di sekolah formal.&lt;br /&gt;Di sini orangtua bisa menjadi gurunya, dan jika ada guru yang didatangkan secara privat hanya akan membimbing dan mengarahkan minat anak dalam mata pelajaran yang disukainya. Ruang kelasnya bisa kamar tidur, dapur, halaman rumah dan lain-lain dengan waktu yang tak dibatasi.&lt;br /&gt;Sesuai dengan UUD 1945 Pasal 31 ayat 3, yang menyatakan perlunya pemerintah mengusahakan sistem pendidikan nasional, maka disusun Undang-Undang yang khusus mengatur masalah pendidikan. Pada jaman Orde Baru UU Pendidikan disusun pada tahun 1989 dengan lahirnya Undang-undang No 2 tahun 1989 tentang pendidikan, kemudian Undang-undang tersebut diganti dengan Undang-undang No 20 tahun 2003 yang merupakan perbaikan dara Undang-undang Sistem Pendidikan tahun 1989.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-undang no 20 tahun 2003 merupakan undang-undang yang mengatur tentang penyelenggaraan pendidikan nasional yang terdiri dari 22 bab dan 77 pasal. Didalamnya mencakup dari mulai dasar dan tujuan, penyelenggaraan pendidikan termasuk Wajib belajar, penjaminan kualitas pendidikan serta peran serta masyarakat dalam sistem pendidikan nasional.&lt;br /&gt;Dalam undang-undang ini secara tegas disebutkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, ini berarti bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan pengaturan pendidikan dalam tataran praktis harus mengacu pada dua landasan tersebut. Adapun fungsi dan tujuan pendidikan nasional seperti yang tercantum dalam Bab II Pasal 3 UU No 20 tahun 2003 adalah :&lt;br /&gt;Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.&lt;br /&gt;Beberapa konsekuensi dapat diambil atas isi pasal dari konstitusi tertinggi di Republik Indonesia tersebut. Pertama adalah bahwa belajar haruslah di lakukan secara terus menerus, seumur hidup, dan berkelanjutan. Kedua, bahwa semua lapisan masyarakat Indonesia harus dapat mengakses segala jenis dan tingkatan pendidikan yang di perlukan dan sesuai untuknya. Ketiga, bahwa pemerintah wajib mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, baik  pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah, dan dapat memberi keyakinan bahwa setiap individu dari masyarakat Indonesia dapat dan telah mengenyam pendidikan yang layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah telah mengakomodasi homeschooling dalam sistem pendidikan nasional, misalnya di Pasal 27 UU Sisdiknas ayat (1) yang mengatakan bahwa: Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.&lt;br /&gt;Ayat (2) mengatakan bahwa: Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan informal adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri, yang hasilnya diakui sama dengan pendidikan formal dan non formal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan (pasal 27). &lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dasar Pemprov DKI Jakarta, Sylviana mengatakan, homeschooling adalah sekolah alternative yang diadakan karena ada orangtua yang menginginkan sesuatu yang baru dalam metode pendidikan bagi anaknya dengan model pembelajaran yang lebih bebas.  Sedangkan pengertian yang lain Homeschooling adalah sekolah alternative yang menempatkan anak sebagai subyek pendidikan dengan pendekatan “at home”, dan proses belajar mengajarnya tidak selalu di rumah serta disesuaikan minat anak.&lt;br /&gt;Dalam metode ini anak tidak dipaksakan harus bersekolah dan jauh dari orangtuanya, mengedepankan metode bermain, dan orangtua bebas mengajarkan anak dengan cara yang menurut mereka baik dan sesuai, serta bebas menggunakan sarana pembelajarannya sendiri.&lt;br /&gt;Seto Mulyadi menyebutkan, ada beberapa alasan masyarakat memilih homeschooling sebagai pendidikan alternatif, yaitu karena sistem ini menyediakan pendidikan moral atau keagamaan, lingkungan sosial dan suasana belajar yang lebih baik, menyediakan waktu belajar yang lebih fleksibel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga memberikan kehangatan dan proteksi dalam pembelajaran terutama bagi anak yang sakit atau cacat, menghindari penyakit sosial yang dianggap orang tua dapat terjadi di sekolah. Dari data yang diterima, keluarga di Amerika merasa lebih aman menyekolahkan anak mereka di rumah karena sekolah di sana adalah lembaga yang tepat dan efektif untuk berdagang narkoba, kejadian KTD (Kehamilan yang Tidak Di inginkan) atau bentuk pelecehan lainnya, dan tawuran yaitu perilaku kekerasan dan penindasan terhadap remaja –seperti kasus STPDN dulu -.&lt;br /&gt;Selain itu sistem ini juga memberikan keterampilan khusus yang menuntut pembelajaran dalam waktu yang lama seperti pertanian, seni, olahraga, dan sejenisnya, memberikan pembelajaran langsung yang kontekstual, tematik, dan nonscholastik yang tidak tersekat-sekat oleh batasan ilmu.&lt;br /&gt;Menurut Seto Mulyadi, sebetulnya bangsa Indonesia sudah lama mengenal homeschooling sebelum sistem pendidikan Belanda datang. Homeschooling telah berkembang di Indonesia seperti di pesantren-pesantren.&lt;br /&gt;"Misalnya, banyak para kyai secara khusus mendidik anak-anaknya, begitu pula para pendekar dan bangsawan zaman dahulu yang lebih suka mendidik anak-anaknya secara pribadi di rumah atau padepokannya ketimbang mempercayakan pendidikannya kepada orang lain," katanya.&lt;br /&gt;Tokoh pergerakan nasional seperti KH Agus Salim, Ki Hajar Dewantara dan Buya Hamka adalah tiga di antara tokoh-tokoh nasional yang belajar dengan sistem ini dan dididik orangtuanya untuk mencintai ilmu. Bukan sekedar agar lulus ujian, ujarnya.&lt;br /&gt;Di sisi lain terdapat masalah yang terkadang anak didik Homeschooling tidak menyukai pelajarannya. Dalam masalah ini orang tua bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang menyenangkan untuk kegiatan belajar anak dan memperkenalkan anak kepada sumber–sumber pembelajaran (seperti ensiklopedia, kamus, dan internet). Orang tua juga mesti kreatif mencari metode belajar yang paling tepat untuk anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini justru yang sedang trend adalah anak-anak homeschooling kembali ke sekolah reguler, mungkin dengan cara yang formal ini mereka bisa mengantisipasi masa depan anak dengan lebih baik. Karena pemerintah, memfasilitasi adanya tes penempatan kembali kepada mereka yang sebelumnya dididik di rumah dan ingin masuk ke sekolah reguler. Dari tes itu akan diketahui di kelas berapa si anak seharusnya masuk.&lt;br /&gt;Namun demikian, Sylviana menilai positif saja sistem homeschooling ini karena pemerintah memang berkewajiban memfasilitasi kebutuhan masyarakat yang mungkin tak sependapat dengan kurikulum yang ketat.&lt;br /&gt;Pemerintah, ujarnya, juga telah mengakomodasi homeschooling dalam sistem pendidikan nasional, misalnya di Pasal 27 UU Sisdiknas ayat (1) yang mengatakan bahwa: Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.&lt;br /&gt;Ayat (2) mengatakan bahwa: Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.&lt;br /&gt;Karena itu homeschooling bisa didaftarkan sebagai komunitas belajar pendidikan nonformal dan kemudian pesertanya bisa mengikuti Ujian Nasional Kesetaraan Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA) untuk mendapatkan sertifikat.&lt;br /&gt;Sylviana mengakui, tidak ada sertifikat dari lulusan homeschooling ini karena sistem tersebut juga tak memiliki standar baku apapun, bahkan ia mengkhawatirkan, anak-anak yang dididik dengan metode ini tak mendapatkan pelajaran seperti seharusnya.&lt;br /&gt;"Orangtua sendiri apakah siap mengajarkan anaknya tanpa latar belakang mengajar, apakah cukup wawasan? Mungkin saja seorang ibu bergelar doktor sulit berkomunikasi dengan bahasa anak," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kak Seto juga mengakui, anak-anak yang belajar di homeschooling kurang berinteraksi dengan teman sebaya dari berbagai status sosial yang dapat memberikan pengalaman berharga untuk belajar hidup di masyarakat.&lt;br /&gt;"Kemungkinan ia akan terisolasi dari lingkungan sosial yang kurang menyenangkan sehingga ia akan kurang siap untuk menghadapi berbagai kesalahan atau ketidakpastian," tambahnya.&lt;br /&gt;Karena itu agar homeschooling dapat dilaksanakan dengan baik dan anak dapat merasa nyaman dalam belajar, maka ada beberapa prasyarat keberhasilan dalam menyelenggarakan homeschooling selain tekad dan disiplin.&lt;br /&gt;Prasyarat itu adalah, ketersediaan waktu yang cukup, keluwesan dalam pendekatan pembelajaran, kemampuan orang tua mengelola kegiatan, ketersediaan sumber belajar, dipenuhinya standar yang ditentukan.&lt;br /&gt;Selain itu, juga diselenggarakannya program sosialisasi agar anak-anak tidak terasing dari lingkungan masyarakat dan teman sebaya, dijalinnya kerjasama dengan lembaga pendidikan formal dan nonformal setempat, terjalin komunikasi yang baik antar penyelenggara homeschooling, dan tersedianya perangkat penilaian belajar yang inovatif.&lt;br /&gt;Jika prasyarat ini terpenuhi, diharapkan sistem homeschooling bisa menjadi salah satu alternatif pendidikan di masa depan serta akan semakin mempercepat tercapainya masyarakat belajar di tanah air, kata Seto Mulyadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan informal merupakan pendidikan yang terus menerus dijalani oleh manusia dengan durasi selama hidupnya, ini berarti pengaruhnya akan terus dirasakan oleh pendidikan formal maupun nonformal, namun demikian keadaan sebaliknyapun tentu saja terjadi, dimana kualitas pendidikan informal juga mendapat pengaruh pendidikan formal dan nonformal dari perubahan-perubahan yang terjadi pada peserta didik, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui pembentukan keluarga selanjutnya.&lt;br /&gt;Sebagai contoh pendidikan informal adalah homeschooling bisa didaftarkan sebagai komunitas belajar pendidikan nonformal dan kemudian pesertanya bisa mengikuti Ujian Nasional Kesetaraan Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA) untuk mendapatkan sertifikat.&lt;br /&gt;Homeschooling mempunyai beberapa persyaratan, apabila persyaratan ini terpenuhi, diharapkan sistem homeschooling bisa menjadi salah satu alternatif pendidikan di masa depan serta akan semakin mempercepat tercapainya masyarakat belajar di tanah air dan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional seperti yang tercantum dalam bab II Pasal 3 UU No 20 tahun 2003 adalah :&lt;br /&gt;Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.&lt;br /&gt;Bagi siapa pun yang sudah mantap menempuh Homeschooling mulailah dipraktikkan. Yang terpenting adalah komitmen untuk menjalankannya. Homeschooling memberikan fleksibilitas dalam proses belajar, bukan hanya bagi anak, tapi juga bagi Anda sebagai orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;- Disarikan dari: Artikel Kuliah; Pendidikan Alternatif Sebuah Agenda Reformasi, Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (1999)&lt;br /&gt;-    Antara/Dewanti Lestari, Suara Karya, Sabtu, 14 Juli 2007.&lt;br /&gt;-  Arifin, Anwar, Prof. Dr., Memahami Paradigma Baru Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang SISDIKNAS, POKSI VI FPG DPR RI, 2003. &lt;br /&gt;-   Parents Indonesia, Mei 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680116619736146152-248518065833780504?l=ummuzakariya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/feeds/248518065833780504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4680116619736146152&amp;postID=248518065833780504' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/248518065833780504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/248518065833780504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/2008/11/home-schooling.html' title='Home Schooling'/><author><name>Madrasah as-Salaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423014485433985106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680116619736146152.post-7482876941632884958</id><published>2008-11-15T09:40:00.001-08:00</published><updated>2008-11-15T09:46:04.509-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan umum'/><title type='text'>Mendidik Guru Berkualitas untuk Pendidikan Berkualitas (Bag.2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;WARISAN LAMA KARAKTERISTIK LINGKUNGAN KERJA GURU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai unsur yang berada di garda terdepan pendidikan, begitu banyak sebutan sanjungan yang diberikan kepada guru seperti “Guru yang digugu dan ditiru”, “Guru pejabat mulia”, “pahlawan tanpa tanda jasa”, “guru sebagai jabatan profesional”, “guru sebagai sumber teladan”, “guru sebagai pengukir masa depan bangsa”, dsb. Tentunya ungkapan-ungkapan tersebut merupakan upaya untuk memotivasi para guru dalam melaksanakan tugasnya, meskipun dalam kenyataannya banyak yang mempersepsi ungkapan-ungkapan tersebut justru merupakan sanjungan yang tidak sesuai dengan realitas sehingga membuat guru tersandung. Guru dipandang memiliki prestise terhormat., akan tetapi sebagai profesi yang rendah dengan imbalan yang tidak memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan posisi yang sangat strategis di garda terdepan pendidikan, seharusnya guru mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dalam hal pembinaan profesional dan dukungan kesejahteraan melalui manajemen pendidikan yang kondusif. Menurut Carl D. Glickman (1990) guru masih berada di lingkungan kerja yang disebut “The legacy of the One-Room Schoolhouse” atau “warisan satu-kamar bangunan sekolah”. Dikatakan bahwa guru melakukan tugas kerjanya berada dalam sebuah ruangan yang dibatasi empat dinding di kawasan bangunan sekolah. Aktivitas guru dari menit ke menit dari hari ke hari dan dari tahun ke tahun berada dalam batas tembok empat dinding menata seluruh kelas, memeriksa kehadiran murid, mengajar, menilai, dsb. Kondisi ini masih terus berlangsung dengan karakteristik sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Terisolasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penataan struktur ruang kelas tempat guru bertugas membuat guru bekerja secara individual dan berada di lingkungan kerja yang terisolasi. Selama guru melakukan aktivitas instruksional, pihak lain tidak mengamatinya termasuk para supervisor (pengawas). Guru beraktivitas tanpa memperoleh umpan balik dari kinerjanya sehingga sulit bagi mereka untuk memperoleh informasi balikan. Guru lainpun tidak dapat mengamati kinerja guru tersebut sehingga sulit untuk terjadi proses berbagai pengalaman. Mungkin hal ini berbeda dengan mereka yang bekerja dalam suasana kerja yang terbuka seperti di pabrik, di lapangan, di rumah sakit, dsb. Mereka yang bekerja di lingkungan kerja seperti di rumah sakit, para petugas baik profesional (seperti dokter) maupun para-profesional (seperti asisten, perawat, dsb) dapat saling mengamati kinerja masing-masing. Petugas senior dapat membimbing yang senior terutama pemula, demikian juga tenaga paramedis. Situasi seperti ini dapat memberikan pengaruh konstruktif bagi perkembangan profesi, namun hal seperti itu tidak dijumpai dalam lingkungan kerja guru. Kepala sekolah, pengawas, atau pejabat pendidikan jarang yang melakukan pengawasan dan pembinaan yang bersifat mengembangkan. Mereka lebih banyak membahas hal-hal yang bersifat administratif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Dilema psikologis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kondisi penataan lingkungan kerja seperti dikemukakan di atas, membuat guru secara terus menerus tanpa putus senantiasa berhadapan dengan tantangan psikologis. Setiap hari guru melaksanakan tugasnya dengan perilaku mengajar seperti mengecek kehadiran siswa, memperhatikan siswa satu persatu, menyampaikan materi, mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan siswa, menulis, membacakan, memeriksa pekerjaan, melakukan teguran, memberikan pujian, dsb. Kalau guru SD sebagai guru kelas hal itu dilakukan mulai dari pelajaran yang satu ke pelajaran berikutnya sampai akhir waktu. Kalau guru mata pelajaran seperti di SMP atau SMA rangkaian perilaku itu dilakukan dari satu kelas ke kelas lainnya hingga berakhir jam pelajaran. Cukup banyak jumlah siswa yang harus dihadapi setiap hari dengan berbagai ragam kepribadian mulai dari yang menyenangkan sampai ke yang menjengkelkan, mulai dari yang cerdas sampai yang lambat, dan begitu banyak macam pola tingkah laku siswa yang berasal dari berbagai latar belakang. Semua itu harus dihadapi dengan sebaik-baiknya. Sebagai manusia biasa sudah tentu guru akan berhadapan dengan situasi psikologis yang bersifat dilematis. Sebagai guru harus bertahan pada norma-norma etika psikologis, namun sebagai manusia biasa iapun memiliki kualitas kondisi psikologis tertentu. Kalau kurang memiliki daya tahan psikologis yang prima, maka dapat berkembang menjadi konflik, frustrasi bahkan mendapat gangguan psikis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilema psikologis yang dihadapi guru tidak hanya berhadapan dengan siswa, namun dengan pihak orang tua, pihak kepala sekolah, dan birokrasi pendidikan. Orang tua memberikan tuntutan tertentu menurut kehendak dan perasaannya. Pihak kepala sekolah dan birokrasi lainnya lebih banyak menuntut hal-hal yang bersifat administratif. Belum lagi tantangan yang bersifat sosial, ekonomi, kultural, dan bahkan politik cukup memberikan tekanan psikologis. Guru dituntut berperilaku ideal normatif namun berbagai kendala ekonomis membuat mereka berada dalam situasi konflik. Kondisi keluarga seperti tuntutan kebutuhan hidup yang menyangkut sandang, pangan, dan papan, kebutuhan pendidikan, kesehatan, sosial, dsb. makin menambah panjangnya deretan daftar tantangan dilema psikologis bagi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Rutinitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situasi lingkungan kerja sebagaimana dikemukakan di atas, membawa guru pada pola-pola rutin. Semua aktivitas guru seolah-oleh sudah dipolakan sedemikian rupa sehingga aktivitas guru terpasung dengan hal-hal yang rutin. Kurikulum dan silabus serta jadwal mengajar setiap hari, jadwal mingguan, bulanan, bahkan tahunan, semuanya sudah diatur secara administratif. Sedikit sekali guru berpeluang untuk dapat mengatur dirinya sendiri di luar ketentuan yang rutin. Bahkan di masa lalu hal-hal yang sebenarnya menjadi tugas otonomi guru sudah diatur dari atas seperti buku pelajaran, materi, metode mengajar, soal tes, persiapan mengajar, serta juklak dan juknis lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi rutinitas itu dapat menghambat perkembangan kreativitas dan profesi guru, disamping memberikan dampak psikologis seperti kebosanan, apatis, pasif, reaktif,. mekanis, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Kendala guru pemula&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situasi lingkungan kerja seperti telah disebutkan di atas akan banyak menimbulkan kendala bagi para guru pemula. Untuk memulai melaksanakan tugas dakam lingkungan yang baru guru pmula memerlukan orientasi unmtuk mengenal situasi baru dalam mempersiapkan diri untuk memulai melaksanakan tugas. Dalam kenyataan jarang sekali guru memperoleh bantuan untuk memulai tugasnya. Guru-guru yang sudah ada terlebih dahulu atau guru senior kurang banyak membantu. Dari pihak kedinasan dan birokrasi jarang ditemukan adanya program orientasi awal masa tugas bagi pemula. Program yang disebut pendidikan dan pelatihan prajabatan lebih banyak berkenaan dengan berbagai hal yang bersifat administratif kepegawaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi seperti itu agak berbeda dibandingkan dengan lingkungan kerja profesi lain seperti di bidang hukum, kesehatan, pemerintaha, bisnis, dsb. Dalam lingkungan tersebut para pemula telah disiapkan program yang secara bertahap membantu untuk secara bertahap dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Lingkungan kerja guru dengan kondisi seperti itu menjadi kendala untuk memulai tugasnya. Para pemula harus berupaya sendiri dalam melaksanakan tugas dan melakukan penyesuaian diri dalam berbagai aspek. Dampak psikologis yang mungkin timbul adalah rasa terasing yang kemudian berkembang menjada rasa kurang betah dan menurunnya motivasi kerja. Pada gilirannya keadaan seperti itu berpengaruh terhadap efektiivitas kerja guru secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Karir tak berjenjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak profesi bergengsi seperti di bidang hukum, kedokteran, sains, rekayasa, dsb. menetapkan secara jelas transisi dari sejak mahasiswa lulus ke jabatan profesional. Untuk dapat melaksanakan tugas profesionalnya dilakukan secara berjenjang melalui seleksi yang cukup ketat dengan kriteria yang jelas. Ketika memulai bertugas pada tahap awal dimulai dengan magang kepada yang lebih seniror dan terus secara berhjenjang sampai pada posisin tertinggi. Dalam jabatan guru hal itu tidak terjadi secara jelas dan terprogram. Begitu lulus dari Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan langsung terjun ke dunianya laksana anak itik yang langsung berenang. Dan seterusnya sejak mulai sampai akhir masa jabatan tidak pernah terjadi seleksi karir yang berjenjang. Dengan begitu guru pemula sama saja dengan guru yang sudah puluhan tahun bekerja, yang membedakannya hanyalah gaji yang diterima dan pangkat yang semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada ketentuan penjenjangan jabatan guru mulai dari guru pratama sampai ke guru utama dengan kriteria perolehan angka kredit. Namun dalam pelaksanaannya lebih banyak berupa ketentuan administratif ketimbang penjenjangan profesional. Di Perguruan Tinggi para dosen cukup jelas ketentuan aturan penjenjangan dan pelaksanaannya. Misalnya seorang asisten ahli tidak diberi wewenang untuk mengajar secara mandiri dan membimbing skripsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Kurang dialog mengenai pengajaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya di sekolah para guru jarang melakukan dialog atau diskusi berkenaan dengan pengajaran baik antar sesama guru maupun dengan supervisornya seperti kepala sekolah atau pengawas. Kalaupun terjadi pertemuan antara pejabat Departemen, Dinas, pengawas atau Kepala Sekolah, pembicaraan lebih banyak bersifat top down dan sedikit menyinggung dialog mengenai pengajaran. Hal-hal yang dibahas lebih banyak bersifat informatif yang berkenaan dengan berbagai peraturan, ketentuan administratif, atau perintah, dsb. Kalau terjadi dialog sesama guru pada waktu istirahat atau waktu luang, lebih banyak obrolan santai membicarakan masalah-masalah pribadi, kesejahteraan, keluarga, lingkungan dsb.&lt;br /&gt;Ada satu bentuk forum yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan dialog instruksional yaitu apa yang disebut Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Sayangnya forum ini lebih banyak berbentuk kepanjangan kedinasan yang sekali lagi lebih banyak mengarah ke hal-hal administratif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Kurang keterlibatan dalam pengambilan keputusan kurikulum sekolah dan pengajaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika guru kurang kesempatan berdialog dengan sesama guru, tidak saling melihat satu dengan lain dalam proses pengajaran, dan guru cukup berkinerja dalam kelas, maka tidak heran apabila guru kurang dilibatkan dalam pengambilan keputusan berkenaan dengan kurikulum dan pengajaran. Keadaan ini jelas sangat kurang menguntungkan guru sebagai unsur pendidikan yang berada di garda terdepan pendidikan.&lt;br /&gt;Keputusan pendidikan termasuk kurikulum dan p[engajaran lebih banyak ditetapkan dari atas dalam bentuk petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang seolah-olah sebuah resep yang harus dilaksanakan. Kalau saja inovasi mengenai penerapan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang akan melibatkan guru dalam pelaksanaannya, maka ini satu langkah baik untuk memberikan peluang bagi guru untuk mewujudkan otonomi pedagogisnya. Masalahnya, apakah guru sudah siap, dan apakah ada pembinaan sistematis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;GURU YANG DIHARAPKAN&lt;/span&gt;: Profesional, Sejahtera, dan Terlindungi&lt;br /&gt;Menghadapi berbagai tantangan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional, diperlukan guru berkualitas yang mampu mewujudkan kinerja profesional, modern, dalam nuansa pendidikan dengan dukungan kesejahteraan yang memadai dan berada dalam lindungan kepastian hukum. “Guru” adalah suatu sebutan bagi jabatan, posisi dan profesi bagi seseorang yang mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan memalui interaksi edukatif secara terpola, formal, dan sistematis. Saat ini telah lahir Undang-undang nomor 14 tahun 2006 tentang Guru dan Dosen sebagai satu landasan konstitusional yang sekaligus sebagai payung hukum yang memberikan jaminan bagi para guru dan dosen secara profesional, sejahtera, dan terlindungi. Undang-undang guru sangat diperlukan dengan tujuan:&lt;br /&gt;(1) mengangkat harkat citra dan martabat guru,&lt;br /&gt;(2) meningkatkan yanggung jawab profesi guru sebagai pengajar, pendidik, pelatih, pembimbing, dan manajer pembelajaran,&lt;br /&gt;(3) memberdayakan dan mendayagunakan profesi guru secara optimal,&lt;br /&gt;(4) memberikan jaminan kesejahteraan dan perlindungan terhadap profesi guru,&lt;br /&gt;(5) meningkatkan mutu pelayanan dan hasil pendidikan,&lt;br /&gt;(6) mendorong peranserta masyarakat dan kepedulian terhadap guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam UU Guru dan Dosen (pasal 1 ayat 1) dinyatakan bahwa: ”Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah”. Guru profesional akan tercermin dalam penampilan pelaksanaan pengabdian tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode, rasa tanggung jawab, pribadi, sosial, intelektual, moral dan spiritual, dan kesejawatan, yaitu rasa kebersamaan di antara sesama guru. pribadi. Sementara itu, perwujudan unjuk kerja profesional guru ditunjang dengan jiwa profesionalisme yaitu sikap mental yang senantiasa mendorong untuk mewujudkan diri sebagai guru profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas profesionalisme ditunjukkan oleh lima untuk kerja sebagai berikut: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(1) &lt;/span&gt;Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati standar ideal.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; (2)&lt;/span&gt; Meningkatkan dan memelihara citra profesi. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(3)&lt;/span&gt; Keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas pengetahuan dan ketrampilannya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(4)&lt;/span&gt; Mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(5)&lt;/span&gt; Memiliki kebanggaan terhadap profesinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam UU Guru dan Dosen (pasal 7 ayat 1) prinsip profesional guru mencakup karakteristik sebagai berikut: (a) memiliki bakat, minat, panggilan dan idealisme, (b) memiliki kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas, (c) memiliki kompetrensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas, (d) memiliki ikatan kesejawatan dan kode etik profesi, (e) bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan, (f) memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja, (g) memiliki kesempatan untuk mengembangkan profesi secara berkelanjutan, (h) memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dan (i) memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan keprofesian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya pasal 14 menyatakan bahwa guru mempunyai hak professional sebagai berikut: (a) memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan social; (b) mendapatkan poromosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja, (c) memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual, (d) memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, (e) memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasaranban pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofeionalam, (f) memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusaan, penghargaan dan/atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan, (g) memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas, (h) memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi, (i) memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan, (j) memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi, dan/atau, (k) memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa substansi UU Guru dan Dosen yang bernilai “pembaharuan” untuk mendukung profesionalitas dan kesejahteraan guru antara lain yang berkenaan dengan:&lt;br /&gt;1.    Kualifikasi dan kompetensi guru: yang mensyaratkan kualifikasi akademik guru minimal lulusan S-1 atau Diploma IV, dengan kompetensi sebagai agen pembelajaran yang meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial.&lt;br /&gt;2.    Hak guru: yang berupa penghasilan di atas kebutuhann hidup minimum berupa gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, tunjangan profesi, tunjangan fungsionmal, tunjangan khusus, dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru. (pasal 15 ayat 1)&lt;br /&gt;3.    Kewajiban guru; untuk mengisi keadaan darurat adanya wajib kerja sebagai guru bagi PNS yang memenuhi persyaratan.&lt;br /&gt;4.    Pengembangan profesi guru; melalui pendidikan guru yang lebih berorientasi pada pengembangan kepribadian dan profesi dalam satu lembaga pendidikan guru yang terpadu.&lt;br /&gt;5.    Perlindungan; guru mendapat perlindungan hukum dalam berbagai tindakan yang merugikan profesi, kesejahteraan, dan keselamatan kerja.&lt;br /&gt;6.    Organisasi profesi; sebagai wadah independen untuk peningkatan kompetensi karir, wawasan kependidikan, perlindungan profesi, kesejahtreraan dan atau pengabdian, menetapkan kode etik guru, memperjuangkan aspirasi dan hak-hak guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PELUANG DAN TANTANGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai satu bentuk reformasi dan inovasi, kelahirannya akan memberikan peluang sekaligus tantangan yang akan dihadapi oleh subyek-subyek terkait.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;; bagi para guru&lt;br /&gt;Sebagai peluang, guru akan memperoleh jaminan dalam mewujudkan otonomi pedagogis yang merupakan hak azasinya sebagai unsur utama pendidikan sehingga dapat berkinerja secara profesional dan lebih optimal dengan dukungan kualitas kesejahteraan dan perlindungan hukum yang memadai. Disamping itu guru berpeluang untuk memperoleh jaminan sebagai warga negara dengan segala hak dan kewajibannya dalam suasana lingkungan kerja yang kondusif dalam pengembangan karir baik profesi maupun pribadi. Semua peluang tersebut apabila dapat terwujud akan membuat para guru berkinerja secara profesional dengan dukungan kesejahteraan yang memadai dan dalam lingkungan kerja yang kondusif, serta jaminan kepastian karir yang lebih prospektif. Namun semua peluang itu tidak serta merta akan terwujud karena guru ditantang untuk mampu berkinerja sesuai dengan tuntutan undang-undang. Guru harus memenuhi standar profesi baik dalam bentuk kualifikasi maupun kompetensi sebagaimana telah ditetapkan dalam undang-undang dan harus senantiasa meningkatkan mutu profesionalnya melalui berbagai cara dan kesempatan. Guru ditantang untuk dapat melaksanakan semua tuntutan undang-undang berkenaan dengan kewajiban profesionalnya sesuai dengan kode etik profesi. Hak untuk memperoleh kesejahteraan dan jaminan hanya mungkin terwujud apabila yang bersangkutan mampu memenuhi kewajibannya sebagai tantangan dari tuntutan undang-undang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peluang yang mungkin akan dicapai oleh para guru, harus diikuti dengan kemampuan menghadapi tantangan yang yang timbul dari implementasi undang-undang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kedua&lt;/span&gt;; bagi pemerintah.&lt;br /&gt;Dengan berlakunya undang-undang guru, pemerintah mendapat tantangan untuk secara konsekuen mengimplementasikan berbagai amanat undang-undang dalam berbagai aspek dan dimensi pendidikan. Sesuai dengan amanat undang-undang, hal yang harus dilaksanakan antara lain: (1) Menata berbagai ketentuan hukum yang berkaitan dengan implementasi undang-undang, (2) Menyediakan dana dan sarana untuk menunjang implementasi undang-undang. (2) Mewujudkan satu sistem manajemen guru dan dosen dalam dalam satu sistem pengelolaan yang profesional dan proporsional. (3) Pembenahan Sistem Pendidikan dan pelatihan yang lebih fungsional untuk dan lebih berorientasi pada pembentukan dan pemberdayaan kepribadian dan profesi, (4) Pengembangan satu sistem remunerasi (gaji dan tunjangan lainnya) bagi guru dan secara adil, bernilai ekonomis, serta memiliki daya tarik sedemikian rupa sehingga merangsang para guru dan melakukan tugasnya dengan penuh dedikasi dan memberikan kepuasan lahir batin.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga&lt;/span&gt;; bagi organisasi profesi.&lt;br /&gt;Organisasi profesi merupakan peluang untuk sebagai wadah perjuangan dalam mewujudkan semua amanat yang tersirat dan tersurat dalam undang-undang. PGRI yang hingga saat ini telah menjadi salah satu organisasi guru dengan usia paling lama dan memiliki potensi yang cukup mantap dalam struktur, kultur, substansi dan SDM-nya, harus mampu menjadi organisasi profesi sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang. Sebagai organisasi profesi, PGRI mempunyai fungsi sebagai wadah kebersamaan rasa kesejawatan para anggota dalam: (1) mewujudkan keberadaannya di lingkungan masyarakat, (2) memperjuangkan segala aspirasi dan kepentingannya suatu profesi, (3) menetapkan standar perilaku profesional, (4) melindungi seluruh anggota, (5) meningkatkan kualitas kesejahteraan, (6) mengembangkan kualitas pribadi dan profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;; bagi penyelenggara pendidikan&lt;br /&gt;Sebagaimana kita maklumi, Undang-undang Sisdiknas dan Undang-undang Guru dan Dosen memberikan jaminan kesetaraan antara pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah (negeri) dan yang dioselenggarakan oleh masyarakat (swasta). Bagi penyelenggara pendidikan swasta kelahiran Undang-undang Guru dan Dosen merupakan peluang bagi peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu dan kesejahteraan para pengajar (guru dan dosen). Namun hal itu merupakan tantangan tersendiri yang mungkin cukup berat dan rumit sehingga bukan hal yang mustahil dapat menimbulkan komplikasi. Kondisi swasta yang berbeda dengan negeri terutama dalam dana dan sarana menuntut pihak swasta harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan dengan negeri. Sementara itu, kondisi swasta memiliki rentangan keragaman yang cukup besar antara satu dengan lainnya sehingga dalam mengimplementasikan Undang-undang Guru dan Dosen memerlukan adaptasi yang cukup rumit dan memerlukan tahapan waktu dalam kurun yang panjang. Untuk itu dibutuhkan kesiapan pihak swasta dan dukungan pemerintah dalam rangka mengembangkan kemitraan penyelenggaraan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;; pihak terkait lainnya&lt;br /&gt;Berbagai pihak terkait baik institusi maupun perorangan yang berada di lingkungan penyelenggara pendidikan, birokrasi, lembaga legislatif, organisasi, dan masyarakat pada umumnya, harus ikut berperan serta dalam implementasi undang-undang guru dan dosen. Dalam hubungan ini semua pihak terkait mendapat tantangan untuk dapat memberikan perlakuan secara tepat sebagai dukungan bagi guru dan dosen dalam mewujudkan dirinya sesuai dengan amanat undang-undang guru. Langkah mendasar yang harus dilakukan oleh pihak birokrasi adalah mereposisi guru dan dosen dalam pendidikan nasional dalam berbagai tatanan dan dimensi pendidikan sesuai dengan tuntutan undang-undang. Selanjutnya guru dan dosen harus diperlakukan sebagai subyek yang berada dalam tatanan manajerial yang berbasis pendidikan sebagai mitra dalam pengelolaan yang luwes. Dengan demikian. Guru dan dosen akan mewujud sebagai pribadi mandiri, matang, penuh percaya diri dan berwibawa untuk tampil sebagai insan professional yang terjamin dan prospektif. Semua itu pada gilirannya akan menunjang suksesnya kinerja pendidikan nasional sebagai infrastruktur pengembangan sumber daya manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDIDIKAN GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap aspek dunia pendidikan termasuk masalah kualitas guru saat ini menghadapi tantangan baik global, nasional, maupun lokal. Pada tatanan global seluruh umat manusia di dunia dihadapkan pada tantangan yang bersumber dari perkembangan global sebagai akibat pesatnya perkembangan ilmu perngetahuan dan teknologi. Robert B Tucker (2001) mengidentifikasi adanya sepuluh tantangan di abad 21 yaitu: (1) kecepatan (speed), (2) kenyamanan (convinience), (3) gelombang generasi (age wave), (4) pilihan (choice), (5) ragam gaya hidup (life style), (6) kompetisi harga (discounting), (7) pertambahan nilai (value added), (8) pelayananan pelanggan (costumer service), (9) teknologi sebagai andalan (techno age), (10) jaminan mutu (quality control. Menurut Robert B Tucker kesepuluh tantangan itu menuntut inovasi dikembangkannya paradigma baru dalam pendidikan seperti: accelerated learning, learning revolution, megabrain, quantum learning, value clarification, learning than teaching, transformation of knowledge, quantum quotation (IQ, EQ, SQ, dll.), process approach, Forfolio evaluation, school/community based management, school based quality improvement, life skills, competency based corriculum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tatanan nasional, dunia pendidikan ditantang dengan berbagai upaya pembaharuan dan pembangunan nasional yang lebih berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia. Lahirnya Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan berrbagai produk ketentuan hukum lainnya merupakan satu tantangan yang harus dihadapi oleh LPTK yang mempunyai tanggung jawab dalam menghasilkan guru yang berkualitas. Pada tatanan lokal dengan penerapan otonomi daerah, setiap daerah mempunyai peluang untuk menata pengembangan tenaga guru yang lebih berkualitas dan sesuai dengantuntutan kebutuhan daerah.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan masalah dan kendala guru sebagaimana dikemukakan di atas, cukup banyak kritikan tajam yang ditujukan kepada LPTK khususnya yang berkenaan dengan ketiak mampuan LPTK menghasilkan guruyang berkualitas. Menurut Linda Darling Hammond dan Joan Baratz Snouwden (2007) dalam tulisannya yang berjuudul: ”Good Teacher in Every Classroom: Preparing the High Qualified Teachers Our Children Deserve”., ada beberapa alasan mengapa hal itu terjadi, yaitu pertama; pemerintah dan masyarakat belum menunjukkan keseriusannya dalam menangani hak-hak anak terutama dari kelompok miskin, kedua, penyempitan makna konvensional yang menyatakan bahwa pengajaran semata-mata sebagai proses penyampaian materi sebagaimana digariskan dalam kurikulum; ketiga, banyak pihak yang tidak memahami hakekat mengajar yang sebenarnya, keempat, hampir semua meyakini bahwa yang penting adalah pengajaran dan bukan pembelajaran dari peserta didik, kelima masih longgarnya tuntutan persyaratan untuk menjadi guru yang berkualitas, keenam para peneliti dan pendidik guru barui sampai pada kesepakatan mengenai pengetahuan dasar yang diperlukan oleh guru untuk memasuki kelas. Pendidikan guru di masa lalu dan hingga sekarang sering dikritik terlalu sempit yang dibatasi dengan mempersiapkan pengetahuan yang akan diajarkan di kelas. Sementara kurang memperhatikan hal-hal yang terkait dengan pemahaman mengernai peserta didik, pengembangan profesi, pembentukan kepribadian, dan landasan pedagogis. Sebagai akibatnya ialah guru hanya mampu tampil sebagai penyampai pengetahuan dan tidak tampil sebagai guru profesional sebagaimana dituntut oleh Undang-undang Guru dan Dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan kritikan dan tantangan tersebut maka LPTK harus mau dan mampu melakukan reformasi pola-pola pendidikan guru. Pola-pola lama harus dikembangkan sehingga mampu menghasilkan guru yang berkualitas sebagaimana yang diharapkan. Untuk itu perlu dilakukan berbagai penataan sistem secara utuh dengan menempatkan proses pengajaran dan pembelajaran sebagai inti dari siostem pendidikan guru. Wayne K. Hoy dan Cecil G. Miskel menyebutnya proses interaksi antara pengajaran dan pembelajaran sebagai ”technical core” dalam pendidikan guru. Mereka menyarankan agar pendidikan guru baik pra-jabatan maupun dalam jabatan dibangun dalam satu sistem yang utuh dengan memperhatikan aspek input, proses, dan output dan terjadi keterpaduan berbagai unsur sub-sistem secara utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: Kuliah Umum Program Pasca Sarjana dan PGSD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Universitas PGRI Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680116619736146152-7482876941632884958?l=ummuzakariya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/feeds/7482876941632884958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4680116619736146152&amp;postID=7482876941632884958' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/7482876941632884958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/7482876941632884958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/2008/11/mendidik-guru-berkualitas-untuk_15.html' title='Mendidik Guru Berkualitas untuk Pendidikan Berkualitas (Bag.2)'/><author><name>Madrasah as-Salaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423014485433985106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680116619736146152.post-7484121996087231479</id><published>2008-11-15T09:33:00.002-08:00</published><updated>2008-11-15T09:39:58.097-08:00</updated><title type='text'>Mendidik Guru Berkualitas untuk Pendidikan Berkualitas (Bag.1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mendidik Guru Berkualitas untuk Pendidikan Berkualitas &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh : Prof. Dr. H. Mohamad Surya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketua Umum PB PGRI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan yang sama setelah menyampaikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis ke 45 Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) Bapak Prof. Dr. H. Mohamad Surya Ketua Umum PB PGRI juga memberikan kuliah umum kepada para mahasisa Program pasca Sarjana dan PGSD di Aula Unit I Jl. PGRI I Kotak Pos 123 Sonosewu Bantul Yogyakarta. Adapun isi materinya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini dunia pendidikan nasional Indonesia berada dalam situasi “kritis” baik dilihat dari sudut internal kepentingan pembangunan bangsa, maupun secara eksternal dalam kaitan dengan kompetisi antar bangsa. Fakta menunjukkan bahwa, kualitas pendidikan nasional masih rendah dan jauh ketinggalan dibandingkan dengan negara-negara lain. Berbagai kritikan tajam yang berasal dari berbagai sudut pandang terus ditujukan kepada dunia pendidikan nasional dengan berbagai alasan dan kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada beberapa pihak yang menuding bahwa krisis nasional sekarang ini bersumber dari pendidikan dan lebih jauh ditudingkan sebagai kesalahan guru. Benarkah ada unsur “salah” pada guru? Mungkin “ya” dan mungkin “tidak” tergantung dari sudut mana memandang dan menilainya. Namun yang pasti ialah bahwa kondisi guru saat ini bersumber dari pola-pola bangsa ini memperlakukan guru. Meskipun diakui guru sebagai unsur penting dalam pembangunan bangsa, namun secara ironis guru belum memperoleh penghargaan yang wajar sesuai dengan martabat serta hak-hak azasinya. Hal itu tercermin dari belum adanya jaminan kepastian dan perlindungan bagi para guru dalam pelaksanaan tugas dan perolehan hak-haknya sebagai pribadi, tenaga kependidikan, dan warga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun mulai dari Presiden, wakil rakyat, para penabat, dan semua warga masyarakat sangat setuju bahwa kualitas pendidikan kita harus dirtingkatkan untuk mengejar ketertinggalannya di dalam tantangan golal. Namun bagaimana upaya itu haruis dilakukan secara sistemik agar dapat terwujud dengan baik. Tulisan ini akan mengemukakan satu pandangan bahwa upaya mencapai pendidikan berkualitas harus dimulai dengan guru yang berkualitas. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan tanpa memperhitungkan guru secara nyata, hanya akan menghasilkan satu fatamorgana atau sesuatu yang semu dan tipuan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan itu bahasan berikut akan menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan makna kualitas pendidikan, posisi guru dalam pendidikan, masalah dan kendala, sertra upaya membanguin pendidikan guru yang ideal. Bahasannya baru merupakan pikiran awal yang masih harus dikaji dan dikembangkan lebih lanjut berdasarkan kajian sumber-sumber empiris dari berbagai penelitian dan pengalaman nyata baik dalam maupun luar negeri. Dalam ketidak sempurnaan ini ibarat setitik air di tengah samudra luas namun semoga memberi manfaat dan sumbangsih bagi kaum guru dan dunia pendidikan pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KUALITAS PENDIDIKAN: PROSES DAN HASIL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konsep yang lebih luas, kualitas pendidikan mempunyai makna sebagai suatu kadar proses dan hasil pendidikan secara keseluruhan. Kualitas pendidikan yang menyangkut proses dan atau hasil ditetapkan sesuai dengan pendekatan dan kriteria tertentu. Proses pendidikan merupakan suatu keseluruhan aktivitas pelaksanaan pendidikan dalam berbagai dimensi baik internal maupun eksternal, baik kebijakan maupun oprasional, baik edukatif maupun manajerial, baik pada tingkatan makro (nasional), regional, institusional, maupun instruksional dan individual; baik pendidikan dalam jalur sekolah maupun luar sekolah, dsb. Dalam bahasan ini proses pendidikan yang dimaksud adalah proses pendidikan Proses pendidikan yang berkualitas ditentukan oleh berbagai faktor yang saling terkait. Kualitas pendidikan bukan terletak pada besar atau kecilnya sekolah, negeri atau swasta, kaya atau miskin, permanen atau tidak, di kota atau di desa, gratis atau membayar, fasilitas yang “wah dan keren”, guru sarjana atau bukan, berpakaian seragam atau tidak. Faktor-faktor yang menentukan kualitas proses pendidikan suatu sekolah adalah terletak pada unsur-unsur dinamis yang ada di dalam sekolah itu dan lingkungannya sebagai suatu kesatuan sistem. Salah satu unsurnya ialah guru sebagai pelaku terdepan dalam pelaksanaan pendidikan di tingkat institusional dan instruksional.&lt;br /&gt;Dalam konteks yang lebih luas, hasil pendidikan mencakup tiga jenjang yaitu: produk, efek, dan dampak. Hasil pendidikan yang berupa “produk”, adalah wujud hasil yang dicapai pada akhir satu proses pendidikan, misalnya akhir satu proses instruksional, akhir catur wulan/smester, akhir tahun ajaran, akhir jenjang pendidikan, dsb. Wujudnya dinyatakan dalam satu satuan ukuran tertentu (seperti angka, grade, peringkat, indeks prestasi, yudicium, UAN, dsb.) sebagai gambaran kualitas hasil pendidikan dalam periode tertentu. Hasil pendidikan berupa “efek”, adalah perubahan lebih lanjut terhadap keseluruhan kepribadian peserta didik sebagai akibat perolehan produk dari proses pendidikan (pembelajaran) dari satu periode tertentu. Perolehan produk pendidikan yang dinyatakan dalam bentuk hasil belajar seperti angka dalam rapor, dsb. seyogianya memberikan pengaruh (efek) terhadap perubahan keseluruhan perilaku/kepribadian peserta didik seperti dalam pemahaman diri, cara berfikir, sikap, nilai, dan kualitas kepribadian lainnya. Selanjutnya hasil pendidikan yang berupa “dampak”, adalah berupa pengaruh lebih lanjut hasil pendidikan berupa produk dan efek yang diperoleh peserta didik terhadap kondisi dan lingkungannya baik di dalam keluarga ataupun masyarakat secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Guru Di Garda Terdepan Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan judulnya, “guru” merupakan subyek yang menjadi fokus bahasan ini, karena siapapun sependapat bahwa guru merupakan unsur utama dalam keseluruhan proses pendidikan khususnya di tingkat insitusional dan instruksional. Tanpa guru, pendidikan hanya akan menjadi slogan muluk karena segala bentuk kebijakan dan program pada akhirnya akan ditentukan oleh kinerja pihak yang berada di garis terdepan yaitu guru. “No teacher no education, no education no economic and social development” demikian prinsip dasar yang diterapkan dalam pembangunan pendidikan di Vietnam berdasarkan amanat Bapak bangsanya yaitu Ho Chi Minh. Guru menjadi titik sentral dan awal dari semua pembangunan pendidikan. Di Indonesia guru masih belum mendapatkan posisi yang seharusnya dalam kebijakan dan program-program pendidikan. Saatnya kini membuat kebijakan dengan paradigma baru yaitu membangun pendidikan dengan memulainya dari subyek “guru”. Tanpa itu semua dikhawatirkan mutu pendidikan tidak sampai pada cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pengembangan sumber daya manusia.&lt;br /&gt;Dalam kenyataan, guru belum memperoleh haknya untuk dapat mengajar secara profesional dan efektif, Hal itu tercermin dari kondisi saat ini yang mencakup jumlah yang kurang sehingga harus bekerja melebihi lingkup tugasnya, mutu yang belum sesuai dengan tuntutan, distribusi yang kurang merata, kesejahteraan yang amat tidak menunjang, dan manajemen yang tidak kondusif. Semua itu merupakan cerminan adanya pelanggaran hak azasi guru. Hak azasi guru proteksi dari pemerintah dan masyarakat melalui perundang-undangan yang mengatur pendidikan antara lain Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, dan Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen harus segera diimplementasikan pada tatanan operasional dan manajerial mulai di tingkat nasional, regional, institusional, sampai tingkat instruksional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran serta guru dalam kaitan dengan mutu pendidikan, sekurang-kurangnya dapat dilihat dari empat dimensi yaitu guru sebagai pribadi, guru sebagai unsur keluarga, guru sebagai unsur pendidikan, dan guru sebagai unsur masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Guru sebagai pribadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kinerja peran guru dalam kaitan dengan mutu pendidikan harus dimulai dengan dirinya sendiri. Sebagai pribadi, guru merupakan perwujudan diri dengan seluruh keunikan karakteristik yang sesuai dengan posisinya sebagai pemangku profesi keguruan. Kepribadian merupakan landasan utama bagi perwujudan diri sebagai guru yang efektif baik dalam melaksanakan tugas profesionalnya di lingkungan pendidikan dan di lingkungan kehidupan lainnya. Hal ini mengandung makna bahwa seorang guru harus mampu mewujudkan pribadi yang efektif untuk dapat melaksanakan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai guru. Untuk itu, ia harus mengenal dirinya sendiri dan mampu mengembangkannya ke arah terwujudnya pribadi yang sehat dan paripurna (fully functioning person).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peran guru di keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan dengan keluarga, guru merupakan unsur keluarga sebagai pengelola (suami atau isteri), sebagai anak, dan sebagai pendidik dalam keluarga. Hal ini mengandung makna bahwa guru sebagai unsur keluarga berperan untuk membangun keluarga yang kokoh sehingga menjadi fundasi bagi kinerjanya dalam melaksanakan fungsi guru sebagai unsur pendidikan. Untuk mewujudkan kehidupan keluarga yang kokoh perlu ditopang antara lain oleh: landasan keagamaan yang kokoh, penyesuaian pernikahan yang sehat, suasana hubungan inter dan antar keluarga yang harmonis, kesejahteraan ekonomi yang memadai, dan pola-pola pendidikan keluarga yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peran guru di sekolah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam keseluruhan kegiatan pendidikan di tingkat operasional, guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tingkat institusional, instruksional, dan eksperiensial.. Sejalan dengan tugas utamanya sebagai pendidik di sekolah, guru melakukan tugas-tugas kinerja pendidikan dalam bimbingan, pengajaran, dan latihan. Semua kegiatan itu sangat terkait dengan upaya pengembangan para peserta didik melalui keteladanan, penciptaan lingkungan pendidikan yang kondusif, membimbing, mengajar, dan melatih peserta didik. Dengan perkembangan dan tuntutan yang berkembang dewasa ini, peran-peran guru mengalami perluasan yaitu sebagai: pelatih (coaches), konselor, manajer pembelajaran, partisipan, pemimpin, pembelajar, dan pengarang. Sebagai pelatih (coaches), guru memberikan peluang yang sebesar-besarnya bagi peserta didik untuk mengembangkan cara-cara pembelajarannya sendiri sebagai latihan untuk mencapai hasil pembelajaran optimal.. Sebagai konselor, guru menciptakan satu situasi interaksi di mana peserta didik melakukan perilaku pembelajaran dalam suasana psikologis yang kondusif dengan memperhatikan kondisi setiap peserta didik dan membantunya ke arah perkembangan optimal. Sebagai manajer pembelajaran, guru mengelola keseluruhan kegiatan pembelajaran dengan mendinamiskan seluruh sumber-sumber penunjang pembelajaran. Sebagai partisipan, guru tidak hanya berperilaku mengajar akan tetapi juga berperilaku belajar melalui interaksinya dengan peserta didik. Sebagai pemimpin, guru menjadi seseorang yang menggerakkan peserta didik dan orang lain untuk mewujudkan perilaku pembelajaran yang efektif.. Sebagai pembelajar, guru secara terus menerus belajar dalam rangka menyegarkan kompetensinya serta meningkatkan kualitas profesionalnya. Sebagai pengarang, guru secara kreatif dan inovatif menghasilkan berbagai karya yang akan digunakan untuk melaksanakan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peran guru di masyarakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara keseluruhan, guru merupakan unsur strategis sebagai anggota, agen, dan pendidik masyarakat. Sebagai anggota masyarakat guru berperan sebagai teladan bagi bagi masyarakat di sekitarnya baik kehidupan pribadinya maupun kehidupan keluarganya. Sebagai agen masyarakat, guru berperan sebagai mediator (penengah) antara masyarakat dengan dunia pendidikan khususnya di sekolah. Dalam kaitan ini, guru akan membawa dan mengembangkan berbagai upaya pendidikan di sekolah ke dalam kehidupan di masyarakat, dan juga membawa kehidupan di masyarakat ke sekolah. Selanjutnya sebagai pendidik masyarakat, bersama unsur masyarakat lainnya guru berperan mengembangkan berbagai upaya pendidikan yang dapat menunjang pencapaian hasil pendidikan yang bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MASALAH DAN KENDALA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini masih banyak masalah dan kendala yang berkaitan dengan guru sebagai satu kenyataan yang harus diatasi dengan segera. Berbagai upaya pembaharuan pendidikan telah banyak dilakukan antara lain melalui perbaikan sarana, peraturan, kurikulum, dsb. tapi belum mempriotitaskan guru sebagai pelaksana di tingkat instruksional terutama dari aspek kesejahteraannya. Beberapa masalah dan kendala yang berkaitan dengan kondisi guru antara lain sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;1. Kuantitas, kualitas, dan distribusi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari aspek kuantitas, jumlah guru yang ada masih dirasakan belum cukup untuk menghadapi pertambahan siswa serta tuntutan pembangunan sekarang. Kekurangan guru di berbagai jenis dan jenjang khususnya di sekolah dasar, merupakan masalah besar terutama di daerah pedesaan dan daerah terpencil. Dari aspek kualitas, sebagian besar guru-guru dewasa ini masih belum memiliki pendidikan minimal yang dituntut. Data di lampiran 1 menunjukkan bahwa dari 2.783.321 orang guru yang terdiri atas 1.528.472 orang guru PNS dan sisanya (1.254.849 orang) non-PNS, baru sekitar 40% yang sudah memiliki kualifikasi S-1/D-IV dan di atasnya. Sisanya masih di bawah D-3 atau lebih rendah. Dari aspek penyebarannya, masih terdapat ketidak seimbangan penyebaran guru antar sekolah dan antar daerah.. Dari aspek kesesuaiannya, di SLTP dan SM, masih terdapat ketidak sepadanan guru berdasarkan mata pelajaran yang harus diajarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;2. Kesejahteraan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari segi keadilan kesejahteraan guru, masih ada beberapa kesenjangan yang dirasakan sebagai perlakuan diskriminatif para guru. Di antaranya adalah: (1) kesenjangan antara guru dengan PNS lainnya, serta dengan para birokratnya, (2) kesenjangan antara guru dengan dosen, (3) kesenjangan guru menurut jenjang dan jenis pendidikan, misalnya antara guru SD dengan guru SLTP dan Sekolah Menengah, (4) kesenjangan antara guru pegawai negeri yang digaji oleh negara, dengan guru swasta yang digaji oleh pihak swasta, (5) kesenjangan antara guru pegawai tetap dengan guru tidak tetap atau honorer, (6) kesenjangan antara guru yang bertugas di kota-kota dengan guru-guru yang berada di pedesaan atau daerah terpencil, (7) kesenjangan karena beban tugas, yaitu ada guru yang beban mengajarnya ringan tetapi di lain pihak ada yang beban tugasnya banyak (misalnya di sekolah yang kekurangan guru) akan tetapi imbalannya sama saja atau lebih sedikit. Kesejahteraan mencakup aspek imbal jasa, rasa aman, kondisi kerja, hubungan antar pribadi, dan pengembangan karir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;3. Manajemen guru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang manajemen SDM guru, guru masih berada dalam pengelolaan yang lebih bersifat birokratis-administratif yang kurang berlandaskan paradigma pendidikan (antara lain manajemen pemerintahan, kekuasaan, politik, dsb.). Dari aspek unsur dan prosesnya, masih dirasakan terdapat kekurang-terpaduan antara sistem pendidikan, rekrutmen, pengangkatan, penempatan, supervisi, dan pembinaan guru. Masih dirasakan belum terdapat keseimbangan dan kesinambungan antara kebutuhan dan pengadaan guru. Rerkrutmen dan pengangkatan guru masih selalu diliputi berbagai masalah dan kendala terutama dilihat dari aspek kebutuhan kuantitas, kualitas, dan distribusi. Pembinaan dan supervisi dalam jabatan guru belum mendukung terwujudnya pengembangan pribadi dan profesi guru secara proporsional. Mobilitas mutasi guru baik vertikal maupun horisontal masih terbentur pada berbagai peraturan yang terlalu birokratis dan “arogansi dan egoisme” sektoral. Pelaksanaan otonomi daerah yang “kebablasan” cenderung membuat manajemen guru menjadi makin semrawut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;4. Penghargaan terhadap guru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah dikemukakan di atas, hingga saat ini guru belum memperoleh penghargaan yang memadai. Selama ini pemerintah telah berupaya memberikan penghargaan kepada guru dalam bentuk pemilihan guru teladan, lomba kreatiivitas guru, guru berprestasi, dsb. meskipun belum memberikan motivasi bagi para guru. Sebutan “pahlawan tanpa tanda jasa” lebih banyak dipersepsi sebagai pelecehan ketimbang penghargaan. Pemberian penghargaan terhadap guru harus bersifat adil, terbuka, non-diskriminatif, dan demokratis dengan melibatkan semua unsur yang terkait dengan pendidikan terutama para pengguna jasa guru itu sendiri, sementara pemerintah lebih banyak berperan sebagai fasilitator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;5. Pendidikan guru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidikan guru baik pra-jabatan maupun dalam jabatan masih belum memberikan jaminan dihasilkannya guru yang berkewenangan dan bermutu disamping belum terkait dengan sistem lainnya. Pola pendidikan guru hingga saat ini masih terlalu menekankan pada sisi akademik dan kurang memperhatikan pengembangan kepribadian disamping kurangnya keterkaitan dengan tuntutan perkembangan lingkungan. Pendidikan guru yang ada sekarang ini masih bertopang pada paradigma guru sebagai penyampai pengetahuan sehingga diasumsikan bahwa guru yang baik adalah yang menguasai pengetahuan dan cakap menyampaikannya. Hal ini mengabaikan azas guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran dan sumber keteladanan dalam pengembangan kepribadian peserta didik. Pada hakekatnya pendidikan guru itu adalah pembentukan kepribadian disamping penguasaan materi ajar. Disamping itu pola-pola pendidikan guru yang ada dewasa ini masih terisolasi dengan sub-sistem manajemen lainnya seperti rekrutmen, penempatan, mutasi, promosi, penggajian, dan pembinaan profesi.&lt;br /&gt;Sebagai akibat dari hal itu semua, guru-guru yang dihasilkan oleh LPTK tidak terkait dengan kondisi kebutuhan lapangan baik kuantitas, kualitas, maupun kesepadannya dengan kebutuhan nyata.&lt;br /&gt;(Bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680116619736146152-7484121996087231479?l=ummuzakariya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/feeds/7484121996087231479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4680116619736146152&amp;postID=7484121996087231479' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/7484121996087231479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/7484121996087231479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/2008/11/mendidik-guru-berkualitas-untuk.html' title='Mendidik Guru Berkualitas untuk Pendidikan Berkualitas (Bag.1)'/><author><name>Madrasah as-Salaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423014485433985106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680116619736146152.post-4675351872751227552</id><published>2008-11-07T03:54:00.001-08:00</published><updated>2009-06-26T20:33:21.458-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ritual Islam'/><title type='text'>Ritual Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ritual Islam dalam Dunia Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya dan berlindung kepada-Nya dari keburukan jiwa dan perbuatan kami. Barangsiapa yang ditunjuki Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan maka tidak ada yang akan menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Rabb yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad  adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepadanya.&lt;br /&gt;Amma ba’du.&lt;br /&gt;Kini, seperti diketahui, tongkat komando peradaban berada di dunia barat. Keterpurukan dan keterbelakangan begitu lekat di tubuh umat ini. Kejahilan umat Islam terhadap ajaran agamanya luar biasa akutnya.&lt;br /&gt; “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (At-Taubah : 32)&lt;br /&gt;Kita perlu melihat realitas umat Islam saat ini. Banyak persoalan yang melilit. Kondisi internal pecah belah dan koyak-moyak. Barisan munafikin yang berkedok liberalis, pluralisme dan demokratis, meski kerangka kerjanya sudah terang : menikam kaum muslimin dari belakang.&lt;br /&gt;Berbicara tentang skala prioritas, adalah fakta yang tak terpungkiri bahwa umat Islam begitu jahil dan awam terhadap ajaran agamanya. Benarlah sabda Rasulullah , “Islam itu datang dalam keadaan asing, dan akan kembali dalam keadaan asing, sebagaimana ia datang. Maka berbahagialah orang-orang asing.” Para sahabat bertanya, “Siapakah yang dimaksud orang-orang asing itu? Rasul  menjawab, “Yang melakukan ishlah (perbaikan) ketika manusia rusak.” Demikian, sebagaimana dituturkan Imam Muslim dalam Shahih-nya.&lt;br /&gt;Yang ingin ditekankan di sini, betapa pun pentingnya persoalan politik, ekonomi dan sosial umat, faktanya Rasulullah  memulai perjuangannya melalui pembersihan aqidah dari segala macam bentuk syirik dan kekufuran. Fasenya pun lebih lama 13 tahun di Makkah, dibandingkan pembangunan infrastruktur, sosial, ekonomi, budaya dan pertahanan keamanan dan selama 10 tahun fase Madinah. Karenanya, upaya dan semangat umat harus terus dilecut untuk memperkuat pemahaman dan pengamalannya terhadap ajaran Islam.&lt;br /&gt;Ajaran Islam tidak terlepaskan dari kegiatan ritual di dalamnya yang erat kaitannya dengan rukun islam yang lima, dikarenakan Islam dibangun dengan kelima pondasi tersebut, yang mana pondasi tersebut adalah sebagai berikut : syahadat, shalat, puasa Ramadhan, zakat dan haji bila mampu. Disamping masih banyak jenis-jenis ritual yang lainnya, di sini kami hanya membatasi persoalan seputar rukun islam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;Islam secara bahasa artinya berserah diri dan tunduk sedangkan menurut syar’I yaitu, penampakan ketundukan dan penampakan syariat serta melazimi apa yang dibawa oleh Rasulullah , beliau memberitahukan kepada kita bahwa Islam diaplikasikan ke dalam amalan anggota badan yang zhahir baik berupa perkataan dan perbuatan, melafadzkan dua kalimat syahadat dengan lisan, shalat dan puasa dengan amalan badan, zakat dengan amalan harta dan haji adalah amalan badan dan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.    Rumusan Masalah&lt;br /&gt;1.    Kapan seseorang menjadi seorang muslim?&lt;br /&gt;2.    Apa definisi shalat, bagaimana hukum dan penjelasannya?&lt;br /&gt;3.    Apa definisi zakat, bagaimana hukum dan penjelasannya?&lt;br /&gt;4.    Apa definisi puasa Ramadhan, bagaimana hukum dan penjelasannya?&lt;br /&gt;5.    Apa definisi haji, bagaimana hukum dan penjelasannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menjelaskan Bahwa tujuan utama penciptaan jin dan manusia adalah untuk beribadah sebagaimana firman Allah,&lt;br /&gt; “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Adz-Dzaariyaat : 56)&lt;br /&gt;Dengan adanya tujuan tersebut diperlukan pondasi yang kuat  dan setiap muslim wajib tunduk dan  melaksanakannya dengan ikhlas dan sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Diriwayatkan dari Umar  dari lafadz hadits yang panjang, bahwasanya Rasulullah  bersabda,&lt;br /&gt;الإِسْلاَمُ أنْ تَشْهَدَ أنْ لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ وَ أنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ, وَ تُقِيمُ الصَّلاَةَ, وَ تُؤْتِيَ الزَّكَاةَ, وَ تَصُوْمَ رَمَضَانَ, وَ تَحُخَّ البَيْتَ إنِ اسْتََطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً.&lt;br /&gt;“Islam itu adalah, engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya.”(HR. Muslim)&lt;br /&gt;Dan juga hadits dari Abu Abdirrahman Abdillah bin Umar Ibnu Al-Khaththab  ia berkata, aku pernah mendengar Rasulullah  bersabda,&lt;br /&gt;بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ َشْهاَدةِ أنْ لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ وَ أنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ, وَ إِقََامِ الصَّلاَةِ, وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ, وَ حَخِّ البَيْتِ, وَ صَوْمِ رَمَضَانَ.&lt;br /&gt;“Islam didirikan di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke baitullah, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Kedua hadits di atas adalah pokok yang agung dalam makrifat dinul Islam, yang padanya terdapat tiang agama dan bergabung rukun-rukunnya. Menjelaskan tentang asas-asas dan kaidah-kaidah Islam yang dibangun di atasnya, dan dengannya menjadikan seseorang itu menjadi Islam. Maka wajib tunduk dengannya, menghafalkannya dan menyebarluaskannya diantara kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Dua Kalimat Syahadat&lt;br /&gt;Tidaklah seorang hamba menjadi seorang muslim kecuali tegak dengan asas-asas, tiang penyangga beserta rukun (penopang) Islam. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits,  “Islam itu adalah, engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya.”(HR. Muslim).&lt;br /&gt;Sabda beliau , “Islam didirikan di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.” Adalah seruan Islam yang paling agung, dikarenakan dengan syahadat ini darah dan harta seseorang akan terjaga, diriwayatkan dari Abu Hurairah , Rasulullah  bersabda, “Aku diperintahkan untuk membunuh manusia, hingga ia bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali hanya Allah dan beriman kepadaku dan dengan apa yang datang bersamaku, apabila mereka telah melaksanakannya maka darah-darah dan harta benda mereka telah terjaga dariku kecuali dengan haknya dan hisab mereka berada di hadapan Allah.”(HR. Muslim)&lt;br /&gt;Dengan syahadat ini Allah menerima apa yang disyariatkan kepada kita berupa amalan, dan dengannya pula seseorang dapat masuk Surga dan mendapat keselamatan dari api Neraka, Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum.” (Al-A’raaf : 40)&lt;br /&gt;Dengan syahadat akan diampuni dosa-dosa bagaimana pun besarnya.&lt;br /&gt;Dan maknanya, yaitu Allah menerima peribadatan yang benar dan terlepas dari ibadah yang ditujukan pada selain-Nya, Dia adalah Ilah yang haq dalam wujud, sedangkan selain-Nya berupa sembahan-sembahan yang batil, Adapun makna dari kalimat Muhammad adalah utusan Allah, yaitu bersaksi bahwasanya Muhammad diutus dari sisi Allah, diwajibkan mencintainya, taat terhadap apa yang diperintahkannya dan membenarkan apa yang dikabarkannya dan tidak sepantasnyalah mendahului perkataan beliau dengan perkataan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Shalat&lt;br /&gt; Shalat adalah perantara antara seorang hamba dengan Rabb-nya Tabaraka Wata’ala, diwajibkan menunaikannya berdasarkan petunjuk dari Rasulullah , ((صَلُّوا كَمَا رَأَيتُمُونِي أُصَلِّي)) “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat.” (HR. Al-Bukhari) dan akan selamat siapa yang menunaikannya dengan penuh kekhusyu’an, tawadhu’ dan penuh ketundukan. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (1) (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya.” (Al-Mukminuun : 1-2)&lt;br /&gt;Barangsiapa menjaga shalatnya maka baginya kelak pada hari Kiamat dia diberi cahaya, penerangan dan keselamatan, dan baginya janji dari Allah Ta’ala dimasukkan dia ke dalam surga.&lt;br /&gt;Shalat juga menghalangi seorang muslim dari perbuatan yang tidak diridhai oleh Allah Tabaraka wa Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.”(Al-Ankabuut : 45)&lt;br /&gt;Shalat sebagaimana yang disabdakan Rasulullah adalah, “Hal pertama yang dihisab dari seorang hamba kelak pada hari Kiamat adalah shalat, jika baik maka baiklah seluruh amalannya dan jika rusak maka rusaklah seluruh amalannya.” (HR.Ath-Thabrani) dan Shalat wajib lima waktu menghapuskan dosa dan kesalahan.&lt;br /&gt;Hukum orang meninggalkan Shalat :&lt;br /&gt;Para ulama bersepakat bahwasanya orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja dan mengingkarinya maka orang tersebut telah kafir dan keluar dari agama Islam. Dan para ulama berbeda pendapat tentang hukum orang yang meninggalkan shalat karena bermalas-malasan dan menyibukkan diri darinya tanpa adanya udzur yang pasti.&lt;br /&gt;a. Diantara  mereka ada yang berpendapat dengan mengkafirkannya, dari kalangan para sahabat yang berpendapat demikian adalah Umar Ibnu Al-Khaththab, Abdurrahman bin Auf, Mu’adz bin Jabal, Abu Hurairah, Abdullah bin Mas’ud, Abdullah bin Abbas, Jabir bin Abdillah, dan Abu Darda’ Radhiallahu’anhum, dan dari selain kalangan para sahabat diantaranya adalah Ahmad bin  Hanbal, Ishaq bin Rahawaih, Abdullah Ibnu Al-Mubarak dn An-Nakha’I, mereka berdalil dengan hadits yang diriwayatkan oleh Jabir, ia berkata, Rasulullah  bersabda, “Antara seorang laki-laki dan antara seorang kafir meninggalkan shalat.” (HR.Muslim)&lt;br /&gt;b. Diantara mereka ada yang berpendapat dengan kefasikan dan belum mengkafirkannya, ini adalah pendapat jumhur ulama salaf dan khalaf diantaranya, Malik, Asy-Syafi’I, dan Abu Hanifah, mereka berdalil dengan sabda Rasulullah , “Shalat wajib lima waktu telah ditetapkan oleh Allah kepada para hamba, barangsiapa yang datang dengannya dan tidak hilang sesuatu pun darinya, meringankan haqnya, maka baginya ada janji di sisi Allah, ia akan dimasukkan ke dalam Surga, dan barangsiapa yang tidak datang dengannya maka tidak ada janji baginya, jika Allah berkehendak maka Dia akan mengadzabnya dan jika Allah berkehendak Dia akan memasukkannya ke dalam Surga.&lt;br /&gt;Yang nampak dalam hadits tersebut, bahwa bagi siapa yang meninggalkan shalat ada ampunan baginya, hal ini jikalau seseorang itu meninggalkannya bukan karena ia seorang yang benar-benar kafir, namun jika ia seorang yang kafir terlarang ampunan untuknya, demikian pula tentang tidak kekalnya di dalam Neraka, merupakan dalil bahwa bagi yang meninggalkan shalat bukan karena seorang yang benar-benar kafir, dikarenakan maklum diketahui bahwasanya orang kafir itu kekal di dalam Neraka. Firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (An-Nisaa’ : 116)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Zakat&lt;br /&gt;Zakat menurut syar’I adalah bagian yang telah ditetapkan pada harta tertentu setelah memenuhi segala persyaratannya. Kata zakat berasal dari kata az-zakaat didalam bahasa Arab yang berarti sesuatu yang tumbuh berkembang, suatu yang bersih suci dan memiliki berkah.&lt;br /&gt;Kewajiban mengeluarkan zakat telah disebutkan oleh Allah ‘azza wajalla dalam beberapa tepat didalam Al-Qur`an, diantaranya firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (At-Taubah : 103)&lt;br /&gt;Zakat adalah fardhu ‘ain bagi setiap orang yang telah memenuhi syarat-syarat wajib zakat.kewajibannya ditetapkan berdasarkan Al-Qur`an, As-Sunnah dan Ijma’. Zakat senantiasa disandingkan dengan shalat di delapan puluh dua ayat, diantaranya adalah firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” (Al-Baqarah : 110)&lt;br /&gt;Allah Ta’ala memberikan ancaman keras terhadap orang yang kikir mengeluarkannya, Allah berfirman,&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,(34) pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (At-Taubah 34-35)&lt;br /&gt;Rasulullah  juga memerintahkan untuk memerangi orang-orang yang menolak membayar zakat, diriwayatkan dari Ibnu Umar , Rasulullah  bersabda, “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang berhak diibadahi melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat…”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Fadhilah dan Faidah Zakat :&lt;br /&gt;1)    Mengeluarkan zakat merupakan salah satu sifat orang-orang yang berbakti (al-abrar) dan penghuni Surga. (Adz-Dzariyat : 15-19)&lt;br /&gt;2)    Mengeluarkan zakat adalah salah satu sifat kaum mukminin yang berhak mendapatkan rahmat Allah. (At-Taubah : 71)&lt;br /&gt;3)    Allah Ta’ala akan mengembangkan dan menyuburkan harta zakat bagi orang yang mengeluarkannya. (Al-Baqarah : 276)&lt;br /&gt;4)    Allah akan menaungi orang yang mengeluarkan zakat dari panasnya Hari Kiamat.&lt;br /&gt;5)    Zakat membersihkan harta dan mengembangkannya, serta membuka pintu-pintu rizki bagi pelakunya.&lt;br /&gt;6)    Zakat adalah sebab turunnya berbagai kebaikan dan menolak membayarnya adalah sebab terhalangnya berbagai kebaikan.&lt;br /&gt;7)    Zakat menghapuskan dosa dan kesalahan.&lt;br /&gt;8)    Zakat adalah bukti kebenaran iman pelakunya.&lt;br /&gt;9)    Zakat membersihkan akhlak orang yang mengeluarkannya dan melapangkan dadanya.&lt;br /&gt;10)    Zakat akan menjaga harta dan melindunginya dari perhatian orang-orang fakir dan jamahan orang-orang yang jahat.&lt;br /&gt;11)    Zakat dapat membantu orang-orang yang fakir dan orang-orang yang membutuhkannya.&lt;br /&gt;12)    Zakat adalah partisipasi seorang muslim dalam menunaikan kewajiban sosialnya.&lt;br /&gt;13)    Zakat adalah bentuk rasa ungkapan syukur akan nikmat harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : Puasa Ramadhan&lt;br /&gt;Puasa ialah menahan diri dari segala yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam dengan disertai niat untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Puasa Ramadhan wajib bagi setiap muslim yang baligh, berakal, sehat badan, dan bermukim, berdasarkan firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah : 183)&lt;br /&gt;Dari As-Sunnah, hadits Ibnu Umar , “Islam didirikan di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke baitullah, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Anjuran akan puasa Ramadhan :&lt;br /&gt;     Barangsiapa yang  berpuasa Ramadhan ikhlas karena Allah Ta’ala mengharapkan apa yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang berpuasa berupa pahala yang besar, dan ampunan Allah Tabaraka wa Ta’ala akan dosa-dosanya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah , Rasulullah  bersabda, ((مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَ احْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ)) “Barangsiapa berpuasa karena iman dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.”(HR. Al-Bukhari dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;     Diriwayatkan dari Abu Hurairah , Rasulullah bersabda, “Jika telah masuk bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu langit, ditutup pintu-pintu Jahannam, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;     Diriwayatkan dari Abu Hurairah , Rasulullah  bersabda, “Shalat-lima waktu, dari Jum’at ke Jum’at dari Ramadhan ke Ramadhan, menghapuskan dosa-dosa yang diperbuat di antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;     Di bulan Ramadhan terdapat sepuluh hari terakhir dan malam Lailatul Qadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima : Haji&lt;br /&gt;Haji menurut istilah syar’I, ialah pergi menuju Baitullah Al-Haram dan masya’ir (tempat-tempat pelaksanaan haji) untuk menunaikan ibadah tertentu, pada masa tertentu dan dengan kaifiyat tertentu.&lt;br /&gt;Haji hukumnya fardhu ‘ain atas setiap mukallaf yang mampu sekali dalam seumur hidup, haji merupakan rukun islam, kewajibannya telah ditetapkan berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah dan Ijma’. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Ali Imran : 97)&lt;br /&gt;Menurut As-Sunnah, telah diriwayatkan banyak sekali hadits hingga mencapai derajat mutawatir yang memberikan keyakinan dan kepastian tentang penetapan kewajiban ini, diantaranya, adalah hadits Ibnu Umar  yang telah disebutkan sebelumnya dan hadits Abu Hurairah , ia berkata, Rasulullah  berkhutbah di hadapan kami dengan mengatakan, “Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan haji atas kalian, maka berhajilah.” Mendengar hal itu seseorang berkata, “Apakah setiap tahun wahai Rasulullah?” Rasulullah hanya diam, hingga ia mengulangi pertanyaannya tiga kali. Maka Rasulullah  bersabda, “Kalau aku katakan ya, niscya menjadi wajib, dan (jika wajib) niscaya kalian tidak akan mampu mengerjakannya…”(HR. Muslim)&lt;br /&gt;Adapun menurut ijma’ ulama, maka umat telah bersepakat atas wajibnya haji bagi orang yang mampu sekali dalam seumur hidup.&lt;br /&gt;Kewajiban Haji harus Dilakukan Segera ataukah tidak Harus Segera?&lt;br /&gt;Jumhur ulama di antaranya Abu Hanifah-menurut riwayat yang paling shahih-, Abu Yusuf, Malik dan Ahmad berpendapat, siapa saja yang telah terpenuhi pada dirinya syarat-syarat wajib haji, maka telah wajib atasnya haji dan ia harus mengerjakannya segera. Ia berdosa bila menunda-nundanya, dengan berdalil :&lt;br /&gt;    Firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah.” (Ali Imran : 97)&lt;br /&gt;    Sabda Nabi , “Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan haji atas kalian, maka berhajilah.” Hukum asal suatu perintah adalah harus dikerjakan dengan segera selama tidak ada indikasi yang menunjukkan selain itu.&lt;br /&gt;    Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dari Nabi , beliau bersabda, “Bersegeralah menuju haji, yakni yang wajib, karena salah satu dari kalian tidaklah mengetahui apa yang merintanginya.” Sisi pendalilan dari hadits ini sudah jelas, dikarenakan  memerintahkan untuk bersegera dan tidak didapati tanda yang kuat yang mengandung perintah bersegera ini kepada makna selainnya wallahu A’lam.&lt;br /&gt;Keutamaan Ibadah Haji :&lt;br /&gt;     Haji menghapus dosa-dosa terdahulu&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah , Rasulullah  bersabda, “Barangsiapa mengerjakan haji, lalu ia tidak berkata keji dan berbuat kefasikan, maka ia kembali dari hajinya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;     Haji merupakan sebab terbebas dari api Neraka&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah radhiallahu’anha, Rasulullah  bersabda, “Tidak ada satu hari pun dimana Allah lebih banyak membebaskan hamba dari api Neraka selain hari Arafah. Sesungguhnya Allah mendekat, lalu membanggakan mereka di hadapan para Malaikat.”(HR. Muslim)&lt;br /&gt;     Balasan haji hanyalah Surga&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah , Rasulullah  bersabda,&lt;br /&gt;العُمْرَةُ إِلَي العُمْرَةِ كَفَارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الجَنَّةُ.&lt;br /&gt; “Dari umrah ke umrah adalah penebus dosa yang terjadi di antara keduanya, dan tidak ada balasan yang setimpal bagi haji yang mabrur kecuali Surga.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;     Haji termasuk amalan yang paling utama&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah , Rasulullah  ditanya, “Amal apakah yang paling utama?” Beliau menjawab, “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Beliau ditanya lagi, “Lalu apa?”Beliau menjawab, “Jihad fii sabiilillah.” Beliau ditanya lagi, “Lalu apa?” Beliau menjawab, “Haji mabrur.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;     Haji adalah jihad yang paling afdhal bagi kaum wanita&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah radhiallahu’anha, ia berkata, Wahai Rasulullah, kami lihat jihad adalah amalan yang paling utama, bolehkah kami berjihad?” Nabi menjawab, “Tidak akan tetapi bagi kalian jihad yang lebih utama adalah haji mabrur.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Kewajiban-kewajiban Haji :&lt;br /&gt;Ihram, Thawaf (thawaf Ifadhah), Sa’I diantara Shafa dan Marwah, Wukuf di Arafah, bermalam di muzdalifah pada malam Idul Adha, melontar jumrah di Mina, mencukur dan memendekkan rambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Taimiyah adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah baik ucapan dan perbuatan zhahir maupun batin. Berarti ibadah mencakup seluruh aktifitas dan hubungan baik secara vertikal dan horizontal selagi dalam rangka mencari ridha Allah.&lt;br /&gt;Allah menjadikan ibadah suatu yang taufiqi (berdasarkan tuntutan) ada yang berhubungan dengan hak Allah seperti tauhid, berdo’a, tawakkal, istighatsah, nadzar, sumpah, isti’anah, shalat, puasa, zakat, dan haji. Dan ada yang berhubungan dengan sesama makhluk seperti berniaga, pernikahan, thalak, sewa-menyewa, utang-piutang dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Ritual ibadah yang kita tunaikan tidak lepas dari ilmu fiqih, ilmu ini diwariskan untuk menjelaskan ajaran Islam tentang alif-ba-ta kehidupan, tapi dalam perkembangannya, fiqih juga mengalami kemerosotan, itu terjadi, ketika taklid buta dan fanatisme madzhab berkecambah dan pendapat lebih dikedepankan, daripada dalil dari Al-Qur`an dan As-Sunnah. Tak ayal, silang pendapat pun berubah menjadi sengketa. Ikhtilaf tak lagi menyuburkan khazanah intelektual umat mauupun menghiasi keanekaragaman pandangan, tapi menjadi amunisi untuk saling berseteru dan berselisih.&lt;br /&gt;Maka bagi kita sebaiknya menelaah berbagai dalil dari Al-Qur`an dan As-Sunnah, atsar para sahabat, tabi’in dan pedapat para ulama tentang berbagai masalah hukum Islam dan memperhatikan pelbagai kesepakatan dan perbedaan pendapat di kalangan ulama dan memilih mana yang paling rajih (kuat) agar kita mempunyai wawasan tentang berbagai sudut pandang dalam fiqih, dan tentram dalam mengamalkan ibadah dan muamalah dalam Islam.&lt;br /&gt;Adapun penjelasan lebih lanjut tentang pelaksanaan zakat, puasa Ramadhan dan haji bisa diruju’ dalam buku-buku fiqh yang menjelaskan ketiga permasalahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, Shahih Fiqih Sunnah, Maktabah At-Taufiqiyah Kairo, Mesir, 1424H. Edisi Indonesia : Penerjemah Abu Ihsan Al-Atsari, Shahih Fiqih Sunnah 3, Pustaka At-Tazkia Jakarta, 2007.&lt;br /&gt;- Nadzim Muhammad Shulthan, Qawaid wa Fawaid, Daar Al-hijrah Riyadh, 1991.&lt;br /&gt;- Amin bin Yahya Al-Wazan, Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah, Daarul Qashim Riyadh, Saudi Arabia, 1419 H. Edisi Indonesia : Penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin, Fatwa-fatwa Tentang Wanita 1, Daarul Haq Jakarta, 2001.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680116619736146152-4675351872751227552?l=ummuzakariya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/feeds/4675351872751227552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4680116619736146152&amp;postID=4675351872751227552' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/4675351872751227552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/4675351872751227552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/2008/11/ritual-islam.html' title='Ritual Islam'/><author><name>Madrasah as-Salaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423014485433985106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680116619736146152.post-6714120854354069112</id><published>2008-11-06T01:31:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T04:04:22.303-08:00</updated><title type='text'>Profesionalisme Dunia Pendidikan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;strong&gt;Sesuai dengan judulnya, “guru” merupakan subyek yang menjadi fokus bahasan ini, karena siapapun sependapat bahwa guru merupakan unsur utama dalam keseluruhan proses pendidikan khususnya di tingkat institusional dan instruksional. Tanpa guru, pendidikan hanya akan menjadi slogan muluk karena segala bentuk kebijakan dan program pada akhirnya akan ditentukan oleh kinerja pihak yang berada di garis terdepan yaitu guru. “No teacher no education, no education no economic and social development” demikian prinsip dasar yang diterapkan dalam pembangunan pendidikan di Vietnam berdasarkan amanat Bapak bangsanya yaitu Ho Chi Minh. Guru menjadi titik sentral dan awal dari semua pembangunan pendidikan. Di Indonesia guru masih belum mendapatkan posisi yang seharusnya dalam kebijakan dan program-program pendidikan. Saatnya kini membuat kebijakan dengan paradigma baru yaitu membangun pendidikan dengan memulainya dari subyek “guru”. Tanpa itu semua dikhawatirkan mutu pendidikan tidak sampai pada cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pengembangan sumber daya manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatan guru dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan tenaga guru. Kebutuhan ini meningkat dengan adanya lembaga pendidikan yang menghasilkan calon guru untuk menghasilkan guru yang profesional. Pada masa sekarang ini Lembaga Penyelenggara Tenaga Kependidikan (LPTK) menjadi satu-satunya lembaga yang menghasilkan guru. Walaupun jabatan profesi guru belum dikatakan penuh, namun kondisi ini semakin membaik dengan peningkatan penghasilan guru, pengakuan profesi guru, organisasi profesi yang semakin baik, dan lembaga pendidikan yang &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;strong&gt;menghasilkan tenaga guru sehingga ada sertifikasi guru melalui Akta Mengajar. Organisasi profesi berfungsi untuk menyatukan gerak langkah anggota profesi dan untuk meningkatkan profesionalitas para anggotanya. Setelah PGRI yang menjadi satu-satunya organisasi prof&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;strong&gt;esi guru di Indonesia, kemudian berkembang pula organisasi guru sejenis (MGMP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh pendidikan sekarang menekankan pada gagasan tentang demokrasi dalam hidup sekolah : guru-guru hendaknya didorong untuk ikut serta dalam pemecahan masalah-masalah administrative yang langsung mempengaruhi status professional guru.&lt;br /&gt;Kegiatan partisipasi guru dalam administrasi sekolah itu antara lain seperti sumbangan-sumbangan guru terhadap perbaikan kesejahteraan guru dan murid, penyempurnaan kurikulum, pemilihan buku-buku dan alat-alat pelajaran dan sebagainya.&lt;br /&gt;Menghadapi berbagai tantangan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional, diperlukan guru berkualitas yang mampu mewujudkan kinerja profesional, modern, dalam nuansa pendidikan dengan dukungan kesejahteraan yang memadai dan berada dalam lindungan kepastian hukum. Saat ini telah lahir Undang-undang nomor 14 tahun 2006 tentang Guru dan Dosen sebagai satu landasan konstitusional yang sekaligus sebagai payung hukum yang memberikan jaminan bagi para guru dan dosen secara profesional, sejahtera, dan terlindungi.&lt;br /&gt;Undang-undang guru sangat diperlukan dengan tujuan:&lt;br /&gt;(1) mengangkat harkat citra dan martabat guru,&lt;br /&gt; (2) meningkatkan yanggung jawab profesi guru sebagai pengajar, pendidik, pelatih, pembimbing, dan manajer pembelajaran,&lt;br /&gt;(3) memberdayakan dan mendayagunakan profesi guru secara optimal,&lt;br /&gt;(4) memberikan jaminan kesejahteraan dan perlindungan terhadap profesi guru,&lt;br /&gt;(5) meningkatkan mutu pelayanan dan hasil pendidikan,&lt;br /&gt;(6) mendorong peranserta masyarakat dan kepedulian terhadap guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam UU Guru dan Dosen (pasal 1 ayat 1) dinyatakan bahwa: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Guru profesional akan tercermin dalam penampilan pelaksanaan pengabdian tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode, rasa tanggung jawab, pribadi, sosial, intelektual, moral dan spiritual, dan kesejawatan, yaitu rasa kebersamaan di antara sesama guru. pribadi. Sementara itu, perwujudan unjuk kerja profesional guru ditunjang dengan jiwa profesionalisme yaitu sikap mental yang senantiasa mendorong untuk mewujudkan diri sebagai guru profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas profesionalisme ditunjukkan oleh lima untuk kerja sebagai berikut:&lt;br /&gt;(1) Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati standar ideal.&lt;br /&gt;(2) Meningkatkan dan memelihara citra profesi.&lt;br /&gt;(3) Keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas pengetahuan dan ketrampilannya.&lt;br /&gt;(4) Mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi.&lt;br /&gt; (5) Memiliki kebanggaan terhadap profesinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam UU Guru dan Dosen (pasal 7 ayat 1) prinsip profesional guru mencakup karakteristik sebagai berikut:&lt;br /&gt;(a) memiliki bakat, minat, panggilan dan idealisme,&lt;br /&gt;(b) memiliki kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas, (c) memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas,&lt;br /&gt;(d) memiliki ikatan kesejawatan dan kode etik profesi,&lt;br /&gt;(e) bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan,&lt;br /&gt;(f) memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja,&lt;br /&gt;(g) memiliki kesempatan untuk mengembangkan profesi secara berkelanjutan,&lt;br /&gt; (h) memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dan (i) memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan keprofesian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selanjutnya pasal 14 menyatakan bahwa guru mempunyai hak professional sebagai berikut: (a) memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan social;&lt;br /&gt;(b) mendapatkan poromosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja,&lt;br /&gt;(c) memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual, (d) memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi,&lt;br /&gt;(e) memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasaranban pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofeionalam,&lt;br /&gt;(f) memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusaan, penghargaan dan/atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan,&lt;br /&gt;(g) memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas,&lt;br /&gt;(h) memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi,&lt;br /&gt; (i) memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan,&lt;br /&gt;(j) memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi, dan/atau,&lt;br /&gt;(k) memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa substansi UU Guru dan Dosen yang bernilai “pembaharuan” untuk mendukung profesionalitas dan kesejahteraan guru antara lain yang berkenaan dengan:&lt;br /&gt;1.    Kualifikasi dan kompetensi guru: yang mensyaratkan kualifikasi akademik guru minimal lulusan S-1 atau Diploma IV, dengan kompetensi sebagai agen pembelajaran yang meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial.&lt;br /&gt;2.    Hak guru: yang berupa penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum berupa gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, tunjangan profesi, tunjangan fungsionmal, tunjangan khusus, dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru. (pasal 15 ayat 1)&lt;br /&gt;3.    Kewajiban guru; untuk mengisi keadaan darurat adanya wajib kerja sebagai guru bagi PNS yang memenuhi persyaratan.&lt;br /&gt;4.    Pengembangan profesi guru; melalui pendidikan guru yang lebih berorientasi pada pengembangan kepribadian dan profesi dalam satu lembaga pendidikan guru yang terpadu.&lt;br /&gt;5.    Perlindungan; guru mendapat perlindungan hukum dalam berbagai tindakan yang merugikan profesi, kesejahteraan, dan keselamatan kerja.&lt;br /&gt;6.    Organisasi profesi; sebagai wadah independen untuk peningkatan kompetensi karir, wawasan kependidikan, perlindungan profesi, kesejahtreraan dan atau pengabdian, menetapkan kode etik guru, memperjuangkan aspirasi dan hak-hak guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semiprofesional, namun sebenarnya lebih dari itu.&lt;br /&gt;Hal ini dimungkinkan karena jabatan guru hanya dapat diperoleh pada lembaga pendidikan yang lulusannya menyiapkan tenaga guru, adanya organisasi profesi, kode etik dan ada aturan tentang jabatan fungsional guru (SK Menpan No. 26/1989).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawar-tawar lagi karena uniknya profesi guru. Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi profesional, personal dan sosial. Menurut Drs, Moh. Uzer Usman (1989), untuk menjadi guru diperlukan syarat-syarat khusus, apalagi sebagai guru yang professional yang harus menguasai betul seluk-beluk pendidikan dan pengajaran dengan berbagai ilmu pengetahuan lainnya yang perlu dibina dan dikembangkan melalui masa pendidikan tertentu atau pendidikan prajabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ciri-ciri profesi keguruan adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1.    Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual.&lt;br /&gt;2.    Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.&lt;br /&gt;3.    Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka).&lt;br /&gt;4.    Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.&lt;br /&gt;5.    Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen.&lt;br /&gt;6.    Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri.&lt;br /&gt;7.    Jabatan yang lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.&lt;br /&gt;8.    Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang lingkup layanan guru dalam melaksanakan profesinya, yaitu terdiri atas (1) layanan administrasi pendidikan; (2) layanan instruksional; dan (3) layanan bantuan, yang ketiganya berupaya untuk meningkatkan perkembangan siswa secara optimal.&lt;br /&gt;Ruang lingkup profesi guru dapat pula dibagi ke dalam dua gugus yaitu gugus pengetahuan dan penguasaan teknik dasar profesional dan gugus kemampuan profesional.&lt;br /&gt;Jabatan guru memiliki banyak tugas, baik yang terkait oleh dinas maupun di luar dinas, dalam bentuk pengabdian. Apabila kita kelompokkan terdapat tiga jenis tugas guru, yakni tugas dalam bidang profesi, tugas kemanusiaan, dan tugas dalam bidang kemasyarakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan ketrampilan-ketrampilan pada siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas guru sebagai kemanusiaan meliputi bahwa guru di sekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua. Sedangkan masyarakat menempatkan guru pada tempat yang lebih terhormat di lingkungannya karena dari seorang guru diharapkan masyarakat dapat memperoleh ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;Peranan dan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal sebagaimana yang dikemukakan oleh Adams dan Decey dalam Basic Prinsiples of Student Teaching, antara lain guru sebagai pengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan, partisipan, ekspeditor, perencana, supervisor, motivator, penanya, evaluator, dan konselor. Yang akan dikemukakan di sini adalah peranan yang dianggap paling dominan dan diklasifikasikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;a&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;.    Guru sebagai demonstrator&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Melalui peranannya sebagai demonstrator, lecturer, atau  pengajar, guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan di ajarkannya serta senantiasa mengembangkannya dalam arti meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu yang dimilikinya karena hal ini akan sangat menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Seorang guru hendaknya mampu dan terampil dalam merumuskan tujuan instruksional khusus (TIK), memahami kurikulum, dan dia sendiri sebagai sumber belajar terampil dalam memberikan informasi kepada kelas. Sebagai pengajar iapun harus membantu perkembangan anak didik untuk dapat menerima, memahami, serta menguasai ilmu pengetahuan. Untuk itu hendaknya mampu memotivasi siswa untuk senantiasa belajar dalam berbagai kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;b.    Guru sebagai pengelola kelas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dalam peranannya sebagai pengelola kelas (Learning manager), guru hendaknya mampu mengelola kelas karena kelas merupakan lingkungan belajar serta merupakan suatu aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasi. Lingkungan ini diatur dan diawasi agar kegiatan-kegiatan belajar terarah kepada tujuan-tujuan pendidikan. Pengawasan terhadap lingkungan itu turut menentukan sejauh mana lingkungan tersebut menjadi lingkungan belajar yang baik.&lt;br /&gt;Lingkungan yang baik adalah yang bersifat menantang dan merangsang siswa untuk belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai tujuan.&lt;br /&gt;Kualitas dan kuantitas belajar siswa di dalam kelas bergantung pada banyak faktor, antara lain ialah guru, hubungan pribadi antara siswa di dalam kelas, serta kondisi umum dan suasana di dalam kelas.&lt;br /&gt;Tujuan umum pengelolaan kelas ialah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas bagi bermacam-macam kegiatan belajar dan mengajar agar mencapai hasil yang baik. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.&lt;br /&gt;Sebagai manajer guru bertanggung jawab memelihara lingkungan fisik kelasnya agar senantiasa menyenangkan untuk belajar dan mengarahkan atau membimbing proses-proses intelektual dan sosial di dalam kelasnya. Dengan demikian guru tidak hanya memungkinkan siswa belajar, tetapi juga mengembangkan kebiasaan bekerja dan belajar secara efektif di kalangan siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;c.    Guru sebagai mediator atau fasilitator&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. Dengan demikian jelaslah bahwa media pendidikan merupakan dasar yang sangat diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan bagian integral demi berhasilnya proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Selain itu seorang guru harus memiliki ketrampilan memilih dan menggunakan serta mengusahakan media itu dengan baik. Untuk itu  guru perlu mengalami latihan-latihan praktek secara kontinyu dan sistematik, baik melalui pre-service maupun melalui inservice training. Memilih dan menggunakan media pendidikan harus sesuai dengan tujuan, materi, metode, evaluasi, dan kemampuan guru serta minat dan kemampuan siswa.&lt;br /&gt;Sebagai mediator guru pun menjadi perantara dalam hubungan antar manusia. Maka dari itu harus terampil mempergunakan pengetahuan tentang bagaimana orang berinteraksi dan berkomunikasi. Tujuannya ialah agar guru dapat menciptakan secara maksimal kualitas lingkungan yang interaktif.&lt;br /&gt;Sebagai fasilitator guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang kiranya berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dalam proses belajar mengajar, baik yang berupa nara sumber, buku teks, majalah, atau pun surat kabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;d.    Guru sebagai evaluator&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Guru sebagai evaluator yang baik akan melengkapi proses belajar mengajarnya dengan kegiatan yang dimaksudkan untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan itu tercapai atau tidak, apakah materi yang diajarkan sudah dikuasai atau belum oleh siswa, apakah metode yang digunakan sudah cukup tepat. Semua pertanyaan tersebut akan dapat dijawab melalui kegiatan evaluasi atau penilaian.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, penilaian perlu dilakukan karena, dengan penilaian, guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan, penguasaan siswa terhadap pelajaran, serta ketepatan atau keefektifan metode mengajar. Tujuan lain dari penilaian diantaranya ialah untuk mengetahui kedudukan siswa di dalam kelas atau kelompoknya. Dengan penilaian, guru dapat menetapkan apakah seorang siswa termasuk ke dalam kelompok siswa yang pandai, sedang, kurang, atau cukup baik di kelasnya jika dibandingkan dengan teman-temannya.&lt;br /&gt;Kompetensi Profesional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan profesi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidikan atau keguruan. Kompetensi profesional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku manusia, bidang studi yang dibinanya, sikap yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam teknik mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa komponen kompetensi profesional guru adalah berikut ini.&lt;br /&gt;1.    Penguasaan Bahan Pelajaran Beserta konsep-konsep.&lt;br /&gt;2.    Pengelolaan program belajar-mengajar.&lt;br /&gt;3.    Pengelolaan kelas.&lt;br /&gt;4.    Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar.&lt;br /&gt;5.    Penguasaan landasan-landasan kependidikan.&lt;br /&gt;6.    Kemampuan menilai prestasi belajar-mengajar.&lt;br /&gt;7.    Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah.&lt;br /&gt;8.    Menguasai metode berpikir.&lt;br /&gt;9.    Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi profesional.&lt;br /&gt;10.    Memberikan bantuan dan bimbingan kepada peserta didik.&lt;br /&gt;11.    Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan.&lt;br /&gt;12.    Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran.&lt;br /&gt;13.    Mampu memahami karakteristik peserta didik.&lt;br /&gt;14.    Mampu menyelenggarakan Administrasi Sekolah.&lt;br /&gt;15.    Memiliki wawasan tentang inovasi pendidikan.&lt;br /&gt;16.    Berani mengambil keputusan.&lt;br /&gt;17.    Memahami kurikulum dan perkembangannya.&lt;br /&gt;18.    Mampu bekerja berencana dan terprogram.&lt;br /&gt;19.    Mampu menggunakan waktu secara tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasaan Materi menjadi landasan pokok seorang guru untuk memiliki kemampuan mengajar. Penguasaan materi seorang guru dilakukan dengan cara membaca buku-buku pelajaran. Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang erat dengan kemampuan mengajar guru, semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasaan bahan ajar dapat diawali dengan mengetahui isi materi dan cara melakukan pendekatan terhadap materi ajar. Guru yang menguasai bahan ajar akan lebih yakin di dalam mengajarkan materi, senantiasa kreatif dan inovatif dalam metode penyampaiannya.&lt;br /&gt;Menghadapi berbagai tantangan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional, diperlukan guru berkualitas yang mampu mewujudkan kinerja profesional, modern, dalam nuansa pendidikan dengan dukungan kesejahteraan yang memadai dan berada dalam lindungan kepastian hukum. “Guru” adalah suatu sebutan bagi jabatan, posisi dan profesi bagi seseorang yang mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan memalui interaksi edukatif secara terpola, formal, dan sistematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah”. Guru profesional akan tercermin dalam penampilan pelaksanaan pengabdian tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode, rasa tanggung jawab, pribadi, sosial, intelektual, moral dan spiritual, dan kesejawatan, yaitu rasa kebersamaan di antara sesama guru. pribadi. Sementara itu, perwujudan unjuk kerja profesional guru ditunjang dengan jiwa profesionalisme yaitu sikap mental yang senantiasa mendorong untuk mewujudkan diri sebagai guru profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;- M. Ngalim Purwanto, Drs. MP., Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Remaja Rosdakarya Bandung, 1992.&lt;br /&gt;- Moh. Uzer Usman, Drs., Menjadi Guru Profesional, Remaja Rosdakarya Bandung, 1989.&lt;br /&gt;- Mohamad Surya, Prof. Dr. H., Orasi ilmiah dalam Dies Natalis ke 45 Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Sonosewu Bantul Yogyakarta, 12 Desember 2007.&lt;br /&gt;- Diarsipkan di bawah: GURU, Profesi Keguruan, WordPress.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680116619736146152-6714120854354069112?l=ummuzakariya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/feeds/6714120854354069112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4680116619736146152&amp;postID=6714120854354069112' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/6714120854354069112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4680116619736146152/posts/default/6714120854354069112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ummuzakariya.blogspot.com/2008/11/profesionalisme-dunia-pendidika.html' title='Profesionalisme Dunia Pendidikan'/><author><name>Madrasah as-Salaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423014485433985106</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
